news
LIGA 1
PSSI Jangan Cuma Pengumuman, "Kalah Voting Tidak Berarti Madura United Harus Boikot," Kata Achsanul Qosasi
31 October 2020 08:42 WIB
berita
Presiden Madura United Achsanul Qosasi/ Foto Istimewa
PSSI memutuskan menunda kompetisi Liga 1, 2, dan 3 2020. Hal ini usai dilakukan rapat Exco PSSI secara sirkuler pada Rabu (28/20/2020) lalu.

PSSI merencanakan lanjutan kompetisi Liga 1 dan 2 digelar pada Oktober atau November atau Desember. Namun, karena pihak kepolisian belum memberikan izin, kompetisi akhirnya ditunda.




Baca Juga :
- Klub Rugi Finansial, Persebaya Minta PSSI dan LIB Tegas Hentikan Kompetisi 2020
- Urung Ujicoba di Spanyol, Timnas U-19 Indonesia Pulang Besok


"Rapat Exco PSSI menghasilkan keputusan bahwa PSSI menunda seluruh kompetisi yakni Liga 1, 2,dan 3 pada tahun 2020 ini. Selanjutnya kompetisi akan dimulai lagi pada awal 2021 mendatang," kata Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

"PSSI akan memberikan kewenangan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 dan 2 untuk mencari formula, format, dan sistem kompetisi terhadap keputusan PSSI tersebut,” Yunus Nusi menambahkan.


Baca Juga :
- Mantan Asisten Pelatih Arema Calonkan Diri Jadi Ketua Umum PSSI Askab Malang
- Magis Khairul Imam Zakiri, Jebolan ASIOP dan Liga TopSkor yang Jadi Sorotan Shin Tae-yong


Presiden Madura United Achsanul Qosasi pun mengambil sikap atas keputusan tersebut.

Menurutnya, sejak Maret di saat Liga 1 dihentikan sementara, mereka meminta agar kompetisi dihentikan karena perkiraan tentang pandemi akan berlangsung lama.

“Perkembangannya saat dilakukan rapat oleh PSSI untuk lanjutan kompetisi, Madura United kan tetap sama meminta agar kompetisi tidak dilanjutkan. Waktu itu proses keputusan akhirnya dilakukan dengan voting dan klub yang menginginkan kompetisi tidak dilanjutkan kalah jumlah suara daripada yang ingin lanjutkan kompetisi,” kata Achsanul Qosasi.

“Kalah dalam voting tidak berarti Madura United harus boikot. Dalam rangka menghormati keputusan bersama di PSSI itu, Madura United membuktikan dengan latihan dan persiapan secara serius karena berkeyakinan bahwa keputusan PSSI sangat serius.”

Achsanul Qosasi menambahkan keputusan PSSI yang mengajak klub untuk serius mempersiapkan kompetisi dan pada akhirnya gagal dilanjutkan, tentunya tidak boleh hanya diselesaikan dengan pengumuman saja.

PSSI harus memastikan kapan kompetisi kembali dimulai dan kapan berakhir dengan jaminan izin keamanan tertulis dari kepolisianRepublik Indonesia.

“Klub sudah melakukan banyak hal yang perlu diselesaikan dengan keterlibatan federasi secara langsung. Utamanya tentang kontrak pemain yang terlanjur diperbaharui untuk memenuhi persyaratan kompetisi,” kata Achsanul.

 

R
Penulis
Rizki Haerullah