news
MOTOGP
Dengan Enam Rider dalam Tiga Tim di MotoGP 2021, Ducati Optimis Bisa Raih Kemenangan dan Podium
11 January 2021 17:00 WIB
berita
Dengan enam pembalap dalam tiga tim di MotoGP 2021, Ducati optimistis mampu merebut kemenangan dan podium.
BOLOGNA - Ducati bakal turun dengan enam pembalap dalam tiga tim untuk Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 mendatang.

Rata-rata usia pembalap Ducati pun turun drastis dari 29 tahun pada 2020 menjadi hanya 24,1 tahun musim depan. Dengan enam pembalap dalam tiga tim di MotoGP 2021, Ducati pun optimistis mampu merebut kemenangan dan podium.




Baca Juga :
- Tes MotoGP Sepang Dibatalkan, Begini yang Kata Alex Rins
- Lolos Tes Teori, Miguel Oliveira Bakal Mendapatkan SIM Motor


Untuk MotoGP 2021, Jack Miller dan Francesco ‘’Pecco’’ Bagnaia akan memperkuat tim pabrikan. Keduanya memang belum pernah memenangi lomba bersama Ducati.

Namun, Bagnaia hampir melakukannya saat finis di podium kedua di Misano 2020 lalu. Ia juga kampiun Moto2 2018.


Baca Juga :
- Harapan Alex Rins, Ambil Status Juara MotoGP dari Joan Mir
- ‘Saya sangat merindukan Marco Simoncelli’, Loris Capirossi Kenang Super Sic


Skuad satelit Ducati, Pramac Racing, akan diperkuat Johann Zarco dan Jorge Martin. Direktur Sports Ducati, Paolo Ciabatti, juga menaruh kepercayaan besar pada Zarco (30 tahun).

“Pramac ini memiliki kombinasi yang bagus. Pembalap dengan motivasi tinggi dipadu pembalap muda,” ujar Ciabatti.

Zarco, menurut Ciabatti, memiliki segudang pengalaman. Musim lalu, ia sudah menunjukkan bisa sukses bersama Ducati. Rekan setim Zarco, Jorge Martin, diyakini bakal mampu melakukan segalanya karena baru 22 tahun.

“Jangan lupakan skuad Esponsorama Racing. Mereka memiliki juara dunia dan runner-up Moto2 2020, Enea Bastianini (23 tahun) dan Luca Marini (23 tahun),” kata Ciabatti.

Selama ini, Ducati kerap mendapatkan banyak kritik untuk berbagai hal. Kini, mereka siap melakukan investasi dengan memberikan kesempatan besar kepada para pembalap muda.

Zarco menjadi yang tertua dengan 30 tahun. Miller berada di posisi berikutnya dengan 26 tahun. Namun, empat pembalap Ducati lainnya hanya berusia antara 22 sampai 23 tahun. Tak pelak, Ducati kini sedang membangun generasi pembalap masa depan.

Namun, bukan berarti mereka tidak memiliki masalah. Zarco bersinar di GP Rep. Ceko 2020 lalu dengan merebut pole position dan finis di P3. Namun, setelah itu performa pembalap asal Prancis itu angin-anginan.

Zarco finis P5 di Catalunya dan Teruel. Tetapi dari total 14 balapan musim lalu, Zarco tercatat enam kali finis 10 besar atau lebih buruk. Itu belum termasuk tiga kali retired.

“Dalam situasi tertentu, Zarco masih perlu belajar dan mendapatkan bantuan dari para teknisi. Misalnya terkait manajemen ban,” ujar Ciabatti.

“Zarco tipe pembalap cepat. Ia juga mampu membuktikan Ducati Desmosedici bisa bersaing di kualifikasi. Jika sudah mampu mengatur level keausan ban, Zarco saya pastikan bisa berkembang.”

Di MotoGP 2020 lalu, Ducati mampu memenangi dua balapan masing-masing lewat Andrea Dovizioso (GP Austria) dan Danilo Petrucci (GP Prancis). Setahun sebelumnya, 2019, Ducati merebut tiga podium utama lewat Dovi (dua) dan Petrucci (satu).

Bahkan, pada 2018, Ducati mampu tujuh kali menang dari 19 balapan MotoGP saat itu. Dovi dan Jorge Lorenzo masing-masing empat kali melakukannya.

Dengan tidak lagi diperkuat Dovizioso dan Petrucci, seperti apa peluang Ducati untuk memenangi balapan dan finis podium di MotoGP musim depan?

Usai sekali finis ketiga dan tiga kali podium kedua – dua dibuat beruntun pada balapan terakhir – Jack Miller dinilai matang untuk menjamin kemenangan buat Ducati. Bahkan, pabrikan asal Italia itu optimistis Miller mampu bersaing merebut gelar juara dunia.

“Tentu saja Miller dan Pecco, serta mungkin Zarco, bakal masuk perhitungan. Tapi, sebelumnya mereka harus mampu merebut kemenangan dan finis podium sebanyak mungkin dahulu,” tutur Ciabatti.

Ducati sepertinya siap menjadikan Jack Miller sebagai pembalap prioritas untuk merebut gelar. Setelah enam musim di MotoGP, pengalaman Miller dirasa lebih dari cukup.

“Tetapi jangan remehkan Pecco juga. Jika ia bisa mengulang performa impresif di Jerez dan Misano serta konsisten finis di depan, saya yakin Pecco memiliki potensi besar,” kata Paolo Ciabatti.

“Zarco akan turun dengan Desmosedici versi 2020. Itu akan membuat peluangnya lebih besar untuk finis di posisi bagus. Namun, kami belum bisa terlalu berharap banyak bagi dua rookie di Esponsorama Racing. Saya juga tidak mau terlalu menekan Martin di Pramac.”

I
Penulis
Igor Hakim