news
LIGA SPANYOL
Sergio Ramos Kembali ke Ramon Sanchez Pizjuan dengan Segudang Kenangan
05 December 2020 01:06 WIB
berita
Kenangan masa lalu akan muncul kembali bagi kapten Real Madrid, Sergio Ramos, saat berhadapan dengan klub lamanya, Sevilla FC.-TopSkor.id/LaLiga-
SEVILLA - Kenangan masa lalu akan muncul kembali bagi kapten Real Madrid, Sergio Ramos, saat ia berhadapan dengan klub lamanya, Sevilla, pada pertandingan LaLiga di Sabtu malam nanti (5/12, 22:15 WIB) di Stadion Ramón Sánchez Pizjuán.

Pertandingan ini akan selalu istimewa bagi Ramos, yang memulai karirnya di Sevilla, dan terkadang memiliki hubungan yang rumit dengan klub asalnya sejak pergi ke ibu kota pada bulan Agustus 2005.




Baca Juga :
- Jose Mourinho Buka Situasi Rumit Gareth Bale di Tottenham Hotspurs
- Musim Keempat eLaLiga Santander pada EA SPORTS FIFA 21 Global Series Diluncurkan


Lahir di Camas, pinggran kota ibu kota Andalusia, Ramos bergabung dengan akademi Sevilla ketika masih kecil. Ia diprediksi akan meraih banyak kesuksesan berkat kombinasi bakat, teknik, dan fisik, dan ia mencatatkan debutnya di LaLiga pada usia 18 tahun pada April 2004 melawan RC Deportivo.

Ramos muda berhasil mengamankan posisi sebagai bek reguler bagi Sevilla pada akhir musim itu, dan rekan sekota, Jesús Navas, juga berhasil menembus tim utama di waktu bersamaan. Gol perdana Ramos di LaLiga dicetak pada bulan September, dalam kemenangan 2-1 atas Real Sociedad di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, dan pada bulan April ia mencetak gol jarak jauh saat Sevilla menahan imbang 2-2 klubnya saat ini, Real Madrid.


Baca Juga :
- Kiper Barcelona Marc Andre ter Stegen Kirimkan Pesan Usai Membawa Tim Catalan ke Final Piala Super Spanyol
- Zidane: Sabar untuk Melihat Versi Terbaik Eden Hazard, “Dia Perlu Memulihkan Kepercayaan Diri”


Sejak kepindahannya ke Madrid pada musim panas 2005, Ramos telah menghadapi Sevilla selama 27 kali di LaLiga, dengan 17 kemenangan bagi Los Blancos dan 10 kemenangan bagi Los Rojiblancos.

Gol perdana Ramos ke gawang Sevilla tiba di Stadion Bernabéu pada bulan Maret 2010, untuk membantu Real Madrid membalikkan ketertinggalan dari 0-2 menjadi 3-2. Ketika Los Blancos bertandang ke Sevilla pada bulan Mei 2011, pertandingan itu mungkin terasa pahit baginya saat ia mencetak gol pada kemenangan 6-2 bagi Madrid.

Ramos kurang menikmati kunjungannya ke Stadion Ramón Sánchez Pizjuán saat Real Madrid kalah dalam empat pertemuan beruntun di LaLiga sejak 2015/16 hingga 2018/19. Yang paling menyakitkan tentu gol bunuh diri pada bulan Januari 2018 saat Sevilla membalikan keadaan untuk menang 2-1, yang mengakhiri catatan 40 pertandingan tak terkalahkan Madrid saat itu. Di bulan yang sama, Ramos mencetak gol penalty dengan teknik ‘panenka’ di akhir pertandingan yang sangat seru meskipun berakhir imbang 3-3 dalam ajang Copa del Rey.

Ramos juga telah dua kali menghadapi Sevilla di Piala Super Eropa setelah Real Madrid menjuarai Liga Champions, dan Sevilla menjuarai Liga Europa. Los Blancos memenangkan kedua pertandingan tersebut, yakni di tahun 2014 dan 2017, dan ia mencetak gol penyeimbang di menit akhir untuk memaksa pertandingan diteruskan ke babak perpanjangan waktu di tahun 2017.

Dibalik seluruh drama yang ada, pemain yang saat ini berusia 34 tahun itu masih menjaga hubungan kuat dengan kota asalnya. Dalam beberapa tahun terakhir, ia membeli peternakan kuda dan rumah di pedesaan yang sering ia kunjungi bersama keluarganya. Ia juga dekat dengan Pelatih Sevilla saat ini, Julen Lopetegui, dimana mereka pernah bekerjasama di timnas Spanyol dan Real Madrid.

Pertandingan pada Sabtu malam nanti akan menjadi pertandingan yang emosional bagi Ramos, terutama ketika ia harus berhadapan dengan Jesús Navas, mantan rekan setimnya di Sevilla dan kompatriotnya di timnas. Persahabatan dari masa lalu dan kesetiaan akan terlupakan selama 90 menit, dan berdasarkan catatan sejarah, drama diprediksi juga akan terjadi di pertandingan ini.

I
Penulis
Igor Hakim