news
LIGA INGGRIS
“Pemerintah Telah Membunuh Warga Nigeria”, Bintang Manchester United Ini Telpon Pemerintah Inggris dan Minta Bantuan Dunia
21 October 2020 11:05 WIB
berita
Odion Ighalo/ Foto Istimewa
OLAHRAGA kerap menjadi sarana paling efektif untuk mengampanyekan masalah kemanusiaan. Dan, cara ini baru dilakukan bintang Manchester United Odion Ighalo.

Striker Setan Merah itu menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk membantu warga Nigeria.




Baca Juga :
- Bruno Fernandes Bisa Hattrick, Beberkan Alasan Memberi Rashford Eksekusi Penalti
- Wayne Rooney Sebut Cristiano Ronaldo Bukan Pemain Terbaik yang Pernah Bermain Bersamanya


Odion Ighalo telah memohon kepada pemerintah dunia untuk campur tangan dalam demokrasi yang terjadi di negara asalnya tersebut.

Negara terpadat di Afrika itu telah diganggu oleh kekerasan yang terjadi belakangan ini ketika warga memprotes kebrutalan polisi atas beberapa kematian dan penembakan yang dilaporkan dari kericuhan tersebut.


Baca Juga :
- Selalu Cetak Gol di Anfield buat Liverpool, Diogo Jota Mengukir Sejarah di Liga Primer dan Bikin Malu Manchester United
- Paman Dean Henderson Menang Judi Rp 236 Juta Setelah Bertaruh Kiper MU Itu Bakal Melakoni Debut di Timnas Inggris


Ibukota negara Lagos - dengan perkiraan 20 juta penduduk - memberlakukan jam malam, dengan daerah lain sudah mencoba untuk membuat penduduk mereka tetap di dalam rumah.

Sebelumnya, situasi mencekam di Nigeria juga disorot oleh striker Napoli Victor Osimhen pada akhir pekan, dengan menunjukkan kaos bertuliskan pesan, '#EndPoliceBrutalityInNigeria', setelah mencetak gol pertamanya untuk klub Serie A.

Kini, menyusul kemenangan 2-1 Liga Champions Manchester United atas PSG, Ighalo menyerukan kepada dunia untuk memperhatikan apa yang terjadi di Nigeria dan memohon bantuan untuk menghentikan “langkah” pemerintah agar tidak membunuh warganya sendiri.

"Saya sedih dan saya tidak tahu harus mulai dari mana," kata Ighalo dalam pesan video dari Parc des Princes.

"Saya bukan tipe orang yang berbicara tentang politik - tapi saya tidak bisa diam lagi tentang apa yang terjadi di kampung halaman di Nigeria.”

"Saya akan mengatakan (kepada) pemerintah adalah memalukan bagi dunia - karena membunuh warga negara Anda sendiri, mengirim militer ke jalan, untuk membunuh pengunjuk rasa (tak bersenjata) karena mereka memprotes hak-hak mereka. Itu tidak beralasan.”

"Hari ini, 20 Oktober 2020, kalian akan dikenang dalam sejarah sebagai pemerintah pertama yang mengirim militer ke kota untuk mulai membunuh warganya sendiri.”

"Saya malu dengan pemerintah ini. Saya kesal kepada kalian. Saya tidak tahan lagi.”

"Saya menelepon pemerintah Inggris, memanggil semua pemimpin di dunia untuk melihat apa yang terjadi di Nigeria dan membantu kami - membantu warga miskin.”

"Pemerintah membunuh warganya sendiri. Kami memanggil (pemerintah dunia), Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk menangani masalah ini.”

"Saya ingin memberitahu saudara-saudara saya di rumah untuk tetap aman. Berada di dalam rumah, tolong jangan keluar (keluar). Karena pemerintah ini pembunuh dan mereka akan terus membunuh jika dunia tidak membicarakan hal ini.

"Tuhan memberkati kalian semua. Tetap aman. Satu Nigeria.”

R
Penulis
Rizki Haerullah