news
INFOGRAFIS
Cara Zinedine Zidane Mengatasi Kelemahan Madrid: Sedikit Gol namun Lebih Banyak Poin
19 October 2020 21:48 WIB
berita
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, dan rasio poin yang lebih baik dibandingkan dengan gol timnya -Topskor.id/Grafis: M. Yusuf
MADRID - Kekalahan Real Madrid dari Cadiz semakin menegaskan bahwa Los Merengues masih mengalami sindrome tanpa mesin gol setelah kepergian Cristiano Ronaldo.

Pada periode pertama kepelatihan Zidane saat masih bersama Ronaldo, hanya ada 9 pertandingan ketika Los Merengues mengakhiri laga tanpa gol (dari total 139 laga).




Baca Juga :
- Kekompakan Messi dan Griezmann Semakin Baik di Lapangan
- Pemilihan Presiden Barcelona Digelar 24 Januari 2021, Fans Protes Tidak Bisa Beli Pemain


Bandingkan dengan periode kedua Zidane di Madrid, tepatnya setelah kepergian Ronaldo. Dari 67 pertandingan selama periode tersebut, ada 13 laga ketika tim ini tidak mampu mencetak gol.

Meski demikian, ada statistik atau rapor yang menarik dari periode tanpa Ronaldo yaitu bahwa Madrid selalu mengakhiri musim di La Liga dengan poin yang lebih banyak dibandingkan dengan gol yang mereka ciptakan.


Baca Juga :
- Sejarah Jersey Maradona Bisa Sampai di Tangan Messi
- Messi Selebrasi dengan Jersi Maradona, Pemain Barcelona Terkejut


Pada 2018/19 contohnya. Mereka meraih 68 poin dan hanya mencetak 60 gol. Dengan poin dan gol tersebut rasionya setiap gol Madrid mampu meraih 1,08 poin.

Rasio tersebut meningkat musim lalu ketika mereka meraih 87 poin setelah hanya mencetak 70 gol yang rasionya mencapai 1,24 poin bisa mereka raih untuk setiap gol.

Bandingkan dengan 2011/12 contohnya ketika Madrid mampu mencetak 121 gol di La Liga dan meraih 100 poin. Dengan pencapaian tersebut, setiap gol Madrid hanya memberikan 0,83 poin.

Musim ini, Madrid hanya mencetak 6 gol dengan telah meraih 10 poin. Dengan demikian, rasio gol untuk poinnya mencapai 1,67 poin.

Meski demikian, tentu saja, jelas bahwa minimnya gol memberikan konsekuensi bagi Los Merengues dalam peluang mereka meraih gelar.

Pada musim pertama tanpa CR7, Madrid justru sudah kehilangan target mereka dalam peluang meraih tiga gelar utama (La Liga, Piala Raja, dan Liga Champions).

Pada musim kedua yaitu musim lalu ketika virus pademi corona merebak, Madrid tampil sebagai juara La Liga tapi mereka hanya mencetak 70 gol.

Itu merupakan jumlah yang sangat sedikit dibandingkan ketika Los Merengues bersama bintang asal Portugal tersebut.

Tapi, Zidane mampu mengatasi situasi pada musim lalu itu dengan membuat pertahanan timnya lebih baik. Kemenangan dalam setiap pertandingan dalam masa pandemi musim lalu itu diraih dengan gol yang minim (13 kali menang dari 15 laga).

Dalam 13 kemenangan tersebut, 8 pertandingan di antaranya dimenangkan Madrid dengan skor perbedaan hanya satu gol.

Deretan kemenangan tersebut adalah menang atas Real Sociedad (2-1), lawan Espanyol (1-0), Getafe (1-0), Athletic Bilbao (1-0), Granada (2-1), Villarreal (2-1), Real Betis (3-2), dan Real Valladolid (1-0).

Meski demikian, ada momen ketika Zidane justru menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan rencananya. Salah satunya kekalahan lawan Cadiz tersebut, 0-1.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat