news
LIGA SPANYOL
El Clasico Barcelona vs Real Madrid: Koeman vs Zidane, Messi vs Ramos, Griezmann vs Benzema
24 October 2020 15:10 WIB
berita
Kapten Barcelona, Lionel Messi (kiri) akan memanfaatkan duel El Clasico lawan Real Madrid sebagai momentum untuk bangkit dari hasil buruk, target yang sama juga dibawa Karim Benzema dan kawan-kawan ke Camp Nou malam ini -Topskor.id/Grafis: Jupri Lubis
MADRID - El Clasico yang ke-245 akan digelar malam ini di Stadion Camp Nou, kandang Barcelona. Duel dua klub besar Spanyol yang akan bertemu dengan membawa rapor buruk masing-masing di La Liga.

Baik Barcelona dan Real Madrid memang sama-sama mengalami kekalahan di laga terakhir La Liga. Los Azulgrana kalah dari Getafe sedangkan Madrid takluk dari Cadiz.




Baca Juga :
- Eden Hazard Bikin Zidane Sakit Kepala, Madrid Kalah Cedera Pula
- Messi atau Ronaldo yang Paling Populer di Amerika Serikat?


Performa keduanya di ajang domestik memberikan tanda tanya besar, namun situasi ini justru menjadi faktor yang akan membuat El Clasico semakin menarik. Mereka akan saling bertempur untuk menghindari kekalahan kedua beruntun di La Liga 2020/21.

Ini adalah duel antara dua pelatih besar, Ronald Koeman vs Zinedine Zidane, pertarungan dua raja dari masing-masing tim: Lionel Messi vs Sergio Ramos, El Clasico yang juga akan ditandai dengan performa dua pemain muda: Ansu Fati dan Vinicius Junior.


Baca Juga :
- Isco Menolak Gabung ke Sevilla, Hanya Mau Pindah ke Klub dengan Gaji Setara di Madrid
- Messi Setuju Potong Gaji, Barcelona Hemat Rp 2 Triliun


Dan, laga ini juga mempertemukan dua bintang asal Prancis, Antoine Griezmann vs Karim Benzema. Pertemuan keduanya diwarnai pula dengan persaingan di timnas.

Griezmann mendapatkan begitu banyak keistimewaan di timnas Prancis sedangkan Benzema sebagai sosok yang disingkirkan oleh Les Bleus. Ya, inilah duel pekan ini yang bisa mengubah situasi kedua tim.

Koeman vs Zidane

Ada kecenderungan dan persoalan yang dihadapi dari masing-masing pelatih ini. Koeman datang musim ini untuk mengembalikan kembali citra Barcelona baik di ajang Eropa maupun dalam kompetisi domestik.

Koeman melakukannya dengan berbasis pemain muda. Dia yang memegang semua komando. Siapa yang tidak bisa beradaptasi dengan strategi dan caranya, pemain itu akan tertinggal, Griezmann salah satu contoh yang terlihat mulai menjadi korban.

Koeman masuk untuk membuat sesuatu yang baru di Barcelona. Sebaliknya, situasi yang biasa di Madrid yang tanpa perubahan besar, justru memberikan efek yang tidak bagus di tim ini.

Jika Zidane sulit mendapatkan pemain yang selalu konstan baik dalam aspek fisik maupun peforma, Koeman justru mendapatkan cukup banyak alternatif pilihan.

Baginya, ruang selalu terbuka bagi para pemain muda seperti Ansu Fati, Pedri, Trincao, atau Sergino Dest.

Merekalah yang mengubah wajah Barcelona pada musim ini, tim yang musim lalu digulung habis oleh Bayern Muenchen di ajang Liga Champions.

Dalam aspek taktik, Koeman pun telah menemukan pola yang cocok bagi Barcelona. Baginya, pola 4-2-3-1 adalah skema yang sempurna untuk mengakomodasi aspek teknik yang dimiliki pemainnya dengan meminimialisir kekhawatiran dalam pertahanan.

Ada dua pivot (pemain di depan pertahanan) serta Messi yang bermain di lini depan sebagai penyerang tunggal. Di belakang Messi ada tiga pemain yang memberikan suplay membentu permaman yaitu Ansu Fati, Philippe Coutinho, dan Griezmann.

Ini sebuah pola tetap yang tampaknya akan terus digunakan Barcelona sepanjang musim ini. Sebaliknya, wajah Madrid musim ini dari sisi formasi atau pola beragam dan mengarah kepada asumsi yang tidak jelas.

Pelatih asl Prancis ini menggunakan pola 4-3-3 namun kemudian bisa berubah di laga lainnya dengan skema 4-4-2, khususnya jika menempatkan Luka Jovic di lini depan sebagai tandem Banzema.

Hasilnya sejauh ini, dari aspek produktivitas tidaklah sukses. Dalam periode ini, Zidane justru berada dalam situasi yang sulit. Meski demikian, Zidane punya satu modal yaitu dia masih sebagai pelatih dengan rekor terbaik dalam El Clasico di Camp Nou.

Dalam lima kali tandang ke Camp Nou, Madrid asuhan Zidane meraih dua kemenangan dan tiga kali imbang. Jelas, ini bisa menjadi pertanda bahwa dia belumlah akan berakhir di kursi kepelatihan Madrid.

Perkiraan Pemain Barcelona vs Real Madrid

Leo Messi vs Sergio Ramos

Dalam El Clasico selalu ada raja, pemain yang paling sering tampil dalam duel bergengsi dan bersejarah ini. El Rey El Clasico yangmerupakan ikon dari generasinya dan jelas menjadi contoh bagi kedua tim.

Kedua raja itu adalah Messi dan Ramos. Keduanya memimpin pasukannya dari posisi yang berbeda. Messi adalah protagonis, termasuk "bintang" di awal musim ini ketika dirinya memutuskan untuk pergi meninggalkan Barcelona.

Ini bisa menjadi El Clasico terakhir Messi di Camp Nou karena musim ini dia memiliki rencana untuk tetap pergi meninggalkan klub yang telah membesarkannya.

Messi adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah El Clasico, total 26 gol telah diciptakan La Pulga ke gawang Real Madrid. Namun, gol terakhir Messi ke gawang Madrid sudah terjadi pada 6 Mei 2018 lalu.

Setelah itu, Messi tidak pernah lagi mengoyak gawang Madrid dalam lima laga terakhir El Clasico. Bermain di zona yang sudah dia kenal kini tidak sama lagi karena rekannya yaitu Luis Suarez sudah pergi bergabung ke Atletico Madrid.

Jelas, ini akan menjadi tugas yang sangat berat bagi Messi dalam situasi ketika dia harus terus menghadapi Sergio Ramos dalam laga malam ini.

Meski demikian, menjaga Messi juga menjadi tantangan yang besar bagi Ramos, selalu membuatnya nyaris terkena kartu merah.

Ramos yang baru pulih dari cedera ringan akan tetap diturunkan di laga ini karena Zidane memang membutuhkannya dan Ramos memang menginginkan pertandingan ini.

Dia adalah kunci bagi Madrid, sosok yang bisa memberikan peran berbeda dalam situasi yang sulit saat ini.

Ramos akan bertarung hingga menit terakhir untuk mengamankan gawangnya dari ancaman lini depan Barcelona. Ini akan menjadi El Clasico yang ke-45 dalam karier mantan bek Sevilla tersebut.

Ramos total telah menorehkan empat gol dan dia siap untuk menambah golnya jika timnya mendapatkan hadiah penalti.

Griezmann vs Benzema

Duel penyerang asal Prancis, duel dua pemain yang datang di laga ini dengan situasi yang sama: sangat membutuhkan gol. Griezmann sejauh ini belum mampu mencetak gol di La Liga pada musim ini, sedangkan Benzema baru mencetak satu gol.

Benzema tentu saja menjadi perhatian besar saati ini dan dia akan selalu dibandingkan dengan masa-masa Madrid ketika masih bersama Cristiano Ronaldo.

Sedangkan Griezmann justru belum pernah mampu keluar dari bayang-bayang Messi pada musim keduanya di Barcelona ini.

Yang terdengar dari Griezmann adalah keinginannya untuk bermain di posisi berbeda, bukan sebagai penyerang sayap kanan seperti yang ditetapkan Koeman.

Namun, Griezmann tetap dalam posisi yang sulit karena faktanya Koeman telah memberikan kesempatan baginya tampil sebagai starter dalam empat pertandingan di La Liga.

Madrid adalah satu salah klub yang paling sering dihadapi Griezmann dalam kariernya. Total, 30 duel lawan Madrid dengan mencetak delapan gol. Namun, tentu tidak ada satu pun dari deretan gol tersebut dia ciptakan bersama Barcelona.

Jadi, ini akan menjadi kesempatan untuk Griezmann mencetak gol pertama dalam El Clasico dan mulai mencetak gol untuk Koeman.

Sebaliknya, Benzema sudah terbiasa dengan El Clasico, dia hanya membutuhkan kepercyaan dirinya. Musim ini, Benzema memiliki rapor sebagai pemain yang paling banyak mencoba mencetak gol, total 19 tembakan tapi hanya satu yang berhasil menjadi gol.

Sedangkan dalam laga El Clasico, total dia telah 34 kali menghadapi Barcelona tapi hanya mencetak 9 gol. Gol terakhirnya lawan Barcelona terjadi pada 2017 lalu, dalam Piala Super Spanyol.

Pertandingan ini dapat disaksikan di BeinSport dengan link: https://connect-id.beinsports.com/id/matchcenter?sportBillyId=1301101&epgId=MP000066859.

I
Penulis
Irfan Sudrajat