news
LIGA ITALIA
Pemilik Inter Ingin Melakukan Rebrand Klub untuk Menarik Penonton Internasional
20 January 2021 15:55 WIB
berita
DEMI AKSES - Rencana perubahan nama dan lambang klub Inter Milan dimaksudkan agar klub Serie A itu akan lebih mudah diakses oleh penonton dan penggemar I Nerazzurri di luar Italia (topskor.co.id/Twitter/InterMilan).
PEMILIK Inter Milan yang asal Cina dipastikan akan mengganti nama dan lambang klub itu - alias rebrand - pada bulan Maret, sekaligus mendatangkan sponsor baru untuk menggantikan Pirelli.

Sejak beberapa pekan terakhir beredar pemberitaan bahwa keluarga Steven Zhang berencana untuk melepas saham I Nerazzurri mereka yang mencapai hampir 70 persen.




Baca Juga :
- “Zlatan Ibrahimovic Rasis? Dia Bahkan Sangat Mencintaiku”
- Andrea Pirlo Puji Penampilan Tim U-23 Juventus Usai Tekuk SPAL 4-0


Klub milik Suning itu akan mengubah nama dari Football Club Internazionale Milano - sebutan resmi mereka - menjadi Inter Milano, karena tim San Siro lebih sering disebut secara internasional, demikian yang dilaporkan oleh surat kabar Italia La Gazzetta dello Sport dan Il Corriere della Sera pada hari Senin (18/1).

Perubahan brand itu dimaksudkan untuk membuat klub lebih bisa diakses oleh penonton internasional. Pengumumannya direncanakan pada bulan Maret karena bertepatan dengan ulang tahun ke-113 berdirinya klub itu.


Baca Juga :
- Coppa Italia: Semifinal Digelar Februari, Juventus vs Inter, Atalanta Tunggu Napoli atau Spezia
- Ibrahimovic Buka Suara: Romelu Lukaku, di Dunia Zlatan Tidak Ada Tempat Untuk Rasis


Selain nama baru, juga akan ada lambang klub baru, yang tidak lagi menampilkan huruf “FCIM”, seperti yang sudah ada sejak tahun 1990, melainkan berdasarkan huruf “IM”. Ada versi bocor dari lencana baru yang dibagikan di media sosial.

Dengan begitu Inter akan mengikuti jejak rival Derby d'Italia, Juventus, dengan tim Turin itu telah mengubah lambang mereka sekarang ini dengan lebih sederhana pada tahun 2017.

Inter mengalahkan Juventus 2-0 akhir pekan lalu untuk kembali naik ke puncak Serie A sebelum rival sekota mereka, AC Milan, merebutnya kembali dengan selisih gol.

Kemenangan itu meredam seruan kepada dewan untuk memecat pelatih Antonio Conte, tetapi wacana perubahan nama itu justru dikeluhkan para penggemarnya.

Klub dilaporkan belum membayar para pemainnya selama beberapa bulan dan menghadapi kemungkinan pengurangan poin jika mereka tidak dapat memenuhi tenggat waktu bulan depan.

Raksasa ritel China Suning, yang mengambil alih klub pada 2016, dilaporkan secara luas mencari investasi luar di raksasa Serie A.

Dilaporkan bahwa perubahan merek akan tetap terjadi terlepas apakah Suning tetap memegang kendali atau pemilik baru masuk, dengan BC Partners dikatakan akan melakukan uji tuntas sebelum kemungkinan penawaran.

Perubahan lain adalah klub diharapkan mengakhiri kesepakatannya dengan sponsor kaus Pirelli. Raksasa ban Italia itu sudah lama memiliki kepentingan finansial di klub tersebut, sebagai pemilik saham minoritas.

Media Italia melaporkan bahwa sponsor kaus akan mulai diganti dari musim 2021/22 dengan perusahaan Cina yang sejauh ini tidak disebutkan namanya telah menyepakati kontrak senilai 30 juta euro setahun.

Beberapa outlet lokal memperkirakan sponsor baru itu adalah perusahaan real estat yang berbasis di Guangzhou, Evergrande.

Itu juga pemilik klub Liga Super China, Guanghzou Evergrande, yang akan segera berganti nama menjadi Guangzhou FC sejalan dengan peraturan baru yang melarang nama perusahaan di sepak bola Cina.

Suning juga dilaporkan terlibat dalam kasus pertikaian Liga Premier atas hak televisi Cina yang saat ini bergulir.

N
Penulis
Nurul Ika Hidayati