news
BULUTANGKIS
Waduh..! 8 Pebulu Tangkis Indonesia Terlibat Match Fixing
08 January 2021 15:42 WIB
berita
Ilustrasi bulu tangkis. (Grafis Skor.id)
MALAYSIA - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengumumkan ada kasus pengaturan pertandingan yang melibatkan pebulu tangkis asal Indonesia.

Dalam rilis di laman resminya, BWF menyebut ada delapan pebulu tangkis Indonesia yang terbukti melanggar tata tertib federasi.




Baca Juga :
- Jadwal Final Thailand Terbuka: Indonesia versus Thailand, Berebut Hadiah Rp1 miliar
- Putri Jadi Korban, Tapi Pebulutangkis Indonesia Ini Tak Banding ke CAS


Para pemain tersebut terbukti melanggar regulasi terkait match fixing, pengaturan skor, hingga perjudian dalam bulu tangkis.

Mereka adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadilla Afni, Aditiya Dwiantoro, dan Agripinna Prima RP. 


Baca Juga :
- Viktor Axelsen Bicara Agenda Pribadi di 2021: Memulai Proyek Besar di Denmark
- Agnez Mo Berbagi Momen Bahagia Sang Sahabat Greysia Polii Lepas Masa Lajang


Kedelapan atlet yang saling mengenal satu sama lain itu, dikatakan BWF, lebih banyak bertanding di level rendah tur dunia. 

Dan, masih menurut BWF, aksi match fixing itu kebanyakan terjadi dalam turnamen yang berlangsung di Asia hingga tahun 2019.

"Kedelapan pemain itu telah menjalani larangan bertanding sejak Januari 2020 hingga keputusan diambil melalui proses dengar pendapat," tulis BWF, Jumat (8/1/2021).

BWF menegaskan telah melakukan investigasi dengan melibatkan berbagai pihak termasuk para pebulu tangkis lain.

Hasilnya dinyatakan bahwa 3 dari 8 tersangka pelanggar regulasi BWF tersebut dinyatakan bersalah dan dilarang bertanding seumur hidup.

Ketiga pemain itu terbukti mengorganisasi kegiatan pengaturan skor sehingga dilarang melakukan semua kegiatan yang berhubungan dengan bulu tangkis selamanya.

Sedangkan lima lainnya dilarang bertanding enam hingga 12 tahun dengan denda masing-masing 3.000 dolar AS (Rp42 juta) hingga 12.000 dolar AS (Rp168,31 juta).

BWF menegaskan bahwa kedelapan pemain tersebut memiliki kesempatan untuk melakukan banding atas putusan federasi melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Adapun batas akhir pengajuan banding tersebut adalah 12 hari sejak keputusan dari BWF tersebut diumumkan. (Any Hidayati/Skor.id)

R
Penulis
Rais Adnan
Editor in Chief Skor.id