news
LIGA 1
Kiprah Delapan Pelatih Persib asal Eropa di Era Liga Indonesia
21 October 2020 15:00 WIB
berita
Pelatih Persib Bandung, Robert Rena Alberts - Ady Sesotya
BANDUNG - Persib Bandung setidaknya telah memakai jasa delapan pelatih asal Eropa di era Liga Indonesia, atau sejak 1994 hingga kini. Pada awal bergulirnya Liga Indonesia atau usai digabungnya Perserikatan dan Galatama, Persib sejatinya akrab dengan jasa pelatih lokal.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, Maung Bandung, julukan Persib, akhirnya turut mempekerjakan pelatih dari luar negeri. Pelatih asing langganannya adalah pelatih asal Eropa, yang bahkan masih dilakukan oleh Persib hingga untuk kompetisi saat ini di 2020.




Baca Juga :
- AC Milan: Tim Sepak Bola Eropa yang Paling Berkembang dalam 12 Bulan Terakhir
- Persib Bandung Punya Pusat Kebugaran Sendiri Diawasi Tim Sports Science


Ada delapan juru taktik asal Eropa yang dipercaya untuk melatih Maung Bandung. Berikut TopSkor.id coba memberikan uraikan kiprahnya:

1. Marek Andreiz Sledzianowski


Baca Juga :
- Woodgate kepada Kane: Pergilah ke Madrid, Anda Tidak Akan Menang di Tottenham
- Begini Cara Striker Persib Geoffrey Castillion Merayakan Natal 2020


Persib mulai mempercayakan pelatih asal Eropa di Liga Indonesia pada musim 2003, yakni kepada Marek Andreiz Sledzianowski. Pangeran Biru menunjuk pelatih asal Polandia ini karena terispirasi kesuksesan pelatih dari negara serupa di era 80-an, Marek Janota.

Alih-alih mendulang keberhasilan seperti pendahulunya, Andreiz Sledzianowski malah mendulang hasil sangat buruk hingga lekas dipecat. Sejarah kelam dicatatkan, yakni menyudahi 12 laga beruntun tanpa kemenangan. Posisinya digantikan pelatih asal Cile, Juan Antonio Paez.

2. Arcan Iurie Anatolievichi

Persib kembali menujuk pelatih asal Eropa pada pertengahan musim 2006, yaitu dengan merekrut Arcan Iurie Anatolivichi. Arcan Iurie dipercaya manajeman klub setelah sukses membawa Persija Jakarta menjadi runner-up Liga Indonesia pada 2005.

Sayangnya prestasinya tak semenonjol di tim rival. Maung Bandung hanya finis pada posisi 12 dari 14 tim peserta yang ada kala itu. Tapi, klub tetap mempertahankan pelatih asal Moldova itu untuk musim selanjutnya, hingga akhirnya ia yang mundur di pertengahan 2007.

3. Daniel Dakro Jankovic

Daniel Darko Janackovic adalah pelatih berdarah Serbia yang berpaspor Prancis, dan menangani Persib pada musim 2010. Namun, pelatih yang baru berkarier di Indonesia itu hanya seumur jagung bersama Pangeran Biru, tepatnya hanya dua bulan.

Racikan pelatih pengganti Jaya Hartono ini dianggap tak memuaskan sehingga dipecat oleh manajemen bahkan sebelum liga bergulir.

4. Jovo Cuckovic

Cerita menarik terjadi pasca didepaknya Daniel Darko Jankovic. Sebab, Persib malah menunjuk asisten pelatih yang dipecatnya, Jovo Cuckovic. Nahasnya, klub juga tidak dapat tampil impresif sesuai keinginan di bawah arahan pelatih asal Serbia itu. Sehingga kebersamaan tak berjalan lama.

Pemecatan kembali dilakukan manajemen klub pada musim 2010 dan posisi Jovo Cuckovic digantikan oleh pelatih lokal, Daniel Roekito.

5. Drago Mamic

Persib lekas menunjuk pelatih asing asal Eropa lainnya untuk persiapan musim 2011-2012, yaitu jatuh pada sosok Drago Mamic. Klub tertarik dengan pelatih berkebangsaan Kroasia ini setelah melihat racikannya di Timnas Myanmar dan beberapa tim lainnya di Asia.

Namun, Drago Mamic memilih mundur pada 28 Maret 2012 setelah mendapat banyak tekanan dan posisinya diisi asistennya, Robby Darwis. Drago Mamic membawa Persib berada di posisi ketujuh pada putaran pertama, sementara target manajemen adalah peringkat kelima.

6. Dejan Antonic

Kepercayaan terhadap pelatih asing baru kembali dilakukan Persib pada musim 2016, dengan mendatangkan Dejan Antonic. Pelatih asal Serbia ini memiliki beban besar sebab mesti meneruskan Djadjang Nurdjaman yang sukses juara ISL 2014 dan Piala Presiden 2015.

Tekanan besar pun diterima Dejan Antonic selagi Djadjang Nurdjaman "disekolahkan" manajemen Persib ke Akademi Inter Milan. Ditambah dengan hasil negatif yang diterima Pangeran Biru, mantan pelatih Pelita Bandung Raya ini pun akhirnya mengundurkan diri.

Lima bulan memimpin, tim asuhan Dejan Antonic hanya meraih satu kemenangan dari enam laga resmi dan empat seri serta satu kalah.

7. Miljan Radovic

Miljan Radovic belum berpengalaman sebagai pelatih di Liga Indonesia, namun pernah merasakan atmosfer sebagai pemain Persib. Manajemen klub dengan mudah memberikan kepercayaan kepada mantan pemainnya itu untuk menangani tim untuk musim 2019.

Namun, Liga 1 belum dimulai, pelatih asal Montenegro itu harus berpisah dengan Maung Bandung setelah ada hasil buruk di Piala Presiden. Persib kala itu gagal total, ditambah ada kontroversi soal perekrutan pemain dan penolakan izin cuti, akhirnya kerja sama pun berakhir.

8. Robert Rene Albert

Terakhir, atau setidaknya hingga saat ini, Persib memercayakan pelatih asal Eropa yakni Robert Rene Albert yang berasal dari Belanda. Robert Rene Albert memulai sepak terjangnya sejak Liga 1 2019. Di musim pertamanya, tim finis pada peringkat keenam dan mempertahankannya.

Dari komposisi tim yang tak sepenuhnya dibentuk olehnya, ia bisa membawa Persib meraih 13 kemenangan dan ada 12 seri dari 34 laga. Kepercayaan penuh pun diberikan untuk Liga 1 2020 dengan target juara. Racikan yang dibentuk sejak awal pun mulai terlihat hasil baiknya.

Maung Bandung memuncaki klasemen sebab selalu menang di tiga laga yang dijalani. Tapi, nahasnya, kompetisi harus dijeda karena pandemi Covid-19.*

T
Penulis
Taufani Rahmanda