news
LIGA INGGRIS
Statistik Menunjukkan Liverpool Berubah Jadi Tim yang Jauh Lebih Lemah Tanpa Virgil Van Dijk
20 October 2020 15:17 WIB
berita
Statistik Liverpool dengan dan tanpa Virgil Van Dijk - TopSkor/Istimewa
LIVERPOOL – Setelah mengakhiri paceklik gelar 30 tahun di Liga Primer dengan menjuarai kompetisi elite Inggris itu musim lalu, Liverpool berambisi mempertahankan mahkotanya musim ini.

Tapi, peluang The Reds meraih gelar itu untuk musim kedua beruntun menjadi terancam gara-gara pelanggaran keras yang dilakukan kiper Everton, Jordan Pickford, terhadap bek tengah Virgil Van Dijk dalam derbi Merseyside, Sabtu lalu.




Baca Juga :
- Virgil Van Dijk Sudah Mulai Rehabilitasi, Kelleher Berpeluang Besar Starter vs Wolves
- Diogo Jota: “Saya Tidak Menyesal ke Atletico Madrid”


Pelanggaran tersebut mengakibatkan pemain 29 tahun asal Belanda itu mengalami cedera lutut serius sehingga harus menjalani operasi. Dengan kondisi seperti itu, kiprah Van Dijk musim ini diperkirakan telah berakhir.

Pihak Liverpool belum memberikan keterangan resmi mengenai sampai kapan Van Dijk bakal absen. Tapi, yang pasti mereka bakal kesulitan bersaing di seluruh kompetisi musim ini tanpa pemain bertinggi badan 193 cm itu.


Baca Juga :
- Cetak 9 Gol dalam 15 Laga, Diogo Jota Masih Merasa Belum Sempurna di Anfield
- Eric Dier Memilih Kembali ke Posisi Kesukaannya dan Mourinho Menghormatinya


Pasalnya, pelatih Juergen Klopp sangat sering memainkan Van Dijk di jantung pertahanan Liverpool sejak merekrutnya dari Southampton pada Januari 2018. Dan, dia jadi salah satu kunci sukses The Reds meraih sejumlah gelar bergengsi dalam dua tahun terakhir.

Kini, Liverpool hanya akan bisa mengandalkan Joe Gomez dan Joel Matip yang selama ini tidak pernah dipasang bersama-sama sebagai starter di lini belakang.

Selain kedua pemain itu, Klopp hanya punya tiga bek tengah muda Sepp Van Den Berg, Rhys Williams, dan Nathaniel Phillips.

Sebenarnya, gelandang bertahan Fabinho juga cukup tangguh saat dipasang di jantung pertahanan. Tapi, menarik pemain asal Brasil itu lebih ke belakang bakal meninggalkan lubang yang cukup besar di lini tengah Liverpool.

Kesimpulannya, Klopp tidak punya pengganti yang memadai buat Van Dijk yang disebut-sebut sebagai salah satu bek tengah terbaik di dunia saat ini. Statistik pun mendukung reputasi tersebut.

Liverpool menjadi tim yang jauh lebih lemah tanpa kehadiran Van Dijk di jantung pertahanan. Sejak tiba di Anfield, mantan pemain FC Groningen itu telah memainkan 130 pertandingan The Reds dan hanya absen dalam 13 pertandingan.

Ketika Van Dijk berada di lapangan, Liverpool memenangi 70 persen dari laga-laga yang mereka mainkan dengan membukukan rata-rata 2,2 gol per laga dan kebobolan hanya satu gol per laga.

Sebaliknya, tanpa kehadiran pemain tim nasional Belanda itu, The Reds hanya memenangi 46 persen dari total pertandingan yang dimainkan dengan mencetak rata-rata hanya 1,7 gol per laga dan kebobolan hingga 1,5 gol per laga.

Sejak kehadirannya di Liverpool sekitar tiga tahun yang lalu, tak ada bek tengah di Liga Primer yang mencatatkan clean sheet lebih banyak daripada Van Dijk, 43 kali.

Van Dijk juga termasuk yang paling hebat dalam urusan duel di udara dengan memenangi 74,4 persen duel yang dilakukan. Dia hanya kalah dari rekan setimnya, Joel Matip, yang 74,6 persen duel di udara.

Van Dijk juga menduduki peringkat ketiga dalam urusan kebobolan per menit dengan kebobolan satu gol setiap 111 menit. Statistik ini menjadi lebih istimewa lagi mengingat banyaknya menit bermain yang dia lakoni.

Van Dijk bukan hanya tangguh dalam bertahan, tapi juga punya peran besar dalam membantu serangan. Dengan mencetak 10 gol buat Liverpool sejak Januari 2018, dia jadi bek paling produktif kedua setelah bek Crystal Palace, Patrick Van Aanholt, yang mencetak 11 gol selama periode yang sama.

Akurasinya dalam melepaskan operan, baik jarak pendek atau jarak jauh, sangat membantu trio penyerang Liverpool Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah da;am membobol gawang lawan.

Besarnya pengaruh Van Dijk buat Liverpool memang lebih dari sekadar angka-angka, tapi yang pasti mereka akan kesulitan tanpa pemain itu.

R
Penulis
Rijal Al Furqon