news
LIGA INGGRIS
"Berita Bohong!" Paul Pogba Bantah Mengundurkan Diri dari Timnas Prancis karena Pernyataan Presiden Macron soal Islam Sumber Terorisme
26 October 2020 20:37 WIB
berita
Paul Pogba - TopSkor/Istimewa
MANCHESTER – Gelandang Manchester United, Paul Pogba, membantah berita yang menyebutkan dirinya mundur dari tim nasional Prancis lantaran kecewa dengan ucapan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang menyebut Islam sebagai sumber terorisme internasional.

Pemain 27 tahun ini melontarkan bantahan tersebut lewat akun Instagram pribadinya dengan mengunggah foto artikel di tabloid The Sun tentang pengunduran dirinya dari Les Bleus dengan menempelkan tulisan “Tak bisa diterima. Berita bohong.”




Baca Juga :
- PSG Tumbangkan MU di Old Trafford, Persaingan Lolos ke Fase 16 Besar Kian Ketat
- PSG Siap Menjawab Setiap Pertanyaan Manchester United


Pogba juga menyertai foto itu dengan tulisan yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap tabloid tersebut.

“Jadi, The Sun melakukannya lagi... Berita yang 100 persen tidak berdasar tentang saya tengah beredar, menyatakan hal-hal yang tidak pernah saya katakan atau pikirkan,” tulis Pogba.


Baca Juga :
- Soal Kecelakaan di GP Bahrain, Romain Grosjean Akui “Melihat Kematian Itu Datang”
- Anthony Martial Hanya 11 Menit di Tempat Latihan Manchester United karena Sakit


“Saya terkejut, marah, terpukul, dan frustrasi karena sejumlah sumber media menggunakan saya untuk membuat headline yang sepenuhnya bohong terkait isu terkini di Prancis dan menghubungkannya dengan timnas Prancis.

“Saya menentang segala bentuk teror dan kekerasan. Sayangnya, sejumlah pelaku pers tidak bertindak secara bertanggung jawab saat menulis berita dengan menyalahgunakan kebebasan pers dan tidak melakukan verifikasi apakah yang mereka tulis dan kutip itu benar. Menciptakan rantai gosip tanpa mempedulikan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat dan kehidupan saya.

“Saya akan mengambil langkah hukum terhadap penerbit dan penyebar berita yang 100 persen bohong ini. Sebagai nasihat singkat kepada The Sun, yang biasanya tidak peduli: sebagian dari kalian pasti pernah bersekolah dan akan ingat bagaimana guru kalian mengatakan agar selalu memeriksa sumber-sumbernya, jangan menulis tanpa memastikan kebenarannya terlebih dulu. Tapi, hei, tampaknya kalian melakukan itu lagi dan kali ini terkait satu topik yang sangat serius, memalukan!

Pernyataan Macron soal Islam sebagai sumber terorisme dilontarkan setelah seorang guru berusia 47 tahun bernama Samuel Paty tewas dibunuh pada 16 Oktober 2016 dalam perjalanan pulang ke rumahnya usai mengajar SMP Conflans-Sainte-Honorine yang terletak sekitar 40 kilometer dari Paris.

Pembunuhan itu dilakukan oleh pemuda 18 tahun bernama Abdullah Anzorov yang marah atas ulah sang guru yang menunjukkan gambar Nabi Muhammad SAW kepada murid-muridnya.

Paty kemudian dianugerahi bintang jasa Legion d'honneur untuk menghormati fakta bahwa dia tewas dibunuh saat berusaha menjelaskan pentingnya kebebasan berpendapat.

“Persatuan dan ketegasan adalah satu-satunya jawaban bagi kejahatan terorisme Islam,” kata Macron dalam sambutannya saat pemberian bintang jasa itu.

Pogba yang beragama Islam dikabarkan marah atas pernyataan Macron dan dia menganggap pernyataan itu sebagai penghinaan terhadap warga Muslim Prancis yang merupakan agama terbesar kedua di negara itu setelah Kristen.

Pogba memeluk Islam pada 2019 dan dia mengaku agama barunya itu telah menjadikannya manusia yang lebih baik.

“Menjadi seorang Muslim adalah segalanya,” kata Pogba dalam wawancara dengan podcast Life Time. “Ini perubahan yang bagus dalam hidup saya karena saya tidak terlahir sebagai Muslim meski ibu saya seorang Muslim.

“Islam tidak seperti yang dibayangkan banyak orang – terorisme… Yang kita dengar di media adalah sesuatu. Agama ini adalah sesuatu yang indah.

“Kita harus mengenalnya. Setiap orang bisa menyadari bahwa dia merasa terkait dengan Islam.”

R
Penulis
Rijal Al Furqon