news
MOTOGP
Raih Hasil Mengecewakan di Aragon, Fabio Quartararo Deteksi Penyebab
20 October 2020 01:23 WIB
berita
Fabio Quartararo menyalahkan ban depan Yamaha YZR-M1 atas performa jeblok di MotoGP Aragon 2020, Minggu (18/10/2020).-TopSkor.Id/Twitter/FabioQ20-
BARCELONA Rider Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo meraih hasil yang bisa dibilang mengecewakan pada MotoGP Aragon 2020 di Sirkuit Motorland, Minggu (18/10/2020).

Berstatus sebagai pole positions, Fabio Quartararo harus puas finis ke-18. Hasil ini membuatnya tergeser dari puncak klasemen sementara MotoGP 2020.




Baca Juga :
- Sebelum MotoGP 2021 Dimulai, Fabio Quartararo Ingin Fokus Kontrol Emosi
- Tak Tampil pada MotoGP 2020, Marc Marquez Difavoritkan untuk Musim Depan


Mendapati performanya jeblok di Aragon, Fabio Quartararo menyalahkan ban depan Yamaha YZR-M1 yang tetiba sulit dikendalikan saat balapan berlangsung. 

Pembalap asal Prancis itu menuturkan tekanan ban depan motornya tiba-tiba berubah setelah tiga lap awal hingga membuatnya kesulitan melakoni GP Aragon.   


Baca Juga :
- ‘Saya Mengurangi Kecepatan pada Latihan dan Tes Rider’, Jorge Lorenzo Ungkap Ada dua Orang yang Ingin Menyingkirkannya
- Valentino Rossi Tak Akan Berpartispasi di ACI Rally Monza, Ini Alasannya


"Kami memulai balapan dengan prima dan berharap hasil maksimal. Sekarang kami harus menemukan penyebab tekanan ban depan tiba-tiba di atas normal."

"Saya merasa ini aneh karena kecepatan motor mumpuni untuk bersaing. Mungkin tidak bisa untuk menang atau podium tapi setidaknya posisi 5 atau 6," katanya. 

Fabio Quartararo pun menegaskan, tak ada kesalahan pemilihan ban karena tiga lap awal berjalan sempurna. Namun semuanya mendadak berubah.

"Coba bayangkan, ketika masih ada 20 lap dan di tengah balapan, ban mendadak dalam tekanan tinggi. Sulit dikendalikan. Kami belum pernah seperti ini."

Efek tekanan ban depan yang meninggi sangat dirasakan Fabio Quartararo. Utamanya ketika Yamaha YZR-M1 mendekati tikungan.

"Saya kesulitan mengerem, tak bisa mengatasi tikungan atau bertumpu pada motor. Itulah alasan saya terus melebar karena tak bisa menghentikan motor." 

Dengan kondisi motor yang tidak maksimal, dirinya gagal mengamankan poin dari GP Aragon. Imbasnya, takhta pemuncak klasemen terlepas dari tangannya.

Joan Mir (Suzuki Ecstar) yang finis ketiga pada GP Aragon, mengambil alih pucuk pimpinan klasemen pembalap dengan 121 poin atau terpaut enam.   

Sebagai informasi, podium utama GP Aragon dimenangkan rekan setim Joan Mir, Alex Rins. Posisi kedua diraih oleh Alex Marquez (Repsol Honda). 

Adik kandung dari Marc Marquez itu back-to-back podium setelah pada GP Prancis, dua pekan lalu, juga menjejak podium kedua. 

 

I
Penulis
Igor Hakim