news
LIGA SPANYOL
Bersama Marcelo, Madrid Banyak Mengalami Kekalahan, Dianggap sebagai Pembawa Sial
19 October 2020 15:56 WIB
berita
Bek kiri Real Madrid, Marcelo, tampak kecewa saat kalah dari Cadiz, pekan lalu -Topskor.id/asdiario
MADRID - Total 511 laga, termasuk ketika Real Madrid kalah 0-1 dari Cadiz, pekan lalu. Itulah jumlah pertandingan yang telah dilalui Marcelo, bek kiri Los Merengues sepanjang kariernya sejak bergabung pada 2006.

Sederet gelar pun telah diberikan pemain belakang asal Brasil ini, total 22 gelar, termasuk tentunya lima gelar La Liga dan empat trofi Liga Champions.




Baca Juga :
- Kabar LaLiga Pekan Ini: Keberhasilan Machin Kalahkan Madrid hingga Mantan Kapten Atletico Pensiun
- Lionel Messi Didenda Rp10 Juta karena Selebrasi Pakai Baju Maradona


Namun, ada angka yang menunjukkan bahwa Marcelo tidak lagi memberikan kontribusi positif untuk Madrid, bahkan trennya memperlihatkan bahwa dengan Marcelo di lapangan, Madrid justru lebih banyak mengalami ketidakberuntungan.

Angka atau rapor tersebut adalah sepanjang periode kedua kepelatihan Zinedine Zidane yang total telah 54 pertandingan hingga kekalahan dari Cadiz tersebut.


Baca Juga :
- Barcelona Bidik Bek Atletico Madrid untuk Gantikan Pique
- Sejarah LaLiga Pekan Ini: Hat-trick Pertama Bale hingga Gol Terakhir Ronaldo Nazario


Dari sejumlah pertandingan tersebut, ada 26 pertandngan Madrid ketika Zidane menurunkan Marcelo dan ada 28 laga tanpa bintang yang telah berusia 32 tahun ini.

Bersama Marcelo dalam 26 laga, Madrid meraih 15 kemenangan, 3 kali imbang, dan mengalami delapan kekalahan.

Tapi, tanpa Marcelo di lapangan dalam 28 pertadingan, Los Merengues meraih 19 kemenangan, 9 kali, dan justru tidak pernah mengalami kekalahan.

Dengan demikian, dari 28 laga tanpa Marcelo, persentase Madrid mencapai 67,9 persen, sedangkan kekalahannya hanya 0 persen.

Sedangkan dengan Marcelo, kemenangannya hanya mencapai 57 persen, tapi kekalahannya mencapai 30,7 persen.

Artinya, tanpa Marcelo di lapangan, Madrid justru memiliki peluang menang lebih besar. Sedankan bersama pemain ini, Los Merengues justru mengalami sejumlah kekalahan.

Marcelo seperti "pembawa ketidakberuntungan" untuk Madrid. Dalam delapan laga ketika Madrid mengalami kekalahan tersebut, Marcelo bukanlah pemain pengganti atau digantikan.

Data ini seperti memperlihatkan bahwa karier Marcelo menjadi alarm untuk Madrid. Angka-angka tersebut setidaknya dapat dilihat di lapangan, seperti ketika lawan Cadiz.

Gol Cadiz ke gawang Madrid memang berawal dari minimnya antisipasi Marcelo. Dia menjadi titik lemah yang membuat pemain Cadiz bermain lebih mudah masuk ke pertahanan timnya.

Lalu, ada sejumlah data lainnya yang membuat performa Marcelo dalam pertanyaan. Total dia kehilangan 18 bola pada pertandingan tersebut, terbanyak di antara pemain Madrid saat lawan Cadiz.

Musim lalu juga bisa menjadi contoh. Marcelo kehilangan 26 bola pada laga lawan Real Sociedad pada pertandingan 6 Februari, lalu 27 kali kehilangan bola ketika menghadapi Celta Vigo, 10 hari kemudian.

Wajar jika kemudian kini semakin muncul persaingan yang tajam antara Marcelo dan Ferland Mendy di posisi bek kiri.

Marcelo kini dinilai lebih rapuh dari aspek fisik. Itu sudah terlihat pada 2018/19 lalu ketika total dia mendapatkan 10 kali cedera.

Ini pula tampaknya yang membuat musim lalu muncul kabar bahwa dirinya ingin pergi, Inter Milan dan Juventus yang tertarik.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat