news
LIGA SPANYOL
Sejarah LaLiga Pekan Ini: Ballon d’Or Kelima Messi hingga Performa Fantastis Zidane ketika Melawan Sevilla pada 2006
13 January 2021 17:15 WIB
berita
Menengok kembali gol-gol, debut, para pemain, serta momen-momen pada pekan ini dalam sejarah LaLiga.-TopSkor.Id/Istimewa-
MADRID - Menengok kembali gol-gol, debut, para pemain, serta momen-momen pada pekan ini dalam sejarah LaLiga, berikut ulasannya:??

11 Januari 2016: Messi meraih Ballon d’Or yang kelima




Baca Juga :
- Tujuh dari Empat Pemain Real Madrid Diragukan Tak Dapat Perpanjangan Kontrak, Sergio Ramos?
- Lionel Messi Hanya Dijatuhi Larangan Dua Pertandingan!


Ada ketegangan terjadi di Kongresshaus, Zurich, pada tanggal 11 Januari 2016 saat pagelaran Ballon D’Or. Cristiano Ronaldo dari Real Madrid telah memenangkan trofi selama dua tahun terakhir.

Namun, Lionel Messi telah membawa Barcelona menjuarai lima trofi, termasuk LaLiga dan Liga Champions pada tahun 2015. Pada akhirnya, Messi menang dengan 41% suara, Ronaldo berada di bawahnya dengan 28% suara, dan penyerang Barça lainnya, Neymar, berada di posisi ketiga dengan 8% suara.


Baca Juga :
- Real Madrid Yakin PSG Patok Harga Rp2,5 Triliun untuk Mbappe, Mereka Tak Mampu
- ‘Ronaldo Bergaul, Tidak seperti Messi!’ Arthur Lebih Suka CR7 Ketimbang La Pulga


Suasana diantara ketiganya cukup bersahabat, Ronaldo mengatakan pada konferensi pers bersama bahwa “kemampuan kaki kiri Messi cukup baik, lebih dari saya.” Neymar kemudian menimpali “Saya ingin mengambil kedua kakinya.” “Cristiano memiliki banyak keunggulan, yang seluruh pemain ingin miliki,” ujar Messi yang saat itu berusia 28 tahun dan masih berada di puncak kemampuannya, saat ia meraih Ballon D’Or kelima.

Saat ini ia telah memiliki enam penghargaan, setelah meraihnya pada tahun 2019 bersamaan dengan gelar LaLiga ke-10 yang ia menangkan.

13 Januari 2019: Messi mencetak gol ke-400 di LaLiga

Tahun 2019 juga menjadi saksi Messi yang meraih rekor individu – dengan gol ke-400 di LaLiga yang tiba pada tanggal 13 Januari, saat tendangan kaki kirinya membawa bola melewati Kiper Eibar, Asier Riesgo, pada kemenangan 3-0 atas tim asal Basque itu di Camp Nou. Hari itu, Luis Suárez memberikan dua gol bagi Barça, namun saat itu semuanya fokus pada pemain bernomor punggung 10 klub tersebut.

Ahli statistik Blaugrana menghitung bahwa 327 gol pertama dari 400 gol di LaLiga milik Messi dicetak dengan kaki kirinya, 58 gol lainnya dicetak dengan kaki kanan, 14 gol dicetak melalui sundulan, dan satu gol mengenai tangannya. Pemain Argentina berusia 31 tahun itu hanya butuh 435 pertandingan LaLiga untuk mencapai rekor tersebut.

Pada akhir tahun 2020, Ia telah mencetak 451 gol di LaLiga dalam 499 pertandingan, dan ia masih akan terus mencetak lebih banyak gol.

13 Januari 2018: Kemenangan LaLiga pertama Villarreal di Bernabéu

Pada tanggal 13 Januari 2018, sejarah juga tercipta di Estadio Santiago Bernabéu, meskipun mayoritas yang hadir tidak merayakannya. Real Madrid mendominasi penguasaan bola dan mampu mencetak 28 tembakan ke gawang selama 90 menit, namun, beberapa penyelamatan dari Kiper Villarreal, Sergio Asenjo, membuat gawangnya tetap tidak kemasukan.

Cristiano Ronaldo mencatatkan 11 tembakan ke gawang tanpa hasil, termasuk sebuah tembakan dari jarak dekat namun melebar. Saat pertandingan memasuki waktu tambahan, semua pemain Madrid maju ke depan, namun mereka kecolongan saat serangan balik Villarreal yang menakjubkan mampu diselesaikan dengan baik oleh Pablo Fornals.

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, tidak percaya dengan apa yang disaksikannya, saat skuad juara bertahan LaLiga tertinggal 16 poin dari pimpinan sekaligus juara musim 2018-2019, Barcelona.

15 Januari 2006: performa luar biasa Zidane saat melawan Sevilla

Zidane mengalami hari yang lebih baik di Bernabéu pada tanggal 15 Januari 2006, saat Sevilla tiba untuk memperebutkan posisi teratas klasmen LaLiga. Pemain asal Prancis itu membantu rekan setimnya, Guti, mencetak gol pembuka bagi Madrid, namun, setelah babak pertama, Penyerang Sevilla asal Brasil, Luís Fabiano mencetak gol penyeimbang.

Zidane kemudian membuat Madrid kembali unggul dari titik penalti, sebelum Guti membalas budi dengan asis backheel untuk membantu pemain Prancis itu menjadikan skor 3-1 dengan menyarangkan bola ke pojok atas gawang. Sevilla terus berjuang, dan bek tim Andalusia itu, Aitor Ocio, kembali mencetak gol set-piece.

Zidane kembali membalas dan melesakan tembakan dari kaki kirinya ke pojok gawang untuk menuntaskan kemenangan dan melengkapi satu-satunya hat-trick di LaLiga selama karirnya sebagai anggota galactico.

I
Penulis
Igor Hakim