news
UMUM
Tak Ada Lagi Atraksi Presiden Jokowi di Pembukaan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia
20 October 2020 11:40 WIB
berita
Aksi motor Presiden Jokowi di pembukaan Asian Games 2018/ Foto Istimewa
PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo kembali memimpin Rapat Terbatas membahas persiapan tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, Selasa (20/10/2020).

Dalam rapat itu, ditegaskan Indonesia harus meyakinkan FIFA bisa menyelenggarakan Piala Dunia U-20 dengan protokol kesehatan yang ketat.




Baca Juga :
- Inilah Mimpi Besar Sulut United di Sepak Bola Indonesia
- Bocoran Agenda TC Timnas U-16 Indonesia di Sleman, Mulai 6 Desember


Rapat yang digelar secara virtual, Selasa (20/10/2020), itu diikuti oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy selaku Ketua Panitia Pengarah Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021.

Lalu, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali selaku Ketua Panitia Pelaksana INAFOC, serta Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Bidang Prestasi Timnas.


Baca Juga :
- TC Timnas U-16 Indonesia Berakhir, Bima Sakti Lihat Banyak Peningkatan
- Resmi! Bhayangkara FC Ganti nama Menjadi Bhayangkara Solo FC


Dalam konferensi pers setelah Ratas tersebut Menpora, Zainudin Amali menyampaikan.

"Kami akan lihat situasi pada bulan Mei dan Juni (2021) kalau nanti tidak ada pengunduran (jadwal Piala Dunia U-20 2021). Apakah vaksin sudah merata dan lain sebagainya, dan untuk protokol kesehatan kita akan mengikuti dengan apa yang sudah diberi kewenangan oleh pemerintah," ucap Zainudin Amali.

"Tentu FIFA juga ada supervisinya dan akan memberikan arahan-arahan terhadap penerapan protokol itu, sehingga kami akan komunikasikan. Tentu kita berharap keamanan dan keselamatan masyarakat menjadi yang utama bagi kita," ia menambahkan.

Ia pun menuturkan, pihaknya masih berharap nantinya Piala Dunia U-20 2021 tetap bisa dihadiri penonton. Meski nantinya tetap dalam jumlah terbatas.

"Yang jelas, yang akan menentukan adalah pihak yang diberikan kewenangan untuk protokol kesehatan oleh Pemerintah Indonesia, dan FIFA itu sendiri," Zainudin Amali menegaskan.

Di samping itu, ia juga memastikan, atas arahan dari Presiden Jokowi, dipastikan nanti tidak akan ada seremoni pembukaan secara besar-besaran pada Piala Dunia U-20 tahun depan.

"Dari FIFA, pembukaan itu dimaknai dengan pertandingan hari pertama, maka untuk memulai kami cuma diberikan alokasi yang terbatas, paling speech (sambutan) pemerintah dan FIFA saja, sekitar 5-8 menit," katanya.

"Karena memang kebiasaan untuk yang Piala Dunia U-20 ini pertandingan pertama itulah yang jadi pembukaan. Akhirnya Presiden memutuskan kita ikuti saja arahan dari FIFA," Zainudin menjelaskan.

Menurut Zainudin Amali, tadinya pemerintah berencana, jika pertandingan digelar pada pukul 19.00 WIB, akan diadakan kegiatan seremoni mulai pukul 16.00 WIB.

"Tapi pemerintah dalam rapat seperti yang disampaikan Bapak Presiden Jokowi, kita ikuti saja arahan FIFA, yaitu cuma speech (sambutan) dan tidak ada atraksi," Zainudin Amali memungkasi.*FURQON AL FAUZI

R
Penulis
Rizki Haerullah