news
UMUM
Maria Sharapova Tak Pernah Memiliki Keinginan untuk Ajukan Kewarganegaraan AS
12 January 2021 10:10 WIB
berita
SELALU BANGGA - Mantan petenis Maria Sharapova tidak pernah menyembunyikan fakta bahwa ia mewarisi mentalitas, keuletan, dan sikap pantang menyerah dari para leluhurnya yang orang Rusia.
MANTAN juara dunia nomor satu dan lima kali juara Grand Slam, Maria Sharapova selalu menjadi bintang di dalam dan di luar lapangan tenis dari 2001 hingga awal 2020, ketika dia akhirnya mengumumkan pensiun.

Selama kariernya yang panjang dan menakjubkan, Sharapova selalu menyatakan dirinya berkewarganegaraan Rusia, negara kelahirannya.




Baca Juga :
- Novak Djokovic Berbicara tentang Ritual yang Dia Praktikkan Setiap Pagi
- Siapa Dennis Rodman? Legenda NBA Dikaitkan dengan Bintang Sepak Bola Putri AS


Namun, keraguan muncul mengingat wanita 33 tahun itu sudah tinggal di Amerika Serikat sejak 1994, yakni sejak masa kanak-kanaknya.

Banyak penggemar, bahkan di lingkungan tenis sendiri, selalu bertanya sebenarnya apa kewarganegaraan Maria Sharapova dan apakah dia benar-benar memiliki passport Rusia?


Baca Juga :
- Hope Solo: Timnas Putri Amerika Serikat adalah Sekumpulan ‘Gadis Nakal” yang Tangguh
- Nikita Mazepin Datang Membawa Uang Sang Ayah ke Tim Haas, Steiner: Mengapa Tidak Boleh?


Maria Sharapova lahir pada 19 April 1987 di Nyagan, Rusia, dan mulai bermain tenis untuk pertama kalinya pada usia baru 4 tahun dan kemudian mulai mendapatkan pelatihan reguler dari pelatih terkenal Yuri Yudkin, meninggal pada 2019 di usia 73.

Ketika menginjak usia 6 tahun, Sharapova kemudian pergi ke sekolah tenis di Rusia, tetapi dia disarankan untuk pindah ke AS dan berlatih dengan pelatih terkenal Nick Bollettieri di akademi tenis miliknya.

Inilah alasan utama mengapa Maria Sharapova pindah ke Florida pada tahun 1994 dan dia telah tinggal di sana sebagai penduduk sejak saat itu.

Kendati begitu, Sharapova tidak pernah berniat untuk mengambil kewarganegaraan AS dan baru-baru ini dia mencoba menjawab pertanyaan ini dengan menjelaskan alasan keputusan tersebut.

Berikut adalah kata-katanya tentang topik tersebut: "Tentunya saya akan mengambil kewarganegaraan Amerika jika saya benar-benar menginginkannya, tetapi pada kenyataannya saya tidak pernah menanyakan masalah ini kepada diri saya sendiri, dengan keluarga saya, atau kepada tim saya.

“Pada akhirnya ini adalah masalah lingkungan keluarga dan kekayaan budaya yang kami miliki (sebagai orang Rusia),” Sharapova yang belakangan sukses menjalani karier sebagai entrepreneur itu.

“Saya adalah bukti hidup, saat saya pikirkan lagi bahwa secara umum saya dibentuk sesuai budaya Rusia ketika saya masih kecil.”

“Saya tidak hanya mengacu pada konteks bangsa, tetapi juga pada mentalitas dan keuletan, saya memperoleh sikap pantang menyerah dari leluhur saya dan untuk alasan ini saya memutuskan tetap mempertahankan kewarganegaraan Rusia.”

Maria Sharapova merupakan satu-satunya petenis asal Rusia dan salah satu dari 10 petenis putri dalam sejarah yang memenangkan gelar Grand Slam.

Selain karena status sebagai juara yang hebat, Sharapova juga meraih keuntungan yang signifikan: dia telah dikaitkan dengan beberapa merek besar sepanjang kariernya dan bahkan kini telah meluncurkan perusahaannya sendiri.

Faktanya, pada 2013 Maria Sharapova meluncurkan perusahaan permen bernama Sugarpova dan banyak yang bertanya-tanya alasan pilihan ini.

Sugarpova saat ini memiliki 12 rasa permen bergetah yang berbeda dan merupakan salah satu merek permen paling sukses di dunia dalam industri ini.

Pada tahun 2008 Maria Sharapova memenangkan gelar Grand Slam ketiganya di Australia Open, menjadikannya nomor satu dunia lagi.

Setelah sukses itu, segalanya berubah karena Maria Sharapova mengalami robekan di tendon bahu, cedera serius kedua di lokasi yang sama dan terpaksa menjalani operasi. Pada akhirnya, cedera itu pula yang mengakhiri kariernya.

N
Penulis
Nurul Ika Hidayati