news
LIGA TOPSKOR
Dramatis, Mutiara 97 Menang Adu Tendangan Penalti Atas PaSS
02 March 2019 09:33 WIB
berita
Mutiara 97 vs PaSS / Hadi Febriansyah
BOGOR - Pertandingan babak 16 besar Liga NIVEA MEN TopSkor U-17 dibuka dengan pertandingan yang sangat seru bahkan sengit. Derbi Bogor menjadi sajian pertama, antara Mutiara 97 dan Parung Soccer School (PaSS) di Lapangan Garam, Gunung Sindur, Bogor pada Sabtu (2/3). Pada laga ini Mutiara 97 berhasil meraih kemenangan 3-1 atas PaSS lewat adu tendangan penalti. 

Ketika pertandingan dimulai, kedua tim masih sama-sama menunggu dan saling membaca pertandingan. Hal ini terjadi hingga sepuluh menit babak pertama berjalan. Setelah itu, baru keduanya bermain terbuka dan saling jual beli serangan. Pada babak pertama ini terhitung keduanya memiliki peluang yang bisa menjadi gol, tapi tidak ada satu pun yang menjadi gol.




Baca Juga :
- Penerapan PSBB di Kabupaten Bogor, Seluruh Agenda Liga TopSkor Ditunda
- Warjok Olahraga: Bio Paulin Menyebut Kekuatan Fisik Pemain Persipura Sama seperti Pemain Afrika


Pada babak kedua, tempo yang sudah berjalan di babak pertama tidak berubah. Kedua tim tetap bermain dengan tempo yang tinggi. Namun PaSS sebenarnya bermain dengan efektif. Tapi dewi fortuna tidak berpihak kepada mereka. Alhasil pertandingan harus diakhiri dengan adu tendangan penalti.

Ketika adu tendangan penalti mental sudah berbicara. Meskipun sempat gagal pada penensang pertama, tapi Mutiata 97 lebih beruntung, karena sisa penendang mereka berhasil mencetak gol. Sementara dari PaSS sendiri tiga dari empat penendang mereka gagal menyelesaikan tugas.


Baca Juga :
- Bersepeda Jadi Tren Sekaligus Pelengkap Latihan Mandiri Skuat Persib Bandung
- Jadwal IBL Telah Dirilis, Namun Ada Klub yang Belum Bisa Latihan


Meski hanya meraih kemenangan dari adu penalti, tapi pada laga ini Akbar Dwi Cahya menjadi pemain yang menonjol. Bermain disisi kanan, sering kali ia melakukakn tusukan yang membuat pertahan PaSS keteteran. Oleh karena ia mendapatkan gelar pemain terbaik pada laga ini.

"Saya senang dengan hasil ini, tapi jujur anak-anak tidak bermain dengan apa yang saya inginkan. Mungkin karena tekanan dan mental mereka yang kurang maksimal. Tapi saya benar-benar bersyukur, kami bisa lolos ke babak delapan besar," kata pelatih Mutiara 97, Erwin Maulana.

news
Penulis
Hadi Febriansyah
Cogito Ergo Sum #22