news
LIGA 1
Persija Tak Bisa Menahan Pemainnya Keluar karena Tidak Yakin Liga 1 Bisa Berputar Kembali
26 November 2020 23:03 WIB
berita
Direktur Persija Jakarta Ferry Paulus/ Foto Nizar Galang/ Skor
 

PERSIJA Jakarta bersikap realistis jika pemainnya banyak dibidik klub luar negeri.




Baca Juga :
- Asnawi Mangkualam Akan Dikontrak 1 Tahun oleh Klub Korea Selatan
- Liga 1 dan Liga 2 2020 Resmi Diputuskan Batal dan Tanpa Juara


Setidaknya ada sekitar lima hingga enam pemain Persija yang berpeluang main di luar negeri.

Direktur Persija Jakarta, Ferry Paulus, menyatakan tak akan menahan pemain karena menyangkut hajat hidup mereka.


Baca Juga :
- Kiper Persib Muhammad Natshir Kembali ke Merumput, Ia Dicoba Dimainkan di Posisi Lain
- Bola Jumat Keramat: Membedah 18 Klub Liga 1, Bagaimana Jadi Profesional Seutuhnya (Jilid 1)


Dalam beberapa pekan terakhir, isu "bedol desa" para pemain sepak bola Indonesia hijrah ke klub luar negeri semakin berembus kencang.

Ketidakpastian lanjutan kompetisi sepak bola di Tanah Air menjadi faktor utamanya. Para pemain yang memang sangat mengandalkan pemasukan dari gaji sebagai pesepak bola tentunya butuh kejelasan.

Terlebih bagi pemain yang tak ingin kariernya jalan di tempat akibat ketidakjelasan kompetisi.

Persija Jakarta, dikabarkan menjadi salah satu tim yang pemainnya banyak diincar oleh klub luar negeri, utama dari negara-negara Asia Tenggara.

Setidaknya, menurut pandangan Skor.id ada lima pemain yang berpeluang melanjutkan kiprah mereka di klub luar negeri.

Ryji Utomo menjadi yang terdepan dalam daftar ini, berdasarkan berbagai alasan.

Utamanya, usianya masih 25 tahun dan sudah sangat matang sehingga layak berkarier di luar negeri. Kesiapan fisik dan mental Ryuji diyakini menjadi nilai lebih sang pemain.

Kemudian ada nama Rezaldi Hehanussa, yang belakangan dikaitkan dengan klub asal Thailand. Lalu Riko Simanjuntak, Osvaldo Haay, dan Evan Dimas Darmono.

Pemain yang baru dinaturalisasi yakni Marc Klok, juga masuk bidikan karena telah berstatus pemain Asia Tenggara meskipun berdarah Eropa.

Melihat sejumlah pemainnya menjadi bidikan, Direktur Persija, Ferry Paulus, mengatakan pihaknya bersikap realistis. Menurutnya, ketidakpastian Liga 1 menjadi alasan utama.

Ferry menyangsikan Liga 1 yang dijadwalkan dimulai awal Februari 2021 benar-benar bisa diputar kembali. Ferry sendiri melihat Persija tidak terlalu yakin liga bisa diputar kembali.

"Ya Persija juga harus realistis. Pertama kaitannya dengan kick-off pada bulan Februari, Persija sendiri belum terlalu yakin apakah itu akan betul-betul bisa dilanjutkan," kata Ferry Paulus saaf ditemui usai bermain sepak bola bersama wartawan di Komplek GBK, Kamis (26/11/2020).

"Jika betul itu memang kick-off tentunya kami akan tahan pemain-pemain yang diincar itu," ucap Ferry.

Pria asal Manado, Sulawesi Utara, tersebut mengatakan Persija tak bisa menahan para pemain karena menyangkut soal hajat hidup mereka.

Terlebih, para pemain itu juga meminta kepastian lantaran bursa transfer di beberapa kompetisi negara Asia Tenggara akan ditutup pada awal Februari.

"Tapi ada kendala lain kaitannya dengan penutupan pendaftaran pemain di beberapa liga ASEAN yang rata-rata mereka awal Februari, sementara jika kami nanti menunggu ya bahaya sekali buat pemain," lelaki yang akrab disapa FP itu melanjutkan.

"Jadi Persija realistis melihat kondisi itu meski pemain itu masih ada terikat kontrak atau yang sudah habis kontraknya tahun ini ya tetap kami memberikan keleluasaan kepada semua pemain win-win solusi terutama untuk kepentingan dapurnya pemain sendiri," FP memungkasi.*

R
Penulis
Rizki Haerullah