news
LIGA 1
Lanjutan Liga 1 Masih Belum Jelas, Pemain Tertua di Borneo FC Sesalkan Sikap Polri
18 October 2020 20:15 WIB
berita
Gelandang Borneo FC, Sultan Samma - Ady Sesotya
SAMARINDA - Pemain tertua di skuad Borneo FC saat ini, Sultan Samma, berbicara soal lanjutan Liga 1 2020 yang masih belum jelas. Sultan Samma mensyukuri kesepakatan para klub Liga 1 2020 bahwa kompetisi bakal tetap dilanjutkan, yakni 1 November 2020.

Namun, nasib kelanjutan Liga 1 2020 masih belum jelas. Sebab, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) belum memberikan izin. Mendapati ketidakpastian lanjutan Liga 1 2020 itu, Sultan Samma pun merasa kecewa setelah terus berlatih bersama Borneo FC.




Baca Juga :
- Para Legenda Aji Santoso, Bejo, dan Uston Ikut Main dalam Latihan Game Persebaya, Pemain pun Terhibur
- Pelatih Persib Meminta PT LIB Membuat Standardisasi yang Jelas dalam Bursa Transfer


"Buat kepolisian, saya sangat menyesalkan hal tersebut," kata gelandang berusia 34 tahun itu.  "Kita ini olahraga yang diisi atlet profesional dan kita sudah menjalankan protokol (terkait Covid-19) yang benar."

Lebih lanjut pemain kelahiran Samarinda, 13 April 1986, ini pun menjelaskan tes kesehatan terus dilakukan untuk memastikan kesehatan. "Swab test dua minggu sekali demi kelanjutan liga dan pertandingan sudah jelas tanpa adanya penonton. Apa yang ditakutkan lagi?," ucapnya.


Baca Juga :
- Aji Santoso Terpaksa Mengubah Jadwal Latihan Persebaya, Begini Alasannya
- Bek Senior Borneo FC Wildansyah Memilih Tidak Pulang ke Bandung meski Libur Latihan


Sultan Samma berharap pihak kepolisian bisa memahami keadaan dan mengeluarkan izin keramaian agar Liga 1 2020 bisa dilanjut. "Karena, ini lanjutan kompetisi menyangkut nasib orang banyak di sekeliling dunia persepakbolaan indonesia," katanya.

Terakhir, Sultan Samma merasa bahwa bergulirnya kompetisi juga penting untuk pengakuan yang diterima timnas Indonesia. Menurutnya, nasib persepakbolaan Indonesia tergantung adanya Liga 1 2020. Begitu pula dengan nasib timnas Indonesia.

"Jika liga tak jalan, maka timnas suatu negara tidak dapat diakui di dunia. Jadi sepatutnya dan seharusnya berjalan," ucap Sultan Samma. "Karena di semua liga yang ada, sudah melanjutkan kompetisi. Hanya negara Indonesia kita ini saja yang belum."*03

T
Penulis
Taufani Rahmanda