news
UMUM
PSSI Rilis Kebijakan Baru Penggajian Pemain Liga 1 dan Liga 2
17 November 2020 14:43 WIB
berita
Ketum PSSI Komjen Pol (Purn) M Iriawan/ Foto PSSI
PSSI telah merilis Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/69/XI/2020 tentang Penundaan Kompetisi Tahun 2020 yang ditandatangani oleh Ketua Umum PSSI Komjen Pol (Purn) Mochamad Iriawan, Senin (16/11/2020).

SK PSSI ini telah dikirimkan kepada klub-klub Liga 1 dan Liga 2.




Baca Juga :
- Liga 1 dan Liga 2 2020 Resmi Diputuskan Batal dan Tanpa Juara
- Kiper Persib Muhammad Natshir Kembali ke Merumput, Ia Dicoba Dimainkan di Posisi Lain


Dalam SK tersebut, terdapat enam poin yang membahas penundaan kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 musim 2020.

Pada poin kedua misalnya, PSSI menjelaskan bahwa kompetisi akan mulai digelar pada Februari 2021.


Baca Juga :
- Bola Jumat Keramat: Membedah 18 Klub Liga 1, Bagaimana Jadi Profesional Seutuhnya (Jilid 1)
- PSG Pati Hadirkan Tim Esports Pertama dari Liga 2


Namun demikian, belum ada penjelasan rinci perihal waktu yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan kompetisi tersebut.

Selain itu pula, tak ada ketentuan yang secara spesifik membahas format penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2.

Sementara itu, dalam poin ketiga, penyelenggaraan Liga 3 2020 akan dilakukan setelah Liga 1 dan Liga 2 selesai bergulir.

Adapun ketentuan pembayaran gaji pemain selama bulan Oktober hingga Desember 2020 diterangkan dalam poin keempat.

Dalam poin tersebut dijelaskan bahwa pihak klub hanya diwajibkan untuk membayar maksimal 25 persen gaji pemain sesuai dengan nilai kesepakatan awal yang tertuang dalam perjanjian kontrak.

Sementara ketentuan pembayaran gaji pemain, pelatih, dan ofisial, saat kompetisi berjalan juga dijelaskan PSSI, yakni dalam poin kelima SKEP tersebut.

Ketentuannya, klub Liga 1 wajib membayar gaji sebesar 50 persen dari angka kesepakatan dalam perjanjian kontrak awal.

Sementara klub Liga 2 diharuskan membayar gaji pemain, pelatih, dan ofisial sebesar 60 persen dari nilai kontrak awal, atau sekurang-kurangnya di atas Upah Minimum Regional (UMR).

Ketentuan penggajian ini berlaku mulai satu bulan sebelum kompetisi bergulir, hingga kompetisi berakhir.*ADIF SETIYOKO/04

 

Berikut ketetapan yang disampaikan PSSI melalui SKEP/69/XI/2020:

1. Menetapkan penundaan kompetisi Liga 1 tahun 2020 dan pelaksanaan Liga 2 tahun 2020;

2. Pelaksanaan kompetisi sebagaimana tercantum pada ketetapan pertama adalah pada bulan Februari 2021 dengan memperhatikan ketentuan protokol kesehatan Covid-19 yang ditetapkan oleh Pemerintah;

3. Kompetisi Liga 3 tahun 2020 akan dimulai setelah pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 tahun 2020 sebagaimana ketetapan kedua telah terpenuhi;

4. Berdasarkan ketetapan pertama dan kedua, dikarenakan kompetisi tidak dapat dimulai akibat pandemi Covid-19 belum mereda sebagaimana ketetapan pemerintah, maka klub dapat menerapkan kebijakan pembayaran gaji pemain, pelatih, dan ofisial, mulai bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2020 dengan pembayaran maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera dalam Perjanjian Kerja sampai dengan dimulainya kompetisi;

5. Apabila kompetisi telah efektif untuk dapat dimulai, maka klub Liga 1 dan Liga 2 dapat melakukan kesepakatan ulang bersama dengan pelatih dan pemain atas penyesuaian nilai kontrak pada Perjanjian Kerja yang telah disepakati dan ditandatangani sebelumnya, yaitu perubahan nilai kontrak untuk Liga 1 dengan kisaran 50 persen dan Liga 2 dengan kisaran 60 persen dari total nilai kontrak atau sekurang-kurangnya di atas Upah Minimum Regional yang berlaku di masing-masing domisili klub, dan akan diberlakukan 1 (satu) bulan sebelum kompetisi dimulai sampai dengan berakhirnya kompetisi dimaksud;

6. Hal-hal yang belum termasuk dalam Surat Keputusan ini tentang penundaan pelaksanaan kompetisi tahun 2020 akan diatur kemudian dalam ketentuan terpisah. Surat Keputusan ini mulai berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan, dengan keputusan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini, maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya;

R
Penulis
Rizki Haerullah