news
LIGA SPANYOL
Nasib Zinedine Zidane Ada di Tangan Pemainnya, Ditentukan dalam Empat Laga Ini
23 October 2020 10:16 WIB
berita
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, dalam tekanan setelah dua kekalahan beruntun -Topskor.id/Marca
MADRID - El Clasico menghadapi Barcelona, akhir pekan ini, tampaknya terlalu cepat sebagai ukuran terkait masa depan Zinedine Zidane sebagai pelatih Real Madrid.

Namun, usia status pria asal Prancis sebagai pelatih Los Merengues diyakini tidak akan lama lagi. Menurut sejumlah pers Spanyol seperti Marca, jika tidak meraih hasil positif dalam laga akhir pekan ini tersebut, masih ada kesempatan bagi Zidane untuk mengamankan tugasnya di Madrid.




Baca Juga :
- Eden Hazard Bikin Zidane Sakit Kepala, Madrid Kalah Cedera Pula
- Isco Menolak Gabung ke Sevilla, Hanya Mau Pindah ke Klub dengan Gaji Setara di Madrid


Pertama adalah laga lawan Barcelona, lalu menghadapi Borussia Moenchengladbach, dilanjutkan dengan menghadapi Huesca, dan terakhir lawan FC Internazionale. Itulah empat pertandingan yang akan menentukan nasib pria 48 tahun tersebut di Madrid.

"Los Proximos cuatro partidos, marcaran el futuro del tecnico y de su plantilla", atau "Empat pertandingan selanjutnya akan menentukan masa depan pelatih dan tim ini", demikian pernyataan dari harian Marca terkait situasi yang terjadi di Madrid, jelang menghadapi Barcelona.


Baca Juga :
- Jornada 11 LaLiga: Madrid Menjamu Alaves, Camp Nou Sambut Osasuna
- Neymar Tidak Masuk Daftar 30 Pemain Terbaik di Eropa dan Tak Layak buat Barcelona


Zidane memang dalam situasi yang tidak menentu di tim yang justru dia merasa sudah sangat dia kenal. Semua itu karena dua kekalahan beruntun yang dialami Sergio Ramos dan kawan-kawan.

Dimulai dengan kekalahan dari Cadiz dan kekalahan terakhir dari Shakhtar Donetsk yang terjadi di kandang dan di luar dugaan. Pasalnya, pada pertandingan tersebut, Madrid sudah tertinggal 0-3 sebelum akhirnya memperkecil kekalahan menjadi 2-3.

Kini, situasi di Madrid menjadi tidak menentu. Inilah yang dirasakan oleh suporter, pemain, staf pelatih, dan tentu saja manajemen. Mereka berada dalam situasi "ketakutan" terkait apa yang akan terjadi dalam pertandingan selanjutnya.

Tekanan tersebut sudah mulai terasa. Tentu, hingga hari ini belum ada isu terkait pembicaraan soal pergantian pelatih. Meski demikian, saat ini pun tidak ada yang percaya begitu saja kepada Zidane.

Selama ini, Zidane selalu percaya dengan apa yang dia putuskan. Ada sejumlah strategi maupun pilihan pemain yang justru membuat banyak publik terkejut.

Sejak musim lalu hingga kini, nyaris sedikit yang berubah dari Madrid. Namun, Zidane selalu mengatakan bahwa dirinya dapat mengatasi situasinya.

Hanya, ironisnya bagi Zidane, hasil-hasil buruk tersebut datang terlalu cepat. Pada akhirnya, jika situasi saat ini tidak berubah menjadi positif, akan mengarah kepada keputusan soal masa depannya.

Ada catatan ketika Zidane justru menyingkirkan sejumlah pemain yang tidak dia inginkan seperti Dani Ceballos, James Rodriguez, atau Gareth Bale. Sebaliknya, dia sangat percaya dengan pemain yang dipertahankannya di timnya saat ini.

Masalahnya adalah, Zidane menemukan hasil di mana pemain yang dia yakini dan percaya dengan kemampuan mereka tersebut justru mulai tidak berada dalam peforma terbaik.

Mereka tidak lagi sama sedangkan pemain muda seperti Vinicius JUnior dan Rodrygo saat ini terlanjut tidak menemukan tempat yang pasti di posisinya karena minimnya kesempatan bermain.

Bintang veteran seperti Marcelon dan Isco tidak berada dalam kondisi selalu siap secara fisik. Sedangkan Lucas Vazquez dan Raphael Varane juga belum berada pada performa terbaik mereka.

Meski demikian, semua deretan pemain tersebut masih memiliki waktu. Dan, karena itu pula, nasib Zidane kini ada di tangan mereka dalam empat laga ke depan, dimulai lawan Barcelona, pekan ini.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat