news
BULUTANGKIS
Jorji Akui Kalah Start dari Yamaguchi
25 May 2019 22:32 WIB
berita
Gregoria Mariska Tunjung harus mengakui keunggulan Akane Yamaguchi pada laga kedua semifinal Sudirman Cup 2019 antara Indonesia kontra Jepang. (Foto: Dokumentasi PBSI)
NANNING - Partai tunggal putri berhasil diamankan Jepang lewat kemenangan Akane Yamaguchi atas Gregoria Mariska Tunjung, dengan skor 21-13, 21-13. Kedukan itu membuat imbang 1-1 untuk Jepang dan Indonesia dalam laga semifinal Piala Sudirman 2019 yangakhirnya Merah-Putih takluk 1-3. 

Indonesia meraih angka pertama dari ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang berhasil menghentikan perlawanan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, 21-14, 21-18. 




Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Torehan Greysia Polii pada Sektor Ganda Putri bersama Lima Partnernya
- Sony Dwi Kuncoro dan Ricky Karanda Soroti PBSI soal Sistem Degradasi di Pelatnas


Penampilan Gregoria pada malam ini memang tak sesuai dengan harapannya, ia tidak bisa mengembangkan permainan dan banyak melakukan kesalahan sendiri.

"Di game pertama saya kalah start, mungkin dari pertemuan terakhir kami (di New Zealand Open 2019), dia sudah tahu cara untuk melawan saya bagaimana. Dari saya juga nggak ada perubahan, kesalahannya nggak jauh beda sama pertemuan terakhir. Kelihatan banget saya nggak tahan sama reli-relinya dia. Tadi jujur jauh banget permainannya dari yang saya harapkan, kelihatan banget fight di lapangannya ada-nggak ada," ujar Gregoria soal permainan.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Tontowi Ahmad, Pelepas Dahaga Indonesia di All England
- Richard Mainaky Ungkapkan Tontowi Ahmad Sudah Lama Ingin Pensiun


Tunggal putri yang akrab disapa Jorji ini pernah mengalahkan Yamaguchi dalam di pertandingan beregu Asian Games 2018. Ia mengatakan bahwa tak banyak perubahan dalam permainan Yamaguchi, namun kali ini Yamaguchi lebih mempercepat tempo permainan.

"Tidak banyak berbeda, lawan adalah pemain yang ulet, mau ngadu, di dua pertemuan terakhir dia lebih mempercepat tempo main. Waktu di Asian Games dia mengikuti permainan saya. Harusnya kalau sedang tertekan, ada satu pukulan yang bisa bikin clear semua, jadi reli lagi, pengembalian saya pun mentah. Mungkin kalau nggak mentah, bisa menyulitkan dia," tutur Gregoria.

"Dari pelatih juga sudah bilang kalau saya harus mau adu relinya, saya seperti kalah di tempo. Dia kalau kehilangan dua-tiga poin dia tahu harus mengubah permainan, harus dicepetin, tapi saya tidak bisa mengatasi tekanan dia," jelas Gregoria. 

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87