news
UMUM
McGregor vs Poirier: Program Pengkondisian McGregor FAST selama 10 Pekan di Portugal
22 January 2021 17:15 WIB
DUA tahun lalu, Conor McGregor merekrut Colin Byrne dan Justin Dalby penuh waktu: Dalby sebagai pelatih dan Byrne sebagai "soigneur," istilah di cabang olahraga bersepeda untuk anggota tim yang melakukan banyak hal.

Pasangan inilah yang menjalankan program pengkondisian McGregor FAST untuk sang petarung UFC itu.




Baca Juga :
- Pacquiao Tegas, Tidak Tertarik Lagi Lawan McGregor setelah Pincang Ditendang Dustin Poirier
- Conor McGregor vs Floyd Mayweather Jilid  2 Digelar di Kapal Pesiar Mewah di Arab Saudi


"Conor punya Ferrari, tapi dia pernah menuangkan solar ke dalamnya," kata Byrne, mengandaikan. "Ferrari itu masih di sana dan dia tidak tahu cara (menggunakannya)."

Ketika kekalahan sepihak dirasakannya setelah menantang juara ringan UFC asal Rusia, Khabib Nurmagomedov, pada Oktober 2018, McGregor tidak malu mengakui dia kurang disiplin selama kamp pelatihannya.


Baca Juga :
- Biarkan Aku Pukul Pantatmu yang Bohay!' Bintang UFC Mike Perry Melatih Tinju Pacarnya
- Ronaldo Suka Bacalhau Bra, Pizza Cuma Seminggu Sekali


Menurut Byrne, saat itu jiwa McGregor sedang tersesat. “Dia mencintai olahraga ini, tapi tidak ingin melakukannya lagi. Ibaratnya, menuntun kuda ke air, karena dia dehidrasi, tapi kita tidak bisa membuatnya minum.”

"Kami semua komitmen, semua mencoba yang terbaik dan dia gagal. Tetapi Khabib itu mungkin salah satu pelajaran terbaik yang pernah dia pelajari. Anda harus mencapai titik terendah. Ada banyak pelajaran dalam kegagalan."

Setelah lama absen, diselingi aksi bertinju lawan Floyd Mayweather, McGregor mengalihkan fokusnya kembali ke UFC.

Menurut Dalby, sistem pengkondisian terbaru McGregor, yang didukung oleh sumber daya ilmiah dan teknologi, sebagian besar terkunci menjelang pertarungan McGregor dengan Donald Cerrone di UFC 246 pada Januari lalu.

Hasilnya adalah 40 detik, kemenangan TKO.

Tetapi silinder kebangkitan McGregor benar-benar mulai berjalan selama 10 minggu akhir tahun lalu di akademi MMA milik Byrne, Shinobi, di Lagos, Portugal.

Itu jenis kamp yang hanya dimiliki beberapa petarung MMA, dengan banyak pelatih mendedikasikan waktu hanya untuk McGregor di garis pantai Eropa Selatan itu.

Byrne mengatakan latihan McGregor di Portugal dilakukan dua kali sehari - dimulai dengan sesi berbasis keterampilan di pagi hari (tinju, MMA, gulat atau grappling) dengan Kavanagh, pelatih strike Owen Roddy, pelatih tinju Phil Sutcliffe Sr, ataupun pelatih gulat Sergey Pikulskiy.

Sesi latihan kardio atau kekuatan dilakukan pada malam hari.

McGregor melakukan sesi dua hari itu dalam satu siklus, setiap tiga hari, per satu hari, tiga minggu, lalu satu pekan libur.

Minggu-minggu libur adalah proses pemulihan aktif, kata Byrne menampilkan latihan seperti panjat tebing, yoga, latihan gerakan, memancing. Dengan tujuan untuk pemulihan dan efisiensi maksimal, intensitas dikurangi saat pertarungan kian dekat.

Latihan sesi dobel itu berakhir tanggal 13 Januari lalu, selanjutnya McGregor tinggal menuntaskan program terakhir. Dan, seperti harapan Byrne, sang bintang sudah merasakan hasilnya. “Kantong energi saya berlimpah,” ujarnya.

Faktor kunci lainnya adalah bagaimana seluruh tim bekerja selaras. Selama 10 pekan itu, McGregor didampingi ahli gizi Tristin Kennedy, memasak dan menimbang makro dan mikronutrien hingga gram.

Byrne mengatakan angkat besi lebih banyak diterapkan di kamp ini, tapi perubahan pada tubuh McGregor telah terjadi seiring waktu. Sutcliffe bercanda dalam wawancara dengan Helwani bahwa fisik McGregor kini terlihat seperti "karakter di film".

Perbedaan terbesar antara McGregor yang akan bertanding pada hari Sabtu besok dan beberapa tahun lalu adalah cara dia memahami tubuhnya sendiri, kata Dalby.

McGregor sekarang tahu berapa energi yang bisa dia keluarkan dan untuk berapa lama, lalu berapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk pulih dan bertarung lagi.

"Salah satu alasan orang suka menonton pertarungannya Conor McGregor adalah karena penuh aksi," kata Dalby. "Dia keluar melempar granat, menembakkan senjata, habis-habisan. Itu salah satu hal yang sering Anda dengar Conor katakan - dia serba bisa, karena dia cenderung lebih dulu melakukan sesuatu.”

"Dengan tahu tubuhnya sendiri lebih baik sekarang, dia mampu mengatur kecepatan dirinya sendiri dan mampu pulih jauh lebih baik di antara ronde."

Hasil akhir yang diincar McGregor dan timnya - kemenangan kedua atas Poirier dan kemenangan lainnya di kejuaraan ringan UFC berada dalam jangkauan. Dalam benak Conor McGregor, kamp ini alasan utama dia akan sukses.

"Disiplin, struktur, ini dua kunci sukses," katanya pada TheMacLife. "Anda harus terstruktur dalam pekerjaan Anda, Anda harus disiplin. Anda harus memiliki motivasi diri. Dan itulah saya."

N
Penulis
Nurul Ika Hidayati