news
FORMULA 1
‘Saya sangat merindukan Marco Simoncelli’, Loris Capirossi Kenang Super Sic
21 January 2021 06:30 WIB
berita
Marco Simoncelli adalah salah satu pembalap yang selalu diingat oleh pecinta MotoGP.-TopSkor.Id/Istimewa-
Marco Simoncelli adalah salah satu pembalap yang selalu diingat oleh pecinta MotoGP.

Kecelakaan di MotoGP Malaysia 2011 yang merenggut nyawa Simoncelli. Kala itu, usianya masih sangat muda, 24 tahun.




Baca Juga :
- Honda Optimis Marquez Bisa Pulih Tepat Waktu dan Berpartisipasi di Kejuaraan MotoGP 2021
- Hasil Musim Lalu Bikin Valentino Rossi Diragukan di Kejuaraan MotoGP yang Akan Datang


Simoncelli terjatuh dari motornya di Tikungan 11 Sirkuit Sepang. Tim medis bergegas memberikan pertolongan pertama, namun nyawa sang pembalap tak tertolong.

Dalam sebuah wawancara dengan Motosprint, Loris Capirossi mengenang sosok mendiang Simoncelli, yang diakuinya sebagai teman karibnya.


Baca Juga :
- Waduh, Ternyata Ini yang Membuat Dovizioso Putus Asa di Ducati
- Johann Zarco Buka Peluang Hijrah ke WorldSBK


“Saya sangat merindukan Marco, dia sangat mirip dengan saya,” tutur Capirossi selaku Race Direction perwakilan dari Dorna Sports.

“Dia begitu penyayang dan merupakan pria yang tidak pernah menyerah. Tidak diragukan lagi kariernya akan menanjak dan indah. Saya sangat sedih karena seorang teman telah tiada.

“Saya telah sangat menderita selama bertahun-tahun. Bahkan pergi ke Sepang (terasa) menyedihkan dan saya selalu mengunjungi lokasi kecelakaan. Perasaan saya terhadap dia sangat kuat bahkan hingga hari ini.”

Ditanya lebih lanjut bagaimana hubungan dengan Simoncelli, Capirossi mengungkapkan, bahwa keduanya telah menjadi teman karib sejak almarhum berkompetisi di kelas 125cc.

“Dia keren, karakter yang aneh, tinggi bahkan ketika dia masih kecil. Kemudian dia naik ke kelas 250cc, di mana dia sukses juara dunia,” ucap Capirossi.

“Dan ketika dia memutuskan untuk pindah ke MotoGP, hubungan kami semakin kuat, karena saya banyak membantunya.

“Setiap kali dia turun ke trek jika saya ada di sana. Saya masuk dan menariknya. Saya menunjukkan lintasannya... Ada ikatan yang kuat (di antara kami berdua).”

 

I
Penulis
Igor Hakim