news
MOTOGP
Lucu! Kerap Sial, Valentino Rossi Bikin Guyonan Soal Dirinya di MotoGP 2020
10 November 2020 00:39 WIB
berita
Saking terbiasanya dengan masalah motor, Valentino Rossi hanya bisa tertawa ketika tunggannya macet di MotoGP Eropa, Minggu (8/11/2020).
MILAN - Valentino Rossi mengalami nasib sial ketika comeback setelah dua seri absen karena Covid-19 di MotoGP Eropa 2020, akhir pekan ini.

The Doctor, julukan Valentino Rossi, terpaksa mengakhiri balapan lebih awal ketika motornya macet di lap kelima saat mengaspal di Sirkuit Valencia, Spanyol.




Baca Juga :
- Mantap! Franco Morbidelli Jadi Pembalap Terbaik Yamaha di MotoGP 2020
- Marc Marquez Bakal Jadi Pesaing Utama Joan Mir Musim Depan


Menariknya, Rossi yang biasanya menggebu-gebu kini lebih santai menghadapi lanjutan nasib apesnya sepanjang MotoGP 2020.

"Ketika mesin saya mati, saya tidak lagi marah. Saya justru tertawa," ujar pembalap Monster Energy Yamaha sambil tertawa ketika berjumpa awak pers seperti yang diberitakan oleh Speedweek.


Baca Juga :
- Sebelum MotoGP 2021 Dimulai, Fabio Quartararo Ingin Fokus Kontrol Emosi
- Tak Tampil pada MotoGP 2020, Marc Marquez Difavoritkan untuk Musim Depan


"Kondisi mesin saya tidak berfungsi, sepertinya ada masalah elektonik. Akhirnya, saya harus menyerah (dengan balapan GP Eropa 2020)," ucapnya.

"Saya diberitahu bahwa situasi yang saya alami ini belum pernah terjadi dalam 12 tahun terakhir."

Meskipun berkelakar tentang nasib sialnya di GP Eropa, Rossi tidak menampik bahwa dirinya sangat malu comeback dengan hanya balapan setengah jalan karena motor macet.

Apalagi dalam enam seri terakhir, pembalap 41 tahun tersebut tidak satu pun meraih poin karena berbagai masalah mulai dari motor hingga positif Covid-19.

"Ini memalukan. Saya hanya ingin balapan. Sayapun membalap dengan tenang, hanya ingin merasakan finis," kata calon pembalap Petronas Yamaha SRT 2021 tersebut. 

"Sekarang, saya akan fokus untuk balapan selanjutnya, persiapan akhir pekan depan."

Sebagai pembalap veteran Yamaha, Rossi pun menyoroti perkembangan motor YZR-M1 yang terkesan lambat ketimbang tim lain.

Masalah selalu datang menghampiri Yamaha selama MotoGP 2020 mulai dari ban, sistem pengereman, hingga mesin.

"Memang benar, bahwa Yamaha sangat siap dan cepat di awal musim," tutur Valentino Rossi.

"Manufaktur lain sepertinya membawa amunisi anyar sehingga mereka butuh adaptasi beberapa seri awal. Namun, setelah itu mereka melaju sangat kuat hingga akhir musim," Rossi menjelaskan.

"Saya rasa saya selalu katakan bahwa masalah terbesar ada di mesin. Kami selalu menjadi yang paling lambat di trek lurus. Di saat bersamaan, kami juga bermasalah dalam hal keandalan."

"Mesin dengan karakter tertentu sudah melekat sebagai kekuatan Yamaha sejak dulu. Namun, saat ini para rival sepertinya memiliki mesin yang lebih mulus jika bicara tentang akselerasi."

Rossi bahkan tidak segan mengatakan bahwa perkembangan mesin Yamaha YZR-M1 mandeg jika dibandingkan dengan tim lain.

Padahal stagnansi dalam perkembangan mesin di ajang sekelas MotoGP adalah satu hal yang haram terjadi.

"Pengembangan mesin (Yamaha) mandeg. Padahal di MotoGP, itu tidak termaafkan. Ada banyak hal yang harus dikembangkan seputar mesin mulai dari elektronis hingga knalpot," rider Italia tersebut menjelaskan.

"Jika Yamaha bisa memperbaiki di titik yang tepat maka performa kami bisa semakin membaik."

Saat ini, Valentino Rossi menduduki peringkat ke-15 klasemen sementara MotoGP 2020 dengan nihil poin dalam enam balapan terakhir.

Satu-satunya podium bagi Rossi adalah finis ketiga saat MotoGP Andalusia yang digelar di Red Bull Ring, Austria, pada Juli lalu.

I
Penulis
Igor Hakim