news
UMUM
Cocomeo Dicecar 17 Pertanyaan di Ruang Ditreskrimsus Polda Metro Jaya
24 November 2020 17:01 WIB
berita
Erwiyantoro alias 'Cocomeo Cacamarica' bersama pengacara Sugeng Teguh Santoso SH, keluar dari ruang pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya
JAKARTA - Sekitar pukul 14.50 WIB, Erwiyantoro alias 'Cocomeo Cacamarica' bersama pengacara Sugeng Teguh Santoso SH, keluar dari ruang pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

"Ada 17 pertanyaan yang disampaikan oleh penyidik kepada klien kami. Tapi dari keseluruhan, lebih mengerucut tentang nilai "700 Juta" yang tertulis di artikel Facebook Cocomeo Cacamarica," kata Sugeng Teguh Santoso SH, di halaman parkir Polda Metro Jaya, Selasa (24/11/2020) sore.




Baca Juga :
- Klub Rugi Finansial, Persebaya Minta PSSI dan LIB Tegas Hentikan Kompetisi 2020
- Urung Ujicoba di Spanyol, Timnas U-19 Indonesia Pulang Besok


Joseph Erwiyantoro atau Toro pemilik akun Facebook "Cocomeo Cacamarica", sejak pukul 11.00 WIB menjalani proses penyidikan sebagai saksi terlapor.

Wartawan sepak bola senior itu dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya oleh Agustinus Eko Rahardjo atas dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik yang dilakukan oleh Joseph Erwiyantoro dalam tulisan yang dipostingnya pada Juni 2020 di akun Cocomeo Cacamarica dengan judul "Banyak Semut Rangrang, Karyawan Lupa Digaji".


Baca Juga :
- Mantan Asisten Pelatih Arema Calonkan Diri Jadi Ketua Umum PSSI Askab Malang
- Magis Khairul Imam Zakiri, Jebolan ASIOP dan Liga TopSkor yang Jadi Sorotan Shin Tae-yong


Menurut Sugeng Teguh Santoso, penyidik yang melakukan pemeriksaan adalah Brigadir Radinal Arfani SH, menyarankan masalah pelaporan ini diselesaikan secara kekeluargaan.

"Karena ternyata klien kami mengenal baik pelapor. Bahkan pelapor pernah minta bantuan untuk didukung menjadi tim media di organisasi PSSI yang diketuai Iwan Bule," kata Sugeng.

Tentang nilai "700 Juta" yang ditulis akun Cocomeo di postingannya, menurut Sugeng data tersebut bisa dipertanggungjawabkan. 

"Klien kami akan memberi jawaban jika dibutuhkan. Data soal angka itu didapat dari orang dalam PSSI. Yang pasti, sebagai penulis, klien saya yang lama jadi wartawan tidak mengarang soal data itu," ujarnya.

Setelah pemanggilan hari ini, Sugeng akan menunggu panggilan berikutnya. Namun, dia sependapat dengan penyidik pemeriksa agar menyelesaikan kasus secara kekeluargaan.*

news
Penulis
Suryansyah