news
LIGA 1
Bhayangkara FC Menjadi Milik Masyarakat Solo
26 November 2020 23:08 WIB
berita
CEO Bhayangkara FC Irjen Pol. Istiono/ Foto Taufan Bara Mukti/ Skor id
CEO Bhayangkara FC, Irjen Pol. Istiono, mengungkapkan alasannya memindahkan homebase tim dari Jakarta ke Solo.

Menurut Istiono, regulasi memusatkan kompetisi Liga 1 2020-2021 di Pulau Jawa membuat Solo menjadi strategis.




Baca Juga :
- Asnawi Mangkualam Akan Dikontrak 1 Tahun oleh Klub Korea Selatan
- Liga 1 dan Liga 2 2020 Resmi Diputuskan Batal dan Tanpa Juara


Sementara itu Bhayangkara FC juga melihat potensi suporter sepak bola yang ada di Kota Solo.

Bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Bhayangkara FC meresmikan kepindahan tersebut melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), pada Kamis (26/11/2020).


Baca Juga :
- Kiper Persib Muhammad Natshir Kembali ke Merumput, Ia Dicoba Dimainkan di Posisi Lain
- Bola Jumat Keramat: Membedah 18 Klub Liga 1, Bagaimana Jadi Profesional Seutuhnya (Jilid 1)


Dari banyaknya kota yang ada di Indonesia, Solo yang akhirnya dipilih Bhayangkara FC untuk menjadi kandang di Liga 1 2020-2021.

Chief Executive Officer (CEO) Bhayangkara FC, Irjen Pol. Istiono, mengungkapkan bahwa pemilihan Solo terjadi setelah melalui pertimbangan matang.

"Rekomendasi PSSI tentang Liga 1 2020-2021 di tengah pandemi ini adalah kompetisi dipusatkan di Pulau Jawa, agar tidak perlu melakukan penerbangan. Itu juga kebijakan pemerintah yang harus direspons cepat," ujar Istiono kepada wartawan, Kamis (26/11/2020).

"Di Yogyakarta ada delapan klub Liga 1 yang bermarkas di sana, Bhayangkara FC jadi tim terakhir yang baru melakukan perpindahan," Istiono menambahkan.

Selain itu, Solo yang terletak di tengah Pulau Jawa juga memudahkan Bhayangkara FC dalam melakoni laga tandang ke Jawa Timur, Jawa Barat, atau DKI Jakarta.

Perjalanan bisa ditempuh melalui jalur darat dan jaraknya pun tak terlalu jauh.

Faktor suporter juga menjadi alasan Bhayangkara FC memilih Solo sebagai tempat tujuan. Fanatisme pecinta sepak bola di Kota Bengawan cukup tinggi sehingga bisa berdampak pada laga kandang The Guardian, julukan Bhayangkara FC.

Meski, kehadiran suporter baru diizinkan ketika pandemi Covid-19 mereda dan pemerintah mencabut larangan keramaian.

Bhayangkara FC juga berencana mengubah nama menjadi Bhayangkara Solo FC pada launching tim yang digelar besok, Jumat (26/11/2020).

"Perubahan ini dilakukan agar Bhayangkara FC menjadi milik masyarakat Solo. Kami ingin memajukan olahraga di wilayah Solo," ucap Istiono.

Istiono menambahkan, kepindahan Bhayangkara FC ke Solo tak hanya untuk musim ini saja. Kakorlantas Polri itu mengungkapkan bahwa musim depan timnya akan tetap di Solo.*TAUFAN BARA MUKTI/SKOR.ID

R
Penulis
Rizki Haerullah