news
LIGA SPANYOL
Griezmann Marah karena Tulisan Rasisme yang Mengibaratkan Ansu Fati seperti Pedagang yang Dikejar-kejar Polisi
22 October 2020 09:01 WIB
berita
Penyerang Barcelona, Ansu Fati (kanan) dan Black Montero, seputan untuk pedagang berkulit hitam di jalan-jalan Barcelona -Topskor.id/Tribuna
BARCELONA - Antoine Griezmann memberikan reaksi terhadap narasi pers Spanyol, ABC, terkait performa rekan setimnya, Ansu Fati dalam laga Barcelona lawan Ferencvaros.

Menurut Griezmann, kalimat yang menggambarkan Ansu Fati dalam naras berita tersebut sangat kuat berbau rasisme.




Baca Juga :
- Ini yang Diminta Neymar pada PSG Jelang hadapi Manchester United
- Kontrak Messi di Barcelona Kadaluarsa Akhir Musim, Pique Angka Bicara


Melaui media sosial, Griezmann, mengambil bagian yang dinilainya sangat tajam beraroma rasisme dan memberikan komentarnya terhadap tulisan tersebut.

"Bagi kami Ansu Fati adalah anak yang sangat luar biasa yang pantas mendapatkan penghormatan, tidak untuk dijadikan bahan rasial," kata Griezmann.


Baca Juga :
- Neymar Tidak Masuk Daftar 30 Pemain Terbaik di Eropa dan Tak Layak buat Barcelona
- Antonio Conte Dinilai telah Mengusir Christian Eriksen ketika Menggantikannya saat lawan Real Madrid


Narasi dalam situs berita tersebut memang menuliskan dengan penggambaran aksi Ansu Fati dengan para penjual kaki lima di jalan-jalan kota Barcelona yang berlari sangat cepat ketika dikejar oleh polisi.

"Lari Ansu Fati mengingatkan Anda kepada gazelle, atau anak muda 'black mantero' (sebutan istilah Spanyol bagi para penjual barang di pinggir jalan), yang biasa berlari di sepanjang Paseo de Gracia ketika seseorang berteriak 'Air, air' sebuah tanda datangnya Guardia Urbana (polisi)," demikian paragraf atau kalimat dalam narasi ABC tersebut yag dipersoalkan Griezmann.

Bahkan, tidak sampai di situ, tulisan hasil pertandingan itu pun dilanjutkan dengan pernyataan yang tendensius bahwa mereka para penjual berkulit hitam itu adalah penjahat.

"Kini itu tidak terjadi karena bagi Ada Colau (Wali Kota Barcelona), yang menjadi penjahat adalah polisi, bukan para pedagang yang tidak perlu lagi berlari, karena mereka mengundang turis," demikian tambahan tulisan tersebut.

Intinya, Griezmann menilai bahwa tulisan tersebut sangat tidak lazim, menyatakan kalimat orang hitam, pejahat, berlari-larian di Pase de Gracis (tempat terkenal turis di Barcelona), polisi dan sebagainya. Penggambaran tersebut sangat kental dengan rasisme.

"Tidak ada satu pun manusia yang pantas mendapatkan perlakuan seperti  ini," kata Griezmann lagi. Yang menarik, justru Griezmann yang kali pertama memberikan perlawanan terhadap tulisan tersebut ketika sebelumnya tidak ada yang melakukannya di pihak Barcelona, baik itu ofisial maupun rekan setimnya.

Pernyataan Griezmann bernada protes ini pun mendapatkan tanggapan positif. Bahkan, ada yang menilai Barcelona dalam menuntut media massa tersebut terkait narasi yang berbau rasisme tersebut.*

Antoine Griezmann Memberikan Tanda Kalimat yang Bernada Rasisme Tersebut

I
Penulis
Irfan Sudrajat