news
UMUM
Bagus Kahfi Luapkan Kekecewaan, Kode Gagal Gabung FC Utrecht
28 November 2020 11:45 WIB
berita
Amiruddin Bagus Kahfi - Jessica Margaretha
BANJARMASIN -- Amirrudin Bagus Kahfi memberikan isyarat dirinya gagal bergabung ke FC Utrecht dengan meluapkan kekecewaannya.

Saga kepindahan Bagus Kahfi dari Barito Putera ke FC Utrecht (untuk tim muda, Jong FC Utrecht) kini telah mencapai puncaknya.




Baca Juga :
- Kiper Persib Muhammad Natshir Kembali ke Merumput, Ia Dicoba Dimainkan di Posisi Lain
- Bola Jumat Keramat: Membedah 18 Klub Liga 1, Bagaimana Jadi Profesional Seutuhnya (Jilid 1)


Pada akhirnya, Bagus Kahfi sepertinya gagal melanjutkan kariernya di FC Utrecht, atau tetap menjadi bagian di Barito Putera.

Kepastian transfer yang gagal itu tergambar dari luapan kekecewaan yang ditunjukkan Bagus Kahfi melalui Instagram pribadinya.


Baca Juga :
- AFC Umumkan Pembatalan Piala Asia U-16 dan U-19
- “Terima Kasih Campos”, Meskipun Singkat Borneo FC Puas dengan Kinerja Penyerang Brasil yang Pamit


"Karena hal yang saya tidak mengerti, mimpi saya harus terhenti," tulis penyerang berambut kribo itu di unggahannya, Sabtu (28/11/2020) dini hari WIB.

"Janji, janji, janji. Sayang kali ini tidak berarti," ia menambahkan, sambil menyertakan foto kala terkena cedera di tim Garuda Select.

Sebelumnya, seperti yang diberitakan Skor.id, FC Utrecht memberikan jangka waktu terakhir bagi Bagus Kahfi terkait proses kepindahannya.

Sang pemain harus bisa memastikan bahwa dirinya sudah mendapatkan surat keluar dari Barito Putera pada Jumat (27/11/2020).

Namun hingga lewat deadline, transfer sepertinya urung terjadi, meski belum ada pernyataan resmi dari Barito Putera terkait hal ini.

Sementara itu, pada Instagram Story, Bagus Kahfi mengunggah ulang postingan lamanya, dengan menuliskan "28 Februari 2020".

Pada unggahan itu, ia menjelaskan kondisi dan keinginannya bermain di Eropa. Di dalamnya ada sikap Barito Putera, yang kini seolah berbanding terbalik. 

Kala itu dipaparkan Barito Putera tidak akan menghalangi Bagus Kahfi berkarier di Eropa, tapi kini sepertinya belum bisa terealisasi.*

T
Penulis
Taufani Rahmanda