news
UMUM
Pemerintah Minta PSSI Menindaklanjuti Inpres No.3 dan Road Map yang Sudah Tersusun
21 October 2020 10:47 WIB
berita
Presiden RI Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Ketum PSSI Komjen Polisi (Purn) Mochamad Iriawan/ Foto Setneg
PRESIDEN Republik Indonesia, Joko Widodo, telah memimpin Rapat Terbatas (Ratas) membahas Piala Dunia U-20 2021, Selasa (20/10/2020).

Rapat yang dilakukan melalui video conference ini diikuti oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy selaku Ketua Panitia Pengarah Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021.




Baca Juga :
- Inilah Mimpi Besar Sulut United di Sepak Bola Indonesia
- Bocoran Agenda TC Timnas U-16 Indonesia di Sleman, Mulai 6 Desember


Juga diikuti, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Zainudin Amali selaku Ketua Panitia Pelaksana INAFOC.

Kemudian Ketua Umum PSSI, Komjen Pol (Purn) Mochamad Iriawan yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Bidang Prestasi Timnas, serta seluruh menteri terkait dalam Kabinet Indonesia Maju.


Baca Juga :
- TC Timnas U-16 Indonesia Berakhir, Bima Sakti Lihat Banyak Peningkatan
- Resmi! Bhayangkara FC Ganti nama Menjadi Bhayangkara Solo FC


Dalam konferensi persnya, Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa Indonesia harus memanfaatkan status sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

“Kita Harus melakukan promosi-promosi tentang peranan Indonesia di tengah percaturan global dengan memanfaatkan momentum ini, khususnya tentu saja untuk kekuatan persepakbolaan kita,” kata Muhadjir.

“Untuk anggaran sudah ada persetujuan dari Ibu Menteri Keuangan untuk anggaran 2021. Nanti akan ada kebijakan khusus, nanti Pak Menpora akan menjelaskan lebih detail.”

Dalam kesempatan itu, Muhadjir juga kembali mengingatkan bahwa pemerintah telah menurunkan inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

“Dan ini mendudukkan betapa tinggi dan besar perhatian pemerintah terhadap masalah persepakbolaan Indonesia,” kata Muhadjir.

“Kemudian Inpres tersebut sudah ditindaklanjuti dengan adanya Permen 2020 tentang peta jalan (road map) pembangunan sepakbola kita, dan sudah kita edarkan kementerian lembaga dan Pemda.”

“Tentu saya berharap dengan ditetapkan inpres dan peta jalan yang sudah tersusun, kita harapkan masing-masing pihak terutama Pemda, PSSI, dan lembaga-lembaga terkait betul-betul bisa menindaklanjuti sehingga dunia sepak bola kita bisa segera mencapai tingkat kemajuan yang signifikan.”

“Yang bisa berbicara tidak hanya level regional tapi juga internasional.”

Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional.

Kementerian dan lembaga terkait diminta untuk menindaklanjuti peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional.

Kementerian dan lembaga tersebut antara lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; Menteri Pemuda dan Olahraga; Menteri Dalam Negeri; serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian Menteri Agama; Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi; Menteri Badan Usaha Milik Negara; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional; Menteri Keuangan; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Selanjutnya Menteri Kesehatan; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional; Kepala Kepolisian Republik Indonesia; para Gubernur; dan Bupati atau Walikota.

"Mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara terkoordinasi dan terintegrasi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing kementerian atau lembaga untuk melakukan peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional," demikian bunyi dalam Inpres No.3 Tahun 2019 itu.

Langkah yang perlu dilakukan bermula dari pengembangan bakat, peningkatan jumlah dan kompetensi wasit dan pelatih sepak bola, pengembangan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, serta pembenahan sistem dan tata kelola sepak bola.

Selain itu, penyediaan prasarana dan sarana stadion sepak bola di seluruh Indonesia harus sesuai standar internasional.

Pusat pelatihan sepak bola harus dibangun diimbangi dengan mobilisasi pendanaan.

Dalam Inpres tersebut, Jokowi juga memberikan tugas khusus pada masing-masing kementerian dan lembaga.

"Pelaksanaan Instruksi Presiden ini berpedoman pada peta perencanaan percepatan pembangunan persepakbolaan nasional," bunyi salah satu poin dalam Inpres.

 

 

R
Penulis
Rizki Haerullah