news
LIGA SPANYOL
Tanpa Peran Ronald Koeman, Deretan Pemain Ini Belum Tentu Menjadi Bintang
01 November 2020 15:21 WIB
berita
Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, memberikan instruksi kepada Ansu Fati, pelatih yang berperan besar munculnya sejumlah bintang seperti Zlatan Ibrahimovic, Juan mata, Virgil Van Dijk, Ever Banega, Pedri, Wesley Sneijder, dan Sadio Mane (arah jarum jam) -Topskor.id/Marca
BARCELONA - Tanpa Ajax tidak akan ada Ronald Koeman dan tanpa Koeman belum tentu dunia akan mengenal Zlatan Ibrahimovic.

Ya, Ibra sejak kali pertama "lahir" di sepak bola di Amsterdam Arena, pemuda tinggi yang diperkenalkan Koeman kepada fan, kepada Eropa, dan kini tumbuh menjadi salah satu ikon dari sepak bola Eropa.




Baca Juga :
- Lionel Messi Starter, Ini Daftar Skuad Barcelona versus Athletic Bilbao
- Aguero Harus Siap Hadapi Potong Gaji 50% Jika Perbarui Kontrak di ManCity


Ibrahimovic satu dari sejumlah "anak-anak" Koeman yang kemudian menjadi bintang besar. "Dia salah satu pemain yang sulit diatur saat itu," kata Koeman tersenyum, suatu saat ketika mengomentari karier Ibrahimovic.

Setiap pelatih memiliki peran tersendiri. Menjadi pelatih bukan hanya membawa timnya meraih kemenangan atau meraih gelar melainkan juga memberikan jalan kepada pemain muda salah satu kebanggaan, bonus yang membuat dirinya istimewa.


Baca Juga :
- Ronald Koeman: Barca Tidak Mungkin Belanja Pemain pada Januari
- Final Piala Super Spanyol: Tidak Peduli Messi, Inaki Williams: Kami Akan Membuat Barcelona Tidak Nyaman


Koeman memiliki cukup banyak peran dalam memperkenalkan anak-anak berbakat dalam sepak bola Eropa dan kini banyak di antara mereka menjadi bintang. Di setiap tim yang pernah ditanganinya, Koeman nyaris selalu memunculkan pemain muda potensial.

Dan, bukan kebetulan jika di Barcelona saat ini kehadirannya ditandai pula dengan munculnya sejumlah generasi muda masa depan Los Azulgrana. Namun, mereka (anak-anak) tersebut tidak akan jadi tanpa mendapatkan kesempatan.

Pedri adalah nama yang saat ini muncul ke permukaan. Pemain muda Barca berusia 17 tahun dengan performa yang mengesanka. Pedri mendapatkan banyak pujian bahkan dengan cepat menyaingi nama Ansu Fati, pemain muda Barcelona lainnya saat ii.

Dalam sejarahnya, ada sejumalh pemain muda yang belum berusia 18 tahun namun sudah mampu memberikan tanda-tanda bahwa dirinya bisa memberikan perubahan positif untuk masa depan Los Azulgrana.

Perubahan yang terjadi di Barcelona saat ini tidak akan terjadi tanpa kehadiran Koeman di kursi kepelatihan Barcelona. Tidak semua pelatih mudah memutuskan untuk menurunkan pemain muda tapi Koeman sudah memmiliki sejarah tersebut sepanjang kariernya sebagai pelatih.

Cukup banyak baha dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih dia berhubungan dengan pemain muda yang kemudian tumbuh menjadi pemain besar.

Tidak jarang pula dia yang berada di balik kedatangan atau transfer pemain ke klubnya, seperti ketika Barcelona mendatangkan Sergino Dest.

Kini, Dest yang datang karena pilihan Koeman, memiliki peluang sebagai salah satu bek masa depan. Selain dengan jalur transfer, Koeman pun melakukannya melalui jalur kategori usia muda di timnya.

Ibrahimovic, Sheijder, dan Van Der Vaart

Kali pertama Koeman memiliki kesempatan melatih tim besar adalah Ajax, setelah dirinya menangani Vittese. Di klub yang memang sudah sangat dikenalnya ini, Koeman empat tahun menjadi pelatih.

Dalam masa itu, Ajax membeli seorang peman muda dari Malmoe yang diyakini memiliki potensi besar. Ibrahimovic ketika itu datang ke Amsterdam dalam usia 19 tahun dan dia pun mendapat kesempatan tampil dalam sebutnya di bawah asuhan Koeman.

Hanya empat tahun kemudian, Ajax menjual Ibrahimovic ke Juventus dengan nilai 16 juta euro. Selain Ibra, ada sejumlah pemain lainnya yang juga muncul karena peran Koeman. Mereka adalah Wesley Sneijder dan Rafael Van der Vaart.

Juan Mata dan Banega

Pemain muda lainnya yang muncul adalah Juan Mata dan Ever Banega ketika Koeman melatih Valencia. Meski kariernya di Valencia tidak berjalan dengan baik, tapi Koeman ketika itu membuat gelandang muda asal Spanyol mulai dikenal publik.

Mata ketika itu masih berusia 19 tahun dan mulai tampil dalam tim senior Valencia. Selanjutnya, Koeman kemudian mendatangkan sosok Banega ke Valencia pada Januari 2008. Gelandang asal Argentina yang saat itu juga masih berusia 19 tahun, dari Boca Juniors.

Mane dan Van Dijk

Koeman melatih Southampton selama dua musim (2014-2016). Fase yang cukup untuk membuat klub asal Inggris tersebut memiliki pemain muda.

Koeman yang berada di balik transfer Sadio Mane dan Virgil Van Dijk ke Southampton. Mane didatangkan dari Salzburg dengan nilai transfer 24 juta euro, sedangkan Van Dijk bergabung dari Celtic dengan nilai 16 juta euro.

Selanjutnya, seperti diketahui, keduanya menjadi bagian penting dari sejarah Liverpool. The Reds total mendatangkan keduanya dengan nilai 125 juta euro yang menjadi kunci sukses tim asuhan Juergen Klopp meraih gelar Liga Champions dan Liga Primer.

Generasi Timnas Belanda

Bukan hanya di tingkat klub, memunculkan pemain muda pun dilakukan Koeman di timnas Belanda. Keputusannya dengan menempatkan sejumlah pemain muda memang membuat Tim Oranye ketika itu gagal lolso ke putaran final Piala Dunia 2018.

Di antara pemain muda saat itu adalah Frenkie De Jong dan Mathisjt De Ligt. Keduanya adalah pemain yang masuk ke timnas Belanda karena peran Koeman.

Generasi Barcelona

Kini, dia memiliki tantangan tersebut di Barcelona. Koeman telah memberikan kepercayaan kepada tiga pemain masuk dalam starter Los Azulgrana. Mereka adalah Ansu Fati, Pedri, dan Dest.

Kepercayaan Koeman kepada mereka bahkan sudah terlihat sejak hari pertama dia bekerja sebagai pelatih Barcelona. Di sisi lain, Koeman juga memiliki tantangan membangkitkan dan menjaga performa dua pemain yang sedang tumbuh dan kini berusia 23 tahun: De Jong dan Dembele.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat