news
MOTOGP
Hasil Musim Lalu Bikin Valentino Rossi Diragukan di Kejuaraan MotoGP yang Akan Datang
28 January 2021 06:45 WIB
berita
Hasil musim lalu membuat banyak pihak yang mulai meragukan Rossi musim depan.-TopSkor.Id/ValeYellow46-
Valentino Rossi merupakan pemegang rekor kemenangan terbanyak di MotoGP. Akan tetapi hasil musim lalu membuat banyak pihak yang mulai meragukan Rossi musim depan.

Di antara pembalap MotoGP aktif, Valentino Rossi juga memegang gelar terbanyak, tujuh (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, 2009). Ia hanya kalah dari Giacomo Agostini, delapan gelar, dan unggul atas Marc Marquez yang mengoleksi enam titel.




Baca Juga :
- Honda Optimis Marquez Bisa Pulih Tepat Waktu dan Berpartisipasi di Kejuaraan MotoGP 2021
- Waduh, Ternyata Ini yang Membuat Dovizioso Putus Asa di Ducati


Valentino Rossi menjadi pembalap dengan jumlah kemenangan terbanyak di kelas utama (500 cc dan MotoGP: 990 cc, 800 cc, dan 1.000 cc), 89.

Namun, musim lalu Valentino Rossi mengalami musim terburuk di MotoGP. Dari 14 balapan musim lalu, Rossi tidak mampu merebut poin dalam tujuh balapan. Ironisnya, “The Doctor” juga tidak mampu memenangi lomba sepanjang musim 2020 lalu.


Baca Juga :
- Johann Zarco Buka Peluang Hijrah ke WorldSBK
- GP Jerez 2020 Begitu Berkesan bagi Fabio Quartararo


Rossi kali pertama memenangi balapan di Kejuaraan Dunia Balap Motor di GP Rep. Ceko 1996, saat turun di kelas 125 cc (kini Moto3, mesin 250 cc 4-tak). Rossi memenangi lomba di Sirkuit Brno pada 18 Agustus 1996 itu di atas Aprilia RS125.

Sejak 1996, selama 25 musim turun di kejuaraan dunia, hanya lima musim Valentino Rossi tidak mampu memenangi lomba. Rossi mampu minimal sekali menang dalam semusim.

Bersama Yamaha, Rossi selalu mampu naik podium utama di setiap musim, minimal sekali. Itu terjadi dalam 12 tahun di pabrikan berlogo tiga garpu tala itu (2004-2010 dan 2013-2017).

Pada 2013 dan 2017, Rossi hanya mampu sekali menang masing-masing di Assen. Namun, sejak 2018 sampai 2020, Rossi tidak lagi bisa menang di atas Yamaha YZR-M1.

Banyak faktor yang membuat Valentino Rossi mengalami musim terburuknya di MotoGP 2020 lalu. Dari masalah M1 tidak mampu menyesuaikan dengan ban belakang baru sampai terjangkit Covid-19 hingga memaksa Rossi absen di Aragon dan Teruel.

Rossi memang mampu naik podium ketiga di Andalusia. Tetapi setelah finis P4 di GP San Marino, lomba keenam, Rossi tidak mampu merebut poin dalam enam balapan beruntun. Dua karena Covid-19, tiga kecelakaan, dan sekali mengalami kerusakan mesin.

Pada balapan pertama di Jerez, Spanyol, Rossi juga bermasalah dengan mesin M1. Sedangkan pada dua lomba terakhir, Rossi hanya mampu finis di P12.

Dengan tujuh kali tidak mampu merebut poin, Rossi akhirnya finis posisi ke-15 klasemen akhir MotoGP 2020. Menjadikannya yang terburuk di antara empat pembalap Yamaha.

Sebelum tidak mampu menang bersama Yamaha dalam tiga musim terakhir (2018, 2019, 2020), Rossi sudah lebih dulu mengalaminya saat dua musim memperkuat Ducati pada 2011 dan 2012.

Setelah dua musim yang buruk di tim pabrikan Ducati – hanya finis tiga podium (dua podium 2 dan satu podium 3) – banyak yang yakin Rossi sudah habis. Faktanya, Rossi masih mampu tiga kali runner-up (2014, 2015, 2016) dan sekali finis P3 (2018).

Mulai musim depan, Valentino Rossi akan memperkuat tim satelit Petronas Yamaha SRT mendampingi Franco Morbidelli. Ia “bertukar posisi”dengan Fabio Quartararo yang akan menjadi tandem Maverick Vinales di Monster Energy Yamaha MotoGP.

Seperti musim lalu, Valentino Rossi memang masih akan mendapatkan motor spesifikasi pabrikan. Yang menjadi masalah, pengembangan YZR-M1 tidak berjalan mulus sejak musim lalu.  

Bos Yamaha Racing, Lin Jarvis, menyebut basis pengembangan motor akan memprioritaskan masukan dari pembalap skuad pabrikan. Tetapi, pengalaman Rossi turun selama 21 tahun di kelas utama tidak bisa ditandingi. Karenanya, input dari Rossi tetap dibutuhkan.  

Tetapi masalah tidak berhenti sampai di situ. Valentino Rossi pernah menyebut para teknisi Yamaha memang mendengarkan masukan dari pembalap. Namun setelah itu, mereka mengerjakan apa yang mereka mau.     

“Mungkin saya masih akan dilibatkan (dalam pengembangan motor) seperti 2020. Jadi, saya rasa ini takkan banyak berubah. Saya sendiri tidak tahu apakah masukan dari saya dipakai atau tidak,” ucap Rossi, pertengahan bulan lalu.

“Saya bisa memberikan semua data berdasarkan pengalaman dan mengatakan apa yang saya dan kami (pembalap Yamaha) butuhkan. Namun, kami sudah lama mengalami masalah ini (ban belakang) dan tak kunjung usai. Jadi, saya kira tahun depan takkan berbeda.”

Jika Yamaha tidak segera memperbaiki sederet masalah di atas, sangat sulit rasanya Valentino Rossi untuk mengakhiri paceklik kemenangan di MotoGP yang terakhir dilakukannya pada 25 Juni 2017 di Assen, Belanda, atau 60 balapan lalu.

I
Penulis
Igor Hakim