news
LIGA INGGRIS
Real Madrid Lupa Cara Mencetak Gol, Raihan Gol Terburuk di Lima Liga Top Eropa
25 January 2021 18:25 WIB
berita
MENANG BESAR - Para pemain Real Madrid merayakan kemenangan 4-1 dalam laga lawatan ke Alaves pada akhir pekan lalu (topskor.co/id/Twitter/RealMadridCF).
PERTANDINGAN LaLiga melawan Alaves adalah kedua kalinya Real Madrid bisa mencetak empat gol atau lebih. Sangat jauh dibandingkan raihan tahun-tahun sebelumnya lain dan tim-tim hebat Eropa lainya.

Setelah seminggu penuh bencana sejak kekalahan dari Athletic Club di final Piala Super Spanyol, disusul eliminasi bersejarah dari Alcoyano di Copa del Rey, Los Blancos sedikit bernapas di Mendizorroza.




Baca Juga :
- Andrea Pirlo Puji Penampilan Tim U-23 Juventus Usai Tekuk SPAL 4-0
- Coppa Italia: Semifinal Digelar Februari, Juventus vs Inter, Atalanta Tunggu Napoli atau Spezia


Tanpa Zinedine Zidane yang terjangkit Covid, Madrid tidak hanya menang dengan memberikan citra yang baik, tapi mereka juga melakukannya dengan cara yang hampir terlupakan oleh para penggemar, sebuah kemenangan.

Skor 4-1 atas Alaves ini adalah kali kedua Madrid mencetak empat gol atau lebih di liga musim ini, sejak menang 4-1 atas Huesca pada 31 Oktober lalu.


Baca Juga :
- Kontrak Segera Habis, Spurs Ingin Rekrut Angel Di Maria
- PSG Terus Dekati Messi, Koeman: Saya Tertarik pada Neymar dan Mbappe


Di pertandingan ini, Karim Benzema mencetak dua gol, Eden Hazard mencetak gol pertama dari dua golnya di liga dan seorang gelandang, Valverde, melengkapi kemenangan tersebut.

Setelah 20 pertandingan di liga, penyisihan grup Champions telah berlalu, Copa del Rey dan Piala Super Spanyol (total 27 pertandingan), sangat mengejutkan Madrid hanya berhasil menang besar di dua pertandingan.

Salah satu kejahatan besar Madrid dalam beberapa tahun terakhir, sejak kepergian Cristiano Ronaldo, adalah kurangnya “bubuk mesiu”. Musim ini bahkan lebih terbukti.

Pada musim 2019/20, pasukan Zidane berhasil mencetak empat gol atau lebih pada enam kesempatan, empat di LaLiga, dan sekali di Liga Champions dan di Copa del Rey.

Sebelumnya, musim 2018/19, diwarnai pergantian tiga pelatih, jumlah kemenangan besar Madrid mencapai 10 pertandingan, walaupun diuntungkan format lama di Copa del Rey. Tiga kali menang besar: vs Melilla (4-0 dan 6-1) dan vs Girona (4-2).

Selain itu, mereka juga mencetak empat gol atau lebih dalam lima pertandingan liga, satu di Liga Champions dan di final Piala Dunia Klub.

Pada 2017/18, tahun terakhir periode pertama Zidane, total sembilan pertandingan: delapan di Liga dan satu di Liga Champions.

Musim 2016/17 menghadirkan periode yang paling bersinar. Madrid tercatat 16 kali mencetak empat gol atau lebih: 10 di liga, tiga di Liga Champions (termasuk final vs Juventus), dua di Copa del Rey dan satu di Piala Dunia Klub. Terutama  karena ditunjang performa trio striker BBC: Karim Benzema, Gareth Bale, dan Cristiano Ronaldo.

Menyimak statistik Real Madrid saat ini, jika terus berlangsung hingga akhir musim, bisa jadi ini menjadi musim terburuk raksasa LaLiga tersebut.

Tanpa gol dan blok pertahanan yang solid, sulit rasanya bagi Zinedine Zidane dan timnya untuk memenuhi syarat menyabet gelar musim ini, domestik ataupun di Eropa.

Dengan 34 gol memasukkan, Los Blancos merupakan tim dengan raihan gol terbanyak ketiga di LaLiga, dibelakang Barcelona 39 gol dan Atletico Madrid, 36 gol, yang masih menyimpan satu pertandingan sedikit.

Sebaliknya, untuk gol kemasukan, statistik Madrid (16 gol/19 pertandingan) masih kalah dibandingkan Atletico yang baru kebobolan delapan gol dalam 18 pertandingan.

Sayangnya catatan gol Madrid itu paling kecil di antara tim-tim dari lima liga top Eropa.

Di Jerman, Bayern Munchen (49) jauh mengungguli Madrid. Tiga tim Bundesliga lainnya: Borussia Dortmund (35), Borussia Monchengladbach (35) dan Eintracht Frankfurt (35) memiliki skor gol lebih baik.

Hal yang sama terjadi di Italia. Para pemuncak klasemen Serie A: Inter Milan (45), Atalanta (44), AS Roma (41), Napoli (40), AC Milan (39), dan Juventus (37) lebih unggul ketimbang Madrid arahan Zidane.

Di Ligue 1, PSG terus menunjukkan potensi bakal juara Ligue 1 lagi dengan 48 gol, disusul AS Monaco (42), Lyon (39), dan Lille (35) di atas 34 gol Madrid.

Hanya tim-tim top Liga Premier yang tampaknya mengalami kesulitan sama seperti Real Madrid: Liverpool (37), Manchester United (36) dan Leicester (35), memimpin tabel tim dengan gol memasukkan terbanyak.

Secara keseluruhan, 18 tim dari lima liga utama Eropa terbukti memiliki bubuk mesiu lebih banyak daripada pasukan Santiago Bernabeau.

Benzema Sendiri

Sialnya, tanggung jawab mencetak gol jatuh sepenuhnya ke pundak Karim Benzema yang dua golnya ke gawang Alaves sudah mencetak 15 gol musim ini, 10 di di liga.

Baru setelah itu muncul nama Casemiro (lima gol), lalu Vinicius dan Hazard masing-masing tiga gol, di depan Rodrygo, Asensio, Mariano yang hanya satu gol.

Real Madrid sangat merindukan gol Cristiano Ronaldo. Lebih dari 100 juta euro yang dibayarkan untuk Hazard, Jovic 60 atau Mariano 20, belum mengisi lubang yang ditinggalkan striker Portugis itu.

Lebih buruk lagi, Jovic bahkan telah mencetak tiga gol dalam 76 menit saat bermain untuk tim barunya, Eintracht Frankfurt, tersebar di tiga pertandingan.

Melawan Alaves, Real Madrid sekali lagi mengingatkan penggemar mereka tentang bagaimana rasanya mencetak gol.

N
Penulis
Nurul Ika Hidayati