news
LIGA SPANYOL
Mengenang Warisan Diego Maradona di LaLiga
29 November 2020 01:03 WIB
berita
Maradona menghabiskan sebagian besar karirnya di LaLiga bersama FC Barcelona, Sevilla FC, dan Granada CF.-TopSkor.Id/LaLiga
BARCELONA - Dunia sepak bola dilanda kabar duka pada Rabu malam ketika Diego Maradona meninggal di usia 60 tahun. Di Spanyol, kesedihan ini terasa mendalam karena Maradona meninggalkan warisan yang luar biasa di LaLiga.

LaLiga adalah tempat Maradona pertama kali merasakan sepak bola Eropa, setelah bergabung dengan Barcelona dari Argentinos Juniors dan Boca Juniors dengan harga 7,6 juta euro, rekor pada masa itu. Joan Gaspart, wakil presiden Barcelona saat itu, mengungkapkan bahwa direktur-direktur Barça harus pergi ke Argentina menggunakan tank untuk mengontrak Maradona, dengan alasan keamanan.




Baca Juga :
- Real Madrid Yakin PSG Patok Harga Rp2,5 Triliun untuk Mbappe, Mereka Tak Mampu
- ‘Ronaldo Bergaul, Tidak seperti Messi!’ Arthur Lebih Suka CR7 Ketimbang La Pulga


Mengambil Maradona dari fans setianya di Argentina sangatlah berat, namun semua itu setimpal. Barcelona mendatangkan pemain luar biasa. Permasalahan kebugaran membuat Maradona tak bermain sebanyak yang diharapkan, namun ia selalu bermain impresif ketika diturunkan.

Maradona bahkan memukau para penonton di Bernabéu, stadion milik rival Barcelona, Real Madrid. Maradona diberikan standing ovation oleh para pendukung Madrid berkat aksi luar biasanya ketika memberi asis kepada Juan José untuk membobol gawang Los Blancos.


Baca Juga :
- Sekarang, Hanya Gil Manzano yang Telah Mengkartu Merah Tridente Barcelona: MSN
- Bintang Barcelona Lionel Messi Hadapi Skorsing 12 Pertandingan


“Saya ingat satu sesi latihan bersamanya, ketika seluruh skuad terpukau dengan aksinya, dan kami hanya bisa diam menyaksikannya,” kata Lobo Carrasco, salah satu rekan setim Maradona di Barcelona ketika itu.

Setelah meninggalkan Barcelona di tahun 1984 untuk pindah ke Napoli, Maradona kembali ke Spanyol di tahun 1992. Kali ini ia menandatangani kontrak bersama Sevilla FC dan reuni dengan Carlos Bilardo, yang melatih timnas Argentina ketika menjuarai Piala Dunia Meksiko 1986.

Maradona memang hanya bermain satu musim di Sevilla, namun musim 1992/93 adalah musim yang paling dikenang oleh para Sevilistas. Di pertandingan pertama di Stadion Ramón Sánchez-Pizjuán, Maradona mencetak gol satu-satunya dalam kemenangan 1-0 Sevilla atas Real Zaragoza.

Di Sevilla, kemampuan Maradona telah memudar, dan bahkan sudah jarang bermain sejak setahun sebelum ia bergabung dengan klub Andalusia tersebut, namun nama besarnya masih membawa berkah tersendiri. Para penggemar rela datang lebih awal ke stadion hanya untuk menyaksikannya pemanasan, dan Maradona juga memberikan dampak signifikan terhadap pemain muda di klub tersebut, seperti Diego Simeone dan Monchi, yang sekarang menjabat sebagai Direktur Olahraga Sevilla FC.

“Ia sangat membantu saya di Sevilla,” kenang Simeone. Sementara itu, Monchi sering menceritakan kemurahan hati Maradona: “Suatu hari saya sedang berjalan bersama Maradona, dan ia menyadari jam Rolex yang saya pakai adalah palsu. Lalu, suatu hari selepas latihan, ia menyuruh saya untuk menunggunya, dan ia memberikan saya jam Cartier agar saya tak mengenakan jam palsu lagi.”

Maradona ingin bertahan di Sevilla untuk lebih lama lagi, dan ia bahkan membawa beberapa mobil favoritnya ke Sevilla. Namun di akhir musim 1992/93, ia kembali ke Argentina.

Di Spanyol, Maradona tak hanya meninggalkan warisan di klub Barcelona dan Sevilla, ia juga memukau penggemar di Barcelona dan Alicante, kota dimana Argentina bermain di Piala Dunia 1982. Di tahun 1987, Maradona bahkan sempat bermain untuk Granada dalam pertandingan persahabatan melawan klub Swedia, Malmö, bersama saudara-saudaranya, Hugo dan Lalo, yang baru saja didatangkan oleh Granada. Pertandingan itu menjadi satu-satunya pertandingan dimana Maradona bermain bersama saudara-saudaranya dalam tim yang sama.

Meskipun hanya menghabiskan waktu singkat di Spanyol, Maradona memberikan dampak signifikan, dengan mencetak 27 gol dari 62 pertandingan dan menjuarai Copa del Rey, Copa de LaLiga, dan Piala Super Spanyol. Warisannya akan terus dikenang di Barcelona, Sevilla, dan seluruh dunia.

I
Penulis
Igor Hakim