news
LIGA INGGRIS
Jose Mourinho vs Frank Lampard, antara Cinta dan Benci: Persahabatan Keduanya Telah Berakhir pada 2014 Silam
29 November 2020 16:17 WIB
berita
Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho (kiri) dan pelatih Chelsea, Frank Lampard -Topskor.id/Marca
LONDON - Malam ini, Chelsea dan Tottenham Hotspur akan bertemu dalam laga Liga Primer. Duel yang membuka peluang bagi kedua tim untuk memelihara peluang mereka meraih gelar Liga Primer.

Duel yang juga mempertemukan dua pelatih yang sudah sangat saling mengenal: Frank Lampard, pelatih Chelsea dan Jose Mourinho pelatih Tottenhamm Hotspur. Kali ini, pertemuan keduanya tentu tidak berada dalam tema sekadar reuni.




Baca Juga :
- Mentalitas Monster: Klopp Lakoni Pertandingan Ke-200 di Liga Premier Saat Lawan MU
- Gareth Bale Disebut seperti Pemandu Sorak di Bench Tottenham Hotspurs


Faktanya, hubungan baik keduanya sudah berakhir pada musim panas 2014 silam, saat koneksi keduanya dalam status antara pelatih dan pemain. Lampard ketika itu sudah dijual ke New York City.

Namun, ironisnya, New York City kemudian memutuskan untuk meminjamkan mantan gelandang timnas Inggris tersebut kepada Manchester City.


Baca Juga :
- Baru Satu Tahun, Bruno Fernandes Sudah Lewati Rekor Para Legenda Liga Premier
- Prediksi Berbatov: Man-United Akan Kejutkan Liverpool


Antara New York City dan Manchester City memang memiliki keterkaitan karena keduanya berasal dari kepemilikan yang sama.

Ketika itu, New York City memutuskan meminjamkan Lampard hingga musim berakhir. Pada periode kariernya bersama The Citizens sebagai pemain pinjaman, Lampard pun menghadapi Chelsea, mantan klubnya.

Yang menarik, pada laga 21 September 2014 tersebut, Lampard justru mampu mencetak gol ke gawang Chelsea.

Gol yang diciptakan Lampard pada menit ke-85 menggagalkan kemenangan Chelsea yang sempat unggul pada menit ke-71 melalui gol Andre Schuerrle.

Ketika itulah, momen saat Jose Mourinho memberikan batas, menutup "kisah cinta" antara dirinya dengan Lampard yang merupakan legenda hidup Chelsea.

"Dia adalah pemain Manchester City. Mungkin, saya terlalu pragmatis di sepak bola, tapi ketika dia memutuskan untuk menjadi pesaing Chelsea, kisah cinta ini telah berakhir," kata Jose Mourinho, saat itu.

Antara Lampard dan Jose Mourinho memang memiliki hubungan yang sangat spesial kehususnya pada musim pertama Jose Mourinho sebagai pelatih The Blues. Lampard merupakan gelandang yang menjadi salah satu kunci sukses Chelsea saat itu.

Bersama keduanya, Chelsea meraih dua gelar Liga Primer, lalu Piala FA, dan dua gelar Piala Liga Inggris antara 2004 dan 2007. Pada masa itu keduanya telah membangun hubungan yang sangat baik.

Sebenarnya, hubungan keduanya yang tidak lagi harmonis sudah dapat dilihat sejak September lalu. Pada laga 17 besar Piala Liga antara Tottenham dan Chelsae, terjadi ketegangan di pinggir lapangan dengan kata-kata yang mereka sampaikan satu sama lain.

Momen ketika Jose Mourinho (kanan) berdebat dengan Frank Lampard (kiri) di pinggir lapangan pada September lalu.

 

Malam ini, mereka akan bertemu lagi di Stadion Stamford Bridge. Baik Chelsea dan Tottenham sama-sama mengawali musim ini dengan performa yang mengesankan.

Chelsea contohnya. Sejak kalah dari Liverpool pada pekan kedua musim ini yaitu 20 September 2020 lalu, mereka tidak pernah lagi terkalahkan dalam tujuh laga selanjutnya di Liga Primer.

Termasuk meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir yaitu mengalahkan Burnley, Sheffield United, dan Newcastle United.

Sedangkan Tottenham di bawah Mourinho musim ini pun lebih baik lagi. Mereka sudah tidak terkalahkan sejak pekan kedua (8 pertandingan beruntun), empat laga terakhir di antaranya menang, termasuk mengalahkan Manchester City, pekan lalu.

Dengan hasil impresif yang diraih keduanya pada musim ini, wajar jika kemudian mulai terbentuk persaingan antara Lampard dan mantan pelatihnya tersebut.

Mourinho sendiri menyatakan dirinya tidak lagi merasakan emosional yang besar, meski harus kembali ke tempat yang sudah dikenalnya dalam laga nanti.

"Saya meninggalkan Chelsea pada 2014 dan hidup saya ke arah yang berbeda. Dan, ketika Anda seorang profesional ANda secara umum begitu sibuk dalam dan membuat sebuah hubungan menjadi berubah," kata Mourinho.

Sedangkan Lampard menilai laga ini dengan melihat dari sisi teknis. "Saya tidak memiliki apapun di kepala saya karena kami mengalahkan mereka (Tottenham) dua kali pada musim lalu," kata Lampard.

"Saya mengharapkan sebuah pertandingan yang menarik karena Tottenham kini merupakan tim yang kuat dan semakin komplet," kat Lampard.

Sedangkan hubungannhya dengan Mourinho, dia menilai bahwa semuanya masih bagus.

"Ketika masing-masing dari kami melatih sebuah klub besar yang justru menjadi rival, hubungan kami memang menjadi berbeda. Tapi, saya tidak punya masalah dengan dirinya," kata Lampard.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat