news
LIGA INTERNASIONAL
Catatkan Rasio Gol Terburuk di PSG, Taktik Mbappe agar Dilepas ke Real Madrid?
20 January 2021 12:15 WIB
berita
TIDAK GOL - Striker PSG, Kylian Mbappe (kanan) berusaha mempertahankan bola di kakinya dari incaran dua pemain Angers pada laga Ligue 1 akhir pekan lalu. Sayang, sang striker tidak mencetak gol di laga itu.
KYLIAN Mbappe telah mengalami krisis gol di Paris Saint-Germain (PSG) selama berminggu-minggu. Tapi dari mana datangnya penurunan performa mendadak pada pemain Prancis berusia 22 tahun tersebut?

Mencoba, tetapi tidak berhasil. Itulah kira-kira kesimpulan penampilan Mbappe dalam laga kemenangan PSG 1-0 di Angers pada hari Sabtu (16/1) akhir pekan lalu.




Baca Juga :
- Kontrak Segera Habis, Spurs Ingin Rekrut Angel Di Maria
- PSG Terus Dekati Messi, Koeman: Saya Tertarik pada Neymar dan Mbappe


Tidak mengherankan, jika kemudian dia diganti pada menit ke-80 dengan absennya pelatih kepala Mauricio Pochettino, yang harus menjalani isolasi setelah dinyatakan positif Covid-19.

Meskipun PSG memimpin 10 menit sebelumnya berkat gol Layvin Kurzawa, Mbappe tampak sama sekali tidak bahagia.


Baca Juga :
- Jurnalis Canal+ Punya Informasi Valid Tentang Pilihan Lionel Messi Saat Kontraknya Berakhir
- Mantan Bek MU Gary Neville Memprediksi Berapa Lama Thomas Tuchel Akan Bertahan di Chelsea


Sebaliknya: dia berlari keluar lapangan dengan kepala tertunduk, pemain pengganti Pablo Sarabia bertepuk tangan saat dia lewat, tetapi Mbappe langsung duduk tak bergerak di kursi cadangan. Sia-sia mencari senyumnya hingga pertandingan berakhir.

Tidak heran jika dia baru-baru ini bahkan ditegur oleh pelatih PSG, Pochettino ("Dia harus meningkatkan diri!"), karena dianggap tidak bugar selama beberapa minggu sekarang.

Sejak dua golnya melawan AS Monaco pada 20 November 2020 lalu, Mbappe hanya menyumbang empat gol dalam sembilan pertandingan liga. Ia kini empat laga berturut-turut tidak mencetak gol di semua kompetisi, yang berdasarkan Stats Foot dalam akun Twitter mereka, itu adalah momen rasio gol terburuknya di PSG.

Mbappe gagal mencetak gol dalam kemenangan PSG di final Trophee des Champions atas Olympique de Marseille sepekan lalu. Dia juga tidak mencetak gol di dua pertandingan liga sebelumnya melawan Brest dan AS Saint-Etienne. Serta yang terakhir, melawan Angers.

Hingga saat ini periode paceklik gol terburuk Kylian Mbappe bersama PSG adalah antara April hingga Mei 2018.

Pada kenyataannya, namanya berada di puncak daftar pencetak gol Ligue 1 bersama Boulaye Dia (Rennes) dengan 12 gol, disusul Memphis Depay (Lyon) dengan 11 gol, dan Kevin Volland dari Monaco dengan 10 gol.

Padahal Mbappe selalu terlibat dalam setidaknya satu gol dalam tujuh pertandingan pertama. Dia mencetak sembilan gol dan empat assist di fase ini.

Ini aneh karena Mbappe bahkan tidak terusik oleh virus Covid di awal musim atau oleh masalah paha di awal November sebelum pertandingan melawan Monaco.

Tetapi mengapa akhir-akhir ini dia tampak tidak benar-benar fit?

Mantan pemain internasional Prancis, Jean-Michel Larqué, menjelaskan krisis striker juara dunia itu di RMC Sport sebagai berikut: "Saya tidak akan mengebor tengkoraknya dan mencari tahu apa yang ada di sana. Tapi, dia memperumit banyak hal. Dia memperumit semua yang dia lakukan. Mengapa dia melakukan tendangan Rabonas? Mengapa dia harus melakukan dua belas langkah ketika dia hanya perlu berada di depan gawang?"

Daripada melakukan "gerakan-gerakan yang tidak perlu" itu, kata Larque, Mbappe harusnya lebih berkonsentrasi pada kekuatan yang dimiliki, yakni kecepatannya.

Menurut portal statistik FBref.com, Mbappe mencatatkan lebih sedikit tembakan ke gawang per 90 menit musim ini (4,02) dibandingkan tahun lalu (5,23), tetapi dribelnya lebih sukses dari sebelumnya. Lima gol sudah dihasilkannya langsung dari dribblingnya. Sebagai perbandingan: hanya ada dua di musim 2019/20.

Namun, juga terlihat bahwa laju dribbling Kylian Mbappe semakin memburuk sejak musim terakhirnya di AS Monaco. Sementara 57,1 persen dribelnya sukses di musim 2016/17, musim ini hanya 50,5 persen.

Tetapi, bagaimana dengan tuduhan Larqué yang lebih serius, yaitu: "Kylian hanya ingin bola membuat para bek terlihat konyol?" Faktanya, Mbappé sudah lima kali menjaring lawannya di musim Ligue 1 saat ini, lebih banyak ketimbang dua musim terakhir (empat).

Tidak heran jika semua itu menimbulkan pertanyaan: Apakah Mbappe hanya ingin memperlihatkan pertunjukan untuk Zinédine Zidane dan "Los Blancos"? Bahwa ini semua adalah taktiknya agar dilepas ke Real Madrid?

Bukan rahasia lagi jika Real Madrid telah lama tertarik dengan Kylian Mbappe. Surat kabar Spanyol, AS baru-baru ini memberitakan Madrid ingin menjual enam pemain pada saat yang sama untuk dapat mentransfer Mbappé ke ibu kota Spanyol pada musim panas mendatang.

Jika Kylian Mbappe, yang disebut pemain paling berharga di dunia menurut situs transfermarkt.de dengan nilai pasar 180 juta euro, terus seperti ini, nilainya cenderung menurun. Bagaimanapun, kontraknya berakhir pada musim panas 2022.

N
Penulis
Nurul Ika Hidayati