news
LIGA INGGRIS
Mesut Oezil Disingkirkan dari Skuat Arsenal karena Masalah Pribadi Bukan Lantaran Performanya yang Buruk dalam Latihan
21 October 2020 20:32 WIB
berita
Per Mertesacker dan Mesut Oezil - TopSkor/Istimewa
LONDON – Mantan kapten Arsenal, Per Mertesacker, yang kini menjabat sebagai kepala akademi klub itu menganalisis situasi yang dialami mantan rekan setimnya, Mesut Oezil, di Emirates Stadium belakangan ini.

Nama Oezil tidak dicantumkan dalam daftar 25 pemain Arsenal untuk berlaga di Liga Primer musim ini. Sebelumnya, pemain 32 tahun ini juga tidak dimasukkan dalam skuat The Gunners di Liga Europa.




Baca Juga :
- Pierre-Emerick Aubameyang: Saya Masih Belajar Jadi Pemain Sayap Kiri
- Perkelahian Pemain di Latihan Arsenal, Dani Ceballos Ambil Sisi Positifnya


Oezil bahkan tidak pernah lagi dimainkan oleh pelatih Mikel Arteta sejak 6 Maret lalu saat dia menyumbangkan satu assist dalam kemenangan 1-0 Arsenal atas West Ham United.

Dalam wawancara di podcast Klick and Rush, Mertesacker meyakini bahwa nasib yang dialami Oezil di Arsenal saat ini bukan karena performa buruk dalam latihan. Dia menduga perubahan dalam kehidupan pribadi sang pemain yang mungkin jadi penyebabnya.


Baca Juga :
- Jermaine Pennant Tak Kapok Kebut-kebutan, Empat Kali Kena Sanksi Mengemudi
- Nicolas Pepe Menyesal Menanduk Ezgjan Alioski


“Banyak yang telah berubah di luar lapangan,” kata Mertesacker.

“Dia menikah, memiliki keluarga... barangkali fokusnya sudah berubah. Meski begitu, dia masih bahagia dan senang bermain sepak bola.

“Dia satu-satunya pemain yang pernah bermain bersama saya di tiga tim berbeda Werder Bremen, Arsenal, dan juga tim nasional Jerman.

“Jadi, saya sangat prihatin saat ini dia berada dalam situasi di mana dirinya tidak benar-benar digunakan.”

Oezil sendiri bertekad untuk terus “berjuang meraih kesempatan” di Arsenal dalam pernyataan emosional di media sosial setelah dirinya kembali diasingkan oleh The Gunners. Playmaker asal Jerman itu juga menuding klub London tersebut tidak punya loyalitas.

Arsenal memang sangat berharap untuk bisa melepaskan pemain yang dibayar 350 ribu paun (Rp6,7 miliar) per pekan tersebut di bursa transfer musim panas lalu. Tapi, Oezil malah bertekad untuk tidak akan membiarkan kiprahnya di Emirates Stadium berakhir seperti ini.

Setelah membisu selama beberapa pekan terakhir terkait “pengasingan” yang dialaminya dari skuat Arsenal, Oezil kini melancarkan serangan terhadap klub tersebut melalui pernyataannya di Instagram.

Setelah mengungkapkan kekecewaan dan kesulitan yang dirasakannya saat menulis pesan itu kepada para suporter, Oezil langsung melontarkan kritik terhadap pihak klub dan pelatih Mikel Arteta.

“Saat menandatangani kontrak saya pada 2018, saya mengikrarkan kesetiaan dan kepatuhan terhadap klub yang saya cintai, Arsenal, dan saya sedih semua itu tidak mendapatkan balasan.

“Saya baru tahu bahwa kesetiaan sangat sulit ditemukan belakangan ini.

“Sebelum merebaknya wabah virus corona saya sangat senang dengan perkembagan di bawah pelatih baru kami Mikel Arteta – kami dalam kondisi positif dan saya bisa bilang performa saya benar-benar berada pada level yang bagus.

“Tapi, kemudian segalanya berubah, lagi, dan saya tidak lagi diperbolehkan bermain sepak bola buat Arsenal.”

Tapi, mantan pemain Real Madrid itu menolak pasrah dan bertekad untuk berjuang meraih kembali kesempatan beraksi di lapangan pada tahun terakhir kontraknya di Emirates Stadium.

“London masih terasa seperti rumah saya, saya masih punya banyak teman baik dalam tim ini, dan saya masih merasakan koneksi yang kuat dengan suporter klub ini,” kata Oezil.

“Apa pun yang terjadi, saya akan terus berjuang untuk meraih kesempatan dan tidak membiarkan musim ke-8 saya di Arsenal berakhir seperti ini.

“Saya bisa menjanjikan kepada kalian bahwa keputusan keras ini tidak akan mengubah apapun dalam benak saya. Saya akan terus berlatih sebaik mungkin dan di manapun saya akan menggunakan suara saya untuk melawan kebiadaban dan keadilan.”

R
Penulis
Rijal Al Furqon