news
LIGA SPANYOL
Madrid Pasang Starting XI Tetap sejak Sebelum Natal, Zidane Takut Risiko?
16 January 2021 14:05 WIB
berita
BANYAK MAIN - Gelandang Luka Modric (tengah) dalam sebuah latihan skuat Real Madrid. Dia merupakan satu dari sejumlah bintang Los Blancos yang paling banyak memainkan pertandingan di bawah pelatih Zinedine Zidane musim ini.
SEJAK sebelum Natal, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane ternyata telah menetapkan starting XI reguler yang dapat dia percayai dan memberinya hasil positif.

Masalahnya, keengganan pelatih asal Prancis untuk menyimpang dari pilihan regulernya tersebut justru telah membuat para pemainnya kelelahan, dan Los Blancos pun harus membayarnya pada hari Kamis (14/1).




Baca Juga :
- Karen Goncalves: Calon Menantu Resmi Pertama Zinedine Zidane dan Veronique Fernandez
- PSG Ajukan Tawaran Menggiurkan kepada Sergio Ramos: 15 Juta Euro Per Tahun


Real Madrid tersingkir setelah kalah di semifinal Piala Super Spanyol dari Athletic Club, dengan skor 1-2.

Setelah hasil imbang melawan Osasuna dan Elche selama pergantian tahun, Real Madrid harus menjawab pertanyaan apakah para pemainnya kelelahan dan itu terbukti ketika menghadapi Athletic asuhan Marcelino.


Baca Juga :
- Real Madrid Lupa Cara Mencetak Gol, Raihan Gol Terburuk di Lima Liga Top Eropa
- Gebuk Valencia, Atletico Madrid Kokoh di Puncak


Starting XI pada laga Kamis itu adalah skuat yang sama yang bermain sejak awal di rumput bersalju lebat di Pamplona, kandang Osasuna, ??dengan Zidane gagal memperhitungkan faktor kelelahan akibat perjalanan dan jadwal bertanding yang berkelanjutan.

Perlu dicatat, beberapa bintang Madrid hampir tidak pernah melewatkan pertandingan musim ini, dengan penjaga gawang Thibaut Courtois bermain setiap menitnya.

Raphael Varane hanya absen 90 menit sepanjang musim ini dan Lucas Vazquez pun menyelesaikan 16 pertandingan berturut-turut di starting XI. Begitu juga gelandang Toni Kroos dalam 14 pertandingan beruntun.

Lawan Athletic pun, sekali lagi Zidane memeinkan trio lini tengah Casemiro, Luka Modric dan mantan pemain Bayern Munchen, Kroos, yang membantu memenangkan banyak pertandingan Liga Champions.

Pada kenyataannya, Zinedine Zidane justru melupakan para pemain seperti Eder Militao, Alvaro Odriozola, Martin Odegaard, dan bahkan bek sayap sarat pengalaman, Marcelo.

Vinicius Junior dan Fede Valverde juga menghilang dari starting line-up, sementara cedera memaksa Rodrygo absen.

Satu hal yang menarik, kekalahan dari Athletic Club di Piala Super Spanyol itu seakan makin menegaskan sikap Real Madrid selama ini, selain sikap Zidane yang super ngeyel tersebut.

Selama ini Piala Super Spanyol memang selalu dianggap sebagai kompetisi kelas dua, yang pamornya jelas kalah jika dibandingkan LaLiga atau Copa de Rey.

Namun, itu tidak berarti tidak ada konsekuensi, Di kompetisi ini, tim mana pun bisa mengalami kekalahan yang cukup mengejutkan, yang justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan seputar pemain dan pelatihnya.

Supercopa jelas bukan prioritas Los Blancos musim ini dan sementara para pemain marah karena mereka gagal melaju ke final, ini bukanlah akhir dari dunia. Setidaknya menurut bos besar mereka.

Rupanya inilah pesan yang berulang-ulang oleh presiden klub Florentino Perez kepada skuat Madrid dan staf pelatih setelah kekalahan di Malaga itu; bahwa persaingan hanyalah cara mengevaluasi musim.

Masalahnya, keraguan terhadap tim terus berkembang. Zinedine Zidane harus menanggung sebagian besar kesalahan, meskipun para pemain juga bertanggung jawab atas sikap mereka di babak pertama.

Mereka membuang waktu permainan di 45 menit pertama, tertinggal dua gol karena kurangnya motivasi. Kurangnya reaksi juga terbukti, dengan penampilan Marco Asensio satu-satunya yang positif.

Zinedine Zidane diperkirakan tidak mau mengambil risiko apa pun dengan melakukan rotasi atau mengganti starting Xi.

Konsekuensinya, saat ini Real Madrid tertinggal jauh dari Atletico Madrid di papan klasemen LaLiga dan tersingkir dari Piala Super Spanyol. Sementara Liga Champions akan kembali bergulir.

Jika terus seperti ini, Los Blancos harus siap-siap tanpa gelar musim ini.

N
Penulis
Nurul Ika Hidayati