news
LIGA SPANYOL
Valencia vs Atletico Lebih dari Sekedar Tiga Poin
28 November 2020 00:49 WIB
berita
Valencia melawan Atletico jadi laga yang sarat gengsi.-TopSkor.Id/LaLiga-
VALENCIA - Saat Diego Simeone mengambil alih kepelatihan Atlético Madrid pada tahun 2011, hanya Valencia CF yang menjadi penantang gelar melawan FC Barcelona dan Real Madrid sebagai dua klub raksasa yang terus memperebutkan gelar LaLiga Santander.

Pelatih asal Argentina itu tiba di Los Colchoneros dengan tujuan mengembalikan klub kembali ke kejayaannya dalam sejarah dan kasta sosial. Tujuan tersebut pada awalnya dapat diartikan merebut posisi ketiga yang ditempati Valencia CF di klasemen dengan jarak 13 poin dari Atlético Madrid di peringkat 10 saat Simeone tiba.




Baca Juga :
- Real Madrid Yakin PSG Patok Harga Rp2,5 Triliun untuk Mbappe, Mereka Tak Mampu
- Sekarang, Hanya Gil Manzano yang Telah Mengkartu Merah Tridente Barcelona: MSN


Pada musim 2013/14, Simeone membawa Atleti merebut gelar liga, dan berhasil menuntaskan misinya. Dengan pencapaian tersebut, Atlético Madrid dan Valencia menjadi dua klub yang memenangkan LaLiga selama 20 tahun terakhir diluar Barcelona dan Real Madrid.

Keduanya menyadari bahwa LaLiga Santander musim ini menjadi musim paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir, dengan absennya tim yang difavoritkan menjadi juara, dan kedua klub menyadari bahwa ini adalah tahun yang tepat untuk merebut gelar.


Baca Juga :
- Bintang Barcelona Lionel Messi Hadapi Skorsing 12 Pertandingan
- Bergabungnya David Alaba ke Real Madrid, Tidak Secara Langsung Terkait Sergio Ramos


Oleh karena itu, pertemuan antara Valencia dan Atlético Madrid di Stadion Mestalla pada hari Sabtu nanti (28/11, 22:15 WIB) menjanjikan sebuah pertandingan istimewa, terutama karena situasi telah berubah sejak Natal tahun 2011. Saat ini, Valencia menjadi klub yang berusaha untuk kembali ke masa kejayaannya, sementara Atlético Madrid sedang berjaya, terutama setelah kemenangannya atas FC Barcelona pada pekan lalu. Atleti menyadari bahwa mereka sering bermain baik saat bertamu ke Stadion Mestalla.

Kandang Valencia selalu menjadi salah satu stadion paling sulit bagi tim yang memperebutkan gelar, namun itu tidak berlaku bagi Simeone dan tim asuhannya.

Sejak kalah pada tahun 2014, Atleti telah meraih dua pertandingan dan tiga hasil imbang pada lima pertemuan terakhir mereka di Stadion Mestalla. Namun, mereka belum pernah bertamu ke Stadion Mestalla dengan kondisi Valencia yang sangat membutuhkan poin, dan Los Che merupakan tim yang biasanya bermain baik saat dalam tekanan. Semakin besar ancaman, semakin baik mereka bermain.

Seperti yang mereka tunjukan pada hari Minggu lalu, saat mengalahkan Deportivo Alavés 2-0. Dengan demikian, keduanya mempunyai kepercayaan diri tinggi untuk mendapatkan hasil positif pada pertandingan tersebut.

Kembalinya Kondogbia ke Mestalla

Kurang dari sebulan sejak Geoffrey Kondogbia pindah ke Atlético, namun kepergian Thomas Partey ke Arsenal di hari terakhir bursa transfer memaksa Atleti untuk merekrut penggantinya, dan pilihan jatuh kepada Kondogbia, seorang gelandang dengan segudang pengalaman di LaLiga Santander. Meskipun dulunya menjadi pemain utama di Valencia, ia menginginkan tantangan baru dan pindah ke ibukota Spanyol dengan biaya sekitar 10 juta euro.

Simeone langsung menurunkan gelandang tersebut pada pertandingan melawan Cádiz, dan Kondogbia akan berusaha untuk menjadi pilihan utama secepat mungkin. Sudah dipastikan ia akan mendapat banyak sorakan saat kembali ke Mestalla setelah ia pindah, namun jika sang pemain mampu mengacuhkannya, tidak diragukan lagi bahwa ia akan memberikan dampak besar pada pemainan Atleti dalam jangka pendek serta menengah.

João Félix dan Gonçalo Guedes, dua penyerang asal Portugal yang serba bisa

Akan ada pertarungan menakjubkan pada pertandingan ini saat dua pemain muda terbaik Portugal berhadapan satu sama lain. Namun, João Félix dan Gonçalo Guedes mengalami awal musim yang berbeda. Félix berhasil memulai musim keduanya bersama Rojiblancos dengan sukses dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di liga, sementara Guedes lebih sering duduk di bangku cadangan akhir-akhir ini.

Luis Suárez dan Maxi Gómez, mesin pencetak gol asal Uruguay

Apabila kedua penyerang asal Portugal tidak mampu mencetak gol, baik Valencia maupun Atlético Madrid memiliki penyerang tengah asal Uruguay yang mampu diandalkan.

Luis Suárez dan Maxi Gómez adalah dua pemain yang hidup untuk mencetak gol, dan mereka akan lebih termotivasi dari sebelumnya. Suárez sebelumnya dinyatakan positif COVID-19 dan harus melewatkan kemenangan Atleti atas Barcelona, sehingga ia sangat ingin kembali ke lapangan dan kembali mencetak gol.

Pertandingan ini juga sama pentingnya bagi Gómez, yang baru saja sembuh dari cedera untuk menunjukan bahwa Valencia masih memiliki peluang juara. Dengan segala motivasi tersebut, dapat dipastikan bahwa pertandingan nanti akan lebih dari sekedar memperebutkan tiga angka di Stadion Mestalla pada Sabtu nanti.

I
Penulis
Igor Hakim