news
MOTOGP
Firasat Buruk Fabio Quartararo soal Yamaha YZR M1
17 November 2020 01:08 WIB
berita
Menurut pembalap Petronas Yamaha SRT tersebut, firasat buruk sudah dirasakan sejak sebelum hari balapan.-TopSkor.Id/MotoGP-
VALENCIA - Fabio Quartararo mengungkapkan kesialan yang ia alami sepanjang balapan di MotoGP Valencia 2020 pada Minggu (15/11/2020).

Sebelum mengalami crash dan gagal finis di Sirkuit Ricardo Tormo, pembalap Petronas Yamaha SRT tersebut mengaku telah merasakan firasat buruk sebelum balapan.




Baca Juga :
- Tak Tampil pada MotoGP 2020, Marc Marquez Difavoritkan untuk Musim Depan
- ‘Saya Mengurangi Kecepatan pada Latihan dan Tes Rider’, Jorge Lorenzo Ungkap Ada dua Orang yang Ingin Menyingkirkannya


Baginya, tidak ada lagi ikatan batin yang kuat antara dirinya dan motor Yamaha YZR M1 sejak balapan di Sirkuit Le Mans pada MotoGP Prancis 2020, 11 Oktober lalu.

Dominasi Yamaha YZR M1 miliknya, menurut Fabio Quartararo, hanya bertahan di awal musim saja dan kini semua telah berakhir.


Baca Juga :
- Valentino Rossi Tak Akan Berpartispasi di ACI Rally Monza, Ini Alasannya
- Tanpa Marc Marquez, Honda Tak Berdaya di MotoGP 2020


"Akhir pekan ini sangat sulit untuk kami. Saya tidak tahu harus bilang apa. Sejak balapan di Le Mans saya sudah hilang rasa dengan motor ini," ujar pembalap asal Prancis tersebut dilansir dari Speedweek.

"Kami sudah coba mencari solusi untuk kembali balapan bagus di lintasan. Kami ternyata hanya kompetitif di Jerez dan Barcelona. Kami memiliki banyak masalah di sirkuit lainnya. Saya sudah latihan keras selama pandemi sehingga bisa beradaptasi lebih cepat di awal musim ketimbang pembalap lain."

"Namun, sekarang kemenangan sudah menjauh. Kami hanya berada di posisi ke-10 atau ke-12. Kondisi ini membuat frustrasi dan tidak cukup baik," Fabio Quartararo menjelaskan.

Di MotoGP Valencia kemarin, Quartararo mengatakan bahwa firasat buruk sudah menghantuinya sejak sebelum race day.

Dan firasat itu menjadi kenyataan dengan hampir menabrak Maverick Vinales kemudian mengalami crash di tikungan enam lap ke-8, sehingga impian juara dunia MotoGP 2020 pupus begitu saja.

"Hampir saja. Saya sudah ada firasat buruk sebelum balapan dan ternyata kejadian di tikungan keenam," ucap Quartararo.

 

"Kami sudah dua pekan di Valencia dan tidak ada perubahan sama sekali. Tidak ada perubahan dalam motor kami. Mungkin kami memang harus menggunakan setelan dasar ke depannya."

"Saya memang tidak terlalu frustrasi dibandingkan Yamaha sendiri. Pasalnya, ketika Anda berharap motor anyar akan tampil lebih baik, nyatanya model lawas justru jauh lebih konsisten," ia menambahkan.

Meskipun impian juara dunia MotoGP 2020 telah pupus, Quartararo masih berpeluang menyelesaikan satu tugas pemungkas musim ini.

Adalah memberikan kemenangan perpisahan untuk Petronas karena tahun depan akan hijrah ke Monster Energy Yamaha, dengan memberikan podium kemenangan pada MotoGP Portugal 2020 di Sirkuit Algarve, Portimao, 20-22 November nanti.

 
I
Penulis
Igor Hakim