news
BULUTANGKIS
Thailand Susun Protokol untuk Peserta Bulu Tangkis
15 November 2020 02:19 WIB
berita
Para pebulu tangkis dan staf yang mengikuti turnamen klaster Thailand harus sampai di Negeri Gajah Putihpada 4 Januari 2021 siang.-TopSkor.Id/Istimewa-
BANGKOK - Thailand sudah lebih dari siap untuk menggelar tiga turnamen bulu tangkis bertaraf dunia sepanjang Januari 2021.

Asosiasi Bulu Tangkis Thailand (BAT) telah menyiapkan protokol khusus yang super ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19 selama turnamen bergulir.




Baca Juga :
- Jadwal Final Thailand Terbuka: Indonesia versus Thailand, Berebut Hadiah Rp1 miliar
- Dari Baca Buku, Telepon, Hingga Masak untuk Membunuh Kejenuhan Selama Karantina


Hal itu disiapkan untuk gelaran Yonex Thailand Open (12-17 Januari 2021), Toyota Thailand Open (19-24 Januari 2021), dan BWF World Tour Finals 2020 (27-31 Januari 2021).

Protokol yang dikeluarkan secara garis besar terbagi dalam tiga hal pokok yang dimulai sejak sebelum para pemain dan staf internasional tiba di Bangkok, Thailand.


Baca Juga :
- Waduh..! 8 Pebulu Tangkis Indonesia Terlibat Match Fixing
- Viktor Axelsen Bicara Agenda Pribadi di 2021: Memulai Proyek Besar di Denmark


Peraturan pertama, panitia mewajibkan para pemain dan staf yang ingin mengikuti turnamen harus tiba di Bangkok terakhir pada 4 Januari 2021.

Sebelum tiba di Bangkok, rombongan harus mengirimkan bukti negatif Covid-19 yang diambil maksimal dalam kurun waktu 72 jam atau tiga hari sebelum keberangkatan.

Para pemain dan staf akan langsung mendapatkan asuransi Covid-19 sebesar 10.000 dolar Amerika Serikat (sekitar Rp141,69 juta) begitu tiba di Thailand.

Setelah melewati tahap pertama, kontingen internasional akan menjalani karantina selama 14 hari di dalam area tertutup atau bubble.

Para peserta akan dibagi berdasarkan asal negara sehingga memudahkan dalam pengawasan selama karantina sebelum turnamen.

"Waktu karantina dan protokol tambahan akan diberlakukan kepada negara dengan risiko Covid-19 tinggi. Negara dalam daftar ini diumumkan menyusul," bunyi pernyataan BAT.

BAT juga menegaskan bahwa selama 14 hari karantina, para peserta diperbolehkan beraktivitas di luar kamar hotel menginap dengan jadwal tertentu.

Jadwal ini diberlakukan agar setiap tim tidak saling kontak langsung selama karantina dan menikmati fasilitas yang disediakan oleh panitia.

"Selama karantina 14 hari, atlet tetap bisa berlatih dan menggunakan fasilitas hiburan (dalam hotel) sesuai jadwal. Atlet dilarang keluar dari bubble selama karantina," katanya

"Akan ada jadwal untuk setiap tim dalam menggunakan fasilitas latihan maupun hiburan. Hanya atlet dari negara yang sama yang diizinkan datang di waktu bersamaan."

"Selama karantina ini, pihak hotel dan BAT akan menyediakan akomodasi berbasis kamar per kamar berupa sarapan, makan siang, dan makan malam untuk para atlet," ujarnya

Setelah karantina selesai, para atlet akan mendapatkan fasilitas akomodasi khusus dari panitia untuk mobilitas dari bubble ke arena pertandingan.

Khusus untuk peserta individu, hanya satu atau dua wakil dalam satu negara, maka panitia mengizinkan yang bersangkutan menggunakan kereta.

"Setiap tim akan mendapat transportasi khusus. Bagi tim yang hanya mengirim satu atau beberapa pemain, mereka bisa berbagi kendaraan dengan tim yang menyetujui," BAT menerangkan.

Meskipun sistem bubble dengan berbagai protokol telah diterapkan, BAT akan terus menggelar tes PCR sepanjang turnamen demi mencegah penyebaran Covid-19.

I
Penulis
Igor Hakim