news
LIGA 1
Klub Merugi Akibat Liga Tertunda, Arema FC Tunggu Langkah Penyelematan dari PSSI dan PT LIB
30 October 2020 19:41 WIB
berita
Media Officer Arema FC, Sudarmaji / Foto: TopSkor.id / Noval Luthfianto
MALANG – Salah satu dampak dari penundaan kompetisi yang dirasakan klub-klub adalah kerugian finansial. Itu juga yang dialami oleh klub Liga 1, Arema FC.

Maka itu manajemen Singo Edan menyatakan pihaknya masih menunggu arahan dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait langkah penyelamatan klub, seusai adanya keputusan penundaan Liga 1 2020 hingga 2021.




Baca Juga :
- Mantan Asisten Pelatih Arema Calonkan Diri Jadi Ketua Umum PSSI Askab Malang
-  Arema FC Bicara Kerugian yang Diderita karena Pandemi Covid-19


Media Oficer Arema FC Sudarmaji di Malang, Jumat (30/10/2020), mengatakan arahan tersebut jelas dibutuhkan pihak klub.

Apalagi selama Liga 1 Indonesia 2020 dihentikan akibat pandemi virus Corona, aktivitas sepak bola pada tiap-tiap klub masih berjalan.


Baca Juga :
- Bruno Smith Bantah “Kabur” dari Arema FC
- Gambling! Arema Tetap Putuskan Kembali Latihan 4 Januari 2021


“Kami menunggu arahan dari PSSI maupun LIB, seperti apa cetak biru penyelamatan klub. Sebab, selama kurang lebih sembilan bulan berjalan, aktivitas sepak bola terus dilakukan oleh klub,” kata Sudarmaji, dikutip dari Antara.

Sudarmaji menjelaskan, aktivitas pada masing-masing klub tersebut, terkait biaya operasional yang terus dikeluarkan selama pandemi Covid-19, yang dipergunakan untuk penanganan internal klub meskipun kompetisi tidak digelar.

“Tentunya klub ini telah banyak mengeluarkan biaya operasional untuk menangani internal klub, tanpa ada kepastian kompetisi. Karena itu, perlu ada arahan dan saran PSSI seperti apa,” kata Sudarmaji.

Kemudian, dijelaskan Sudarmaji, Arema FC juga meminta sokongan legalitas, terkait kontrak para pemain, sponsor, dan pelatih.

Hal tersebut bertujuan agar aktivitas klub tetap bisa berjalan di kemudian hari, tanpa ada persoalan.

“Kita butuh back up legalitas. Artinya adalah, kita akan menghadapi situasi harus melakukan kompromi-kompromi hukum, kompromi terkait kontrak pemain, termasuk sponsor, termasuk pelatih,” kata Sudarmaji.

Awalnya, kompetisi akan dimulai pada Oktober 2020, namun, pihak kepolisian tidak memberikan izin dengan alasan penularan Covid-19 masih masif. Liga 1 2020, saat itu direncanakan mulai bergulir pada November 2020.

Namun, pada akhirnya, PT LIB memastikan kelanjutan Liga 1 2020 tidak akan dilakukan pada tahun ini.

Sebab, akhir tahun akan ada peningkatan aktivitas kegiatan seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, libur Natal, dan perayaan tahun baru.*05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id