news
ASIAN PARA GAMES 2018
Fantastis...! Bulutangkis Indonesia Kemas 4 Emas, Hanya 2 yang Lepas
13 October 2018 15:27 WIB
berita
Empat kali lagu Indonesia Raya pun berkumandang di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (13/10)/INAPGOC
JAKARTA - Atlet bulutangkis Indonesia menutup Asian Para Games 2018 dengan manis. Empat medali emas dari 6 yang disediakan di hari terakhir  berhasil disambar.

Empat kali lagu Indonesia Raya pun berkumandang di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (13/10).




Baca Juga :
- Liga 1 2020 Dua Wilayah? Ini Tanggapan Klub
- Liga TopSkor U-16: Grande Partita di Gunung Sindur




Emas pertama dibukukan lewat pertarungan final sesama Indonesia di nomor tunggal putra klasifikasi SU 5. Dheva Anrimusthi memetik kemenangan atas Suryo Nugroho dua game langsung 22-20 dan 21-13.

Tak lama berselang, Dheva kembali menyumbang emas kedua bagi Indonesia. Kali ini dari nomor ganda putra SU 5 berpasangan dengan Hafizh Briliansyah Prawiranegara. Mereka mengalahkan rekan sesama pelatnas NPC Suryo Nugroho/Oddie Kurnia Dwi Listiant Putra dengan 21-9 dan 21-9. 


Baca Juga :
- Preview Liga TopSkor Transtama U-15: Papan Tengah Memanas
- Dua Pemain Muda Indonesia Direkrut Tim Spanyol


"Kami sudah sering bertemu di latihan. Kami suka kalah dan menang. Kami juga sering melakukan rotasi. Di mana dari kami kerap bertukar pasangan," kata Hafizh.

Hary Susanto/Leani Ratri Oktila mampu memberikan pundi emas ketiga di para bulutangkis. Pasangan ini memastikannya setelah melipat wakil Thailand Siripongow Teamarrom/Nipada Seangsupa dengan 21-7 dan 21-10 di final ganda campuran SL 3/SU 5.

Emas terakhir Indonesia mampu dipersembahkan ganda putra Fredy Setiawan/Dwiyoko di final ganda putra klasifikasi SL 3-4. Mereka menumbangkan pasangan Korea Selatan Sun Soo Jeon/Dong Jae Joo dengan 22-20 dan 22-20.

Sayang, unggulan pertama tunggal putra klasifikasi SL 3, Ukun Rukaendi, gagal mengulang sukses meraih emas di Asian Para Games 2014 Incheon. Ia dikalahkan wakil India Pramod Bhagat lewat pertarungan rubber game 19-21, 21-15, dan 14-21 dan harus puas dengan torehan perak.

"Dia adalah lawan yang tanggung meski usianya sudah tidak muda lagi (48 tahun). Itulah mengapa saya harus melawannya hingga satu jam 30 menit. Apalagi dukungan penonton di sini sangat luar biasa, belum pernah saya merasakan suasana seperti ini sepanjang hidup saya," ungkap Pramod Bhagat.

Fredy Setiawan yang turun di tunggal putra klasifikasi SL 4 juga gagal menyumbangkan emas. Ia harus puas meraih perak setelah dikalahkan pebulu tangkis India, Tarun, dengan 21-10, 13-21, dan 19-21.

"Sebenarnya saya sering bertemu dengan Tarun. Bahkan pada Asia Para Games di Incheon saya juga bertemu di final. Faktor penyesuaian angin yang menjadi masalah. Terus saya terlalu buru-buru pada game kedua akhirnya tak terkontrol," ujar Fredy usai pertandingan.*

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news