news
LIGA ITALIA
Miralem Pjanic Masih Kesal kepada Maurizio Sarri: Dia Dipecat karena Tidak Percaya dengan Pemainnya di Juventus
24 October 2020 17:59 WIB
berita
Miralem Pjanic (kanan) dan Maurizio Sarri ketika keduanya masih sama-sama di Juventus -Topskor.id/istimewa
BARCELONA - Jelang menghadapi Real Madrid malam ini, Miralem Pjanic mengungkapkan momen-momen terakhir kariernya di Juventus, terutama terkait ketika mantan klubnya tersebut memecat Maurizio Sarri sebagai pelatih.

Musim lalu memang ditandai dengan berakhirnya karier Sarri sebagai pelatih si Nyonya Besar. Padahal, pria 61 tahun tersebut sukses membawa timnya meraih scudetto (gelar Seri A).




Baca Juga :
- Lionel Messi Didenda Rp10 Juta karena Selebrasi Pakai Baju Maradona
- Gervinho Senang Didekati Inter Milan, tapi Dia Mengagumi Juventus, dan Ingin Belajar dari Cristiano Ronaldo


Pjanic salah satu pemain yang pada musim lalu itu sempat dikabarkan bertengkar dengan sang pelatihnya ketika itu. Meski tidak diketahui penyebab alasan pertengkaran tersebut, namun Pjanic rupanya belum bisa melupakan sikap Sarri sebagai pelatih Juve.

Memang, tidak sedikit yang mempertanyakan keputusan Juve, meski demikian pada akhirnya banyak yang menilai bawha pemecatan tersebut karena dia gagal membawa tim raksasa Italia itu juara Liga Champions.


Baca Juga :
- Fabio Capello: AC Milan Sangat Pantas untuk Juara, Inter dan Juventus Pesaingnya, Lazio Masih Teka-teki
- Bintang Real Madrid Membuat Keputusan Soal Kemungkinan Pindah ke Juventus


Menurut Pjanic, kegagalan di Liga Champions sebenarnya hanya salah satu dari latar belakang pemecatan mantan pelatih Napoli dan Chelsea tersebut. Namun, alasan sebenarnya adalah bahwa Sarri, menurut Pjanic tidak mempercayai pemainnya.

"Yang membuat saya masih merasakan kekecewaan hingga hari ini adalah Sarri tidak percaya pemainnya dan itu sangat membuat saya kecewa," kata Pjanic, kepada pers Italia, Tuttosport.

"Cara dirinya menilai orang itu salah satu yang terburuk. Karena menurut saya setiap pemain Juventus saat itu selalu dan ingin memberikan semua yang terbaik untuk tim dan klubnya," kata Pjanic lagi jari ini.

Inilah yang membuat Sarri kemudian dalam posisi sulit. Hingga muncul kabar bahwa tidak ada lagi keserasian, harmoni, dan saling percaya antara pelatih dan pemainnya.

Alasan terkait tidak lagi terbentuk keserasian di kamar ganti antara pemain dan pelatih pun telah disampaikan Presiden Juventus, Andrea Agnelli.

"Dia mungkin tidak cocok dengan satu atau dua pemain, tapi itu tidak bisa disamakan dengan semua pemain yang ada karena menurut saya, mereka (pemain Juventus) adalah pemain yang sangat profesional," Pjanic menegaskan.

Karena itulah, menurut Pjanic, semua itu yang membuat dirinya akhirnya dipecat. "Jadi, jika pelatih saja tidak percaya, berarti dia tidak memiliki semangat yang sama seperti yang diucapkan presiden," Pjanic menambahkan.*

Sebelum bergabung ke Barcelona, Pjanic bermain untuk Juventus sejak 2016 hingga 2020 ini. Total dia tampil dalam 178 laga di semua ajang dengan mencetak 22 gol.

Pjanic sendiri salah satu pemain yang sempat dikabarkan bertengkar dengan Sarri dalam sebuah sesi latihan. "Saya tidak sedikitpun meragukan kemampuannya sebagai pelatih, tapi itulah masalah yang terjadi ketika itu," kata Pjanic lagi.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat