news
TINJU
Carl Frampton Ingin Jadi Tyson Fury
19 December 2018 14:24 WIB
berita
 Christine Frampton, memotiivasinya untuk bangkit.
MANCHESTER - Mantan juara dunia itu merenungkan pensiun tahun lalu. Tapi awal yang baru dengan pelatih baru Jamie Moore telah mengubah semuanya.

Carl Frampton bangga menjadi 'the Featherweight' Tyson Fury setelah kembali dari tepi jurang.




Baca Juga :
- Dijuluki The Cuban Flash, Petinju Tak Terkalahkan Ini Tantang Anthony Joshua, Tyson Fury, Andy Ruiz Jr, hingga Oleksandr Usyk
- Whyte Beberapa Kali Robohkan Tyson Fury, Sekarang Ajak Bertarung


Mantan juara dunia kelas bulu WBO ini mencapai titik terendah setelah kekalahannya yang tipis dari Leo Santa Cruz di Las Vegas Januari 2017. Dia pecah kongsi dengan manajer Barry McGuigan dan putra pelatihnya, Shane.

Petinju Belfast, 31 tahun ini, telah mencapai lebih dari mimpi terliarnya. Untungnya sang istri,  Christine Frampton, memotiivasinya untuk bangkit. Frampton bercerita bagaimana kokohnya Christine dalam jatuh bangun kariernya.


Baca Juga :
- Holyfield Makin Segar, Unggah Video Sparring dengan Wladimir Klitschko
- Chisora Siap Bertarung di Mana Saja, Bisa Menyeret Usyk ke Ring Neraka Demi Menantang Joshua


Namun, dia telah mendapatkan kembali cintanya untuk permainan pertarungan dengan mencabut dirinya dari kehidupan keluarga yang indah dan mendirikan kamp di Manchester dengan pelatih Jamie Moore.

Itu semua datang dengan biaya tetapi akan bernilai untuk Frampton jika ia dapat mengikuti Tyson Fury v Deontay Wilder dan memberikan tampilan sensasional melawan juara IBF Josh Warrington, Sabtu (22/12).

"Saya kira jika Anda ingin membandingkan pertarungan, maka saya akan menjadi Fury, hanya setengah ukurannya," kata Frampton.

“Ini perbandingan yang bagus karena Josh adalah juara dan saya dalam perjalanan kembali. Saya harus berkeliling rumah untuk mendapatkannya.  Itulah mengapa saya tidak akan membiarkan kesempatan itu berlalu."

“Dua tahun yang lalu saya membenci tinju dan berpikir untuk pensiun. Sekarang saya merasa seperti pria yang berbeda," tandasnya.

Keluarga Frampton, termasuk anak-anak Carla dan Rossa, mencuri pertunjukan ketika sebuah film dokumenter tentang mantan raja super-bantam yang disiarkan pada September.

Dan dia mengakui pemisahan pertengahan minggu saat di kamp ini telah menyakitkan. “Berada jauh dari keluarga saya adalah bagian tersulit," ujarnya.*
 

news
Penulis
Suryansyah