news
LIGA INGGRIS
Bukan Cedera Alasan Roger Federer Mundur dari Australia Open 2021
10 January 2021 19:00 WIB
berita
LUTUT BELUM PULIH - Bulan Desember lalu, petenis tunggal putra Roger Federer mengumumkan bahwa dia memilih mundur dari event Australia Open 2021 dikarenakan kondisi lututnya belum sepenuhnya pulih paska-operasi tahun lalu.
TERNYATA, alasan petenis Roger Federer mundur dari Australia Open 2021 bukan karena belum pulih dari cedera, tetapi karena ketidakpuasan atas aturan karantina penyelenggara turnamen.

Hal itu diungkapkan Direktur Relasi Pemain Tennis Australia, Andre Sa, dalam sesi wawancara pada hari Minggu (10/1).




Baca Juga :
- Australia Open: Otoritas Victoria Menolak Tuntutan Novak Djokovic untuk Meringankan Aturan Karantina
- Pacar Seksi Petenis Kontroversial Bernard Tomic Siap "Panaskan" Australia Open


“Alasan utamanya adalah karantina. Saya berbicara dengannya sebulan lalu dan dia punya dua pilihan. Dia bisa saja datang dengan seluruh keluarganya dan dikarantina.”

“Satu-satunya masalah adalah Mirka dan anak-anak tidak boleh bisa meninggalkan kamar. Mereka juga harus dikurung selama 14 hari. Satu-satunya pengecualian dalam hal isolasi adalah untuk para pemain. Federer bisa keluar untuk berlatih, tapi seluruh keluarganya tidak. Dan, Mirka tidak menyukai skenario ini.”


Baca Juga :
- Novak Djokovic Berbicara tentang Ritual yang Dia Praktikkan Setiap Pagi
- Australia Open Dilanda Krisis, 47 Pemain Harus Diisolasi Total hingga Seminggu sebelum Turnamen


Pilihan lainnya adalah Federer datang ke Melbourne seorang diri. Dalam kasus ini, dia akan menghabiskan setidaknya lima minggu jauh dari keluarganya. Dan, itu bukan persoalan yang mudah bagi maestro tenis Swiss tersebut.

“Roger mengatakan kepada saya, ‘Sobat, saya sudah 39 tahun, saya punya empat anak dan 20 Grand Slam. Dalam kasus saya, ini bukan lagi waktu untuk menghabiskan lima minggu jauh dari keluarga’. Jadi dia pun memilih mundur," kata Sa, seperti dikutip oleh Tennis World USA.

Sebelumnya, agen Roger Federer, Tony Godsick menyebut alasan bintang tenis itu memuturkan untuk tidak bermain pada Australia Open 2021 karena kurangnya kesiapan fisik setelah dua kali operasi lutut sepanjang tahun 2020.

Sanksi Langgar Karantina

Juga perlu diketahui para bintang tenis menghadapi ancaman denda 20 ribu dolar Australia – sekitar Rp282 juta – jika melanggar karantina selama Australia Open. Pilihan terburuknya, dideportasi!

Panitia Australia Open akan memberlakukan hukuman keras untuk kemungkinan pelanggaran karantina Covid-19, menurut ditulis jurnalis Luca Florino di akun Twitter-nya.

Menurut tweet itu, pemain yang melanggar aturan karantina akan dikenakan denda hingga maksimal 20 ribu dolar Australia.

Jika seseorang dari tim pemain melanggar aturan, sanksi tetap akan diberlakukan kepada sang pemain tenis tersebut.

Selain denda, pelanggaran juga dapat mengakibatkan si pemain diskualifikasi dari turnamen Australia Open, kehilangan hadiah uang, karantina berkepanjangan, isolasi di kamar hotel yang disediakan negara, serta penangkapan atau deportasi.

Para bintang tenis dunia akan tiba di Melbourne pada pertengahan Januari dan akan menjalani karantina wajib selama 14 hari. Australia Open akan digelar mulai 8 hingga 21 Februari.

N
Penulis
Nurul Ika Hidayati