news
LIGA SPANYOL
Pertahanan Barcelona Kerap Melakukan Kesalahan yang Tidak Perlu, Krisis jelang Tandang lawan Juventus
26 October 2020 19:25 WIB
berita
Bek tengah Barcelona, Ronald Araujo (kiri), Clement Lengket (tengah), dan Gerard Pique -Topskor.id/Marca
BARCELONA - Kekalahan Barcelona dari Real Madrid, Sabtu (24/10) lalu, yang di antaranya karena penalti, menjadi PR bagi Ronald Koeman.

Terlepas dari kontroversi penalti yang diberikan wasit kepada Los Merengues, fakta bahwa ada yang tidak berjalan dengan baik di jantung pertahanan tim asal Katalunya ini.




Baca Juga :
- Messi Setuju Potong Gaji, Barcelona Hemat Rp 2 Triliun
- Mario Mandzukic Belum Punya Klub, Tunggu Tawaran tapi Tutup Pintu untuk Juventus


Dan, masalah pertahanan, idealnya dapat diatasi oleh sosok yang tahu betul tentang cara, teknis, dan juga strategi bertahan yang baik. Sosok tersebut tidak lain adalah Koeman sendiri.

Ya, dalam masanya, Koeman dikenal sebagai salah satu bek tengah yang berkualitas, bek yang pernah menorehkan sejarah dalam perjalanan Barcelona ketika dirinya masih menjadi pemain.


Baca Juga :
- Antonio Conte Dinilai telah Mengusir Christian Eriksen ketika Menggantikannya saat lawan Real Madrid
- Barcelona Heningkan Cipta untuk Maradona


Masalah Barcelona di pertahanan dan latar belakang Koeman sebagai mantan bek justru menjadi seperti sebuah paradoks.

Sejak menangani Barcelona, Koeman telah menempatkan Clement Lengket sebagai salah satu bek di jantung pertahanan mendampingi Gerard Pique.

Meski demikian, sejak awal musim ini pula hingga kekalahan dari Madrid, pemain asal Prancis tersebut justru menjadi salah satu penyebab terjadinya gol yang membuat Barcelona kehilangan poin.

Pertama adalah yang terjadi ketika Barcelona menghadapi Celta Vigo. Meski dalam laga tersebut Barcelona menang 3-0 namun kartu merah yang diterima Lenglet menjadi tanda bahwa pertahanan Barcelona sangat berisiko.

Seperti saat lawan Vigo, Lenglet pun melakukan sebuah kontak dengan lawan dalam hal ini bek Madrid, Sergio Ramos, yang idealnya tidak perlau terjadi. Barcelona kemudian tertinggal 1-2 dan tidak mampu bangkit lagi setelah itu.

Catatan negatif Lenglet terkait pelanggaran yang tidak perlu sebenarnya sudah terlihat pada musim lalu ketika Barcelona masih di bawah kepelatihan Quique Setien. Saat itu, menghadapi Madrid, terjadi kontak antara Lengket dan bek Madrid, Raphael Varane, yang ikut menyerang.

Momen itu terjadi ketika kakinya mengenai Varane dan membuat kubu Madrid menilai ada pelanggaran namun beruntung karena wasit menyatakan aksi Lenglet tidak membuat Madrid mendapatkan hadiah penalti.

Meski demikian, situasi tersebut tetap sangat berisiko. Faktanya, sejak bergabung ke Barcelona, Lenglet telah mendapatkan empat kali kartu merah yaitu lawan Girona, Getafe, Real Betis, dan lawan Vigo.

Situasi tersebut kini menjadi masalah bagi Barcelona karena Koeman akan membawa timnya menghadapi Juventus dalam lanjutan Liga Champions pertengahan pekan ini. Lenglet yang otomatis akan memimpin di jantung pertahanan karena Barcelona tidak dapat menurunkan Gerard Pique yang kena kartu merah pula pada laga sebelumnya lawan Ferenvaros.

Ya, pertahanan Barcelona yang tidak solid memang bukan sekadar karena Lenglet. Kartu merah yang diterima Pique meski ketika itu Barcelona sudah unggul 3-0, tentu menjadi situasi yang akan menyulitkan tim ini ketika tandang lawan Juventus.

Dapat dilihat pula ketika Barcelona harus menerima penalti setelah pelanggaran yang dilakukan Frenkie De Jong saat lawan Getafe. Pelanggaran tersebut membuat lawan mendapatkan penalti dan menang 1-0.

Kini, Barcelona tertinggal enam poin dari Madrid. Koeman memiliki tiga bek tengah yaitu Lenglet, Pique, dan Ronald Araujo. Masih ada Samuel Umtiti namun pemain ini sejak musim lalu sudah masuk dalam kategori akan dilepas oleh Barcelona.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat