news
LIGA 1
Dua Asisten Pelatih Arema "Adu Mulut" Usai Latihan, Charis Yulianto Ditenangkan Bruno Smith, Felipe Americo Menyendiri di Sudut Lapangan
23 October 2020 13:10 WIB
berita
Pelatih kepala Arema Carlos Carvalho de Oliveira (tengah) menengahi permasalahan antara asisten pelatih Charis Yulianto dan pelatih kiper Martin Goncalves Felipe Americo/ Foto Istimewa
MALANG – Di saat PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) tak mampu memberikan kepastian lanjutan kompetisi Liga 1 2020, hal ini membawa efek kepada psikis para pemain dan pelatih.

Dampak psikis dirasakan langsung anggota tim Arema dalam  latihan di lapangan SMK Negeri 12, Balearjosari, Malang, Jumat (23/10/2020) pagi.




Baca Juga :
- Arema Batal Gelar Latihan 30 November, Begini Rencana Tim Singo Edan Selanjutnya
- Format Liga 1 Masih Digodok, PSSI Ingin Tetap Full Kompetisi dan Sarankan PT LIB Buat Jadwal Normatif


Dua asisten dari pelatih kepala Arema Carlos Carvalho de Oliveira, yakni Charis Yulianto dan pelatih kiper asal Brasil, Martin Goncalves Felipe Americo terlibat insiden kecil. Mereka adu mulut di depan para pemain usai latihan, selama sekitar 30 menit.

“Charis dan Felipe, saya pikir hanya miss communication, saya tadi sudah ajak bicara keduanya, ya mereka seperti anak-anak bagi saya. Tak apa, ini hal biasa terjadi dalam klub sepak bola di manapun di dunia dan saya sering menghadapi insiden seperti itu. Saya maklum, di saat Liga 1 2020 belum tahu kapan dimulai, tim terus latihan, tentu hal seperti insiden itu bisa saja terjadi. Mereka saya biarkan cooling down,” ucap Carlos de Oliveira.


Baca Juga :
- Pelatih Kiper Arema Mengirimkan Pesan Singkat dalam Perjalanan Pulang ke Brasil
- Liga Jatim Gubernur Cup 2021 Penentu Nasib Pelatih Carlos de Oliveira di Arema


Insiden berawal saat pelatih Arema Carlos de Oliveira melanjutkan sesi latihan shooting di dalam area kotak 16. Empat kiper Utam Rusdiana, Teguh Amiruddin, Andreas Fransisco, dan Tegar Surya secara bergantian bertugas menjaga gawang.

Namun saat sesi ini berlangsung pelatih kiper Felipe Americo malah tak ada di samping gawang untuk memberikan arahan kepada kiper asuhannya.

Dia justru berdiri di samping pelatih kepala Carlos de Oliveira membantu mengatur bola. Serta merta Charis Yulianto, sebagai asisten pelatih berteriak: “Mana ini pelatih kipernya, enggak ada pelatih kipernya ya yang memberikan arahan ke kiper.”

“Maksud saya khan baik, latihan shooting on goal ke arah gawang, empat penjaga gawang khan harus didampingi pelatih kiper memberikan arahan, dan bukan malah berdiri di tengah sibuk mengatur bola. Tapi ya sudahlah itu hanya miss communication saja, lupakan saja,” ucap Charis Yulianto.

Di sisi lain, usai bersitegang pelatih kiper Felipe Americo tak langsung menuju ruang ganti atau meninggalkan lapangan. Dia memilih duduk menyendiri di sudut lapangan hampir 15 menit.

Sementara, Charis memilih pergi ke mobilnya sembari ditenangkan playmaker asal Brasil, Bruno Smith.

“No problem, friend, ini hanya miss communication saja. Kita sama-sama latihan panas, capek, dan tunggu liga, mungkin insiden seperti ini bisa terjadi. Forget it, kita tetap satu tim solid,” ucap Felipe Americo.

R
Penulis
Rizki Haerullah