news
LIGA 1
PSSI Diminta Mencontoh AFC yang Menghentikan Piala AFC dengan Alasan Force Majeure
18 October 2020 17:55 WIB
berita
Ilustrasi laga Persita lawan PSM Makassar dalam laga Liga 1 2020 beberapa waktu lalu -- TopSkor / Ady Sesotya
JAKARTA - Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali, berpendapat bahwa lebih baik PSSI dan juga operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk setop memikirkan kelanjutan kompetisi musim 2020.

Menurut Akmal, sudah banyak ketidakpastian yang terlihat terkait kelanjutan kompetisi baik level Liga 1 dan Liga 2. Dikatakan Akmal,  konsisten dalam ketidakpastian merupakan wajah sepak bola Indonesia saat ini.




Baca Juga :
- Miris! Badak Lampung FC Sudah Pakai 90 Persen Anggaran Musim Ini Tanpa Ada Hasil, PSSI Segera Ambil Keputusan
- Timnas U-19 Batal Ikut Toulon Tournament, Begini Rencana Dirtek PSSI


Akmal merujuk kepada menggantungnya kejelasan kompetisi terhadap hasil extraordinary club meeting di Yogyakarta beberapa waktu lalu yang digelar oleh PSSI dan PT LIB.

"PSSI, LIB dan klub hanya menyampaikan pernyataan sikap ingin melanjutkan Liga 1 Indonesia 2020 yang masih menyisakan 31 pertandingan," kata Akmal seperti rilis yang diterima Skor.id.


Baca Juga :
- Bagus Kahfi Tolak Gabung Timnas U-19, Alasannya Bisa Dimaklumi
- Pemerintah Harus Serahkan Pengelolaan Stadion kepada Klub, Agar Bisnis Sepak Bola Bertumbuh


Akmal menyayangkan, pertemuan tersebut tak menyertakan pihak pemerintah semisal Kemenpora lewat BOPI maupun pihak kepolisian yang memegang kendali izin keramaian.

"Akhirnya, bertepuk sebelah tangan. PSSI berharap bisa dilanjutkan November, bila tidak bisa, diharapkan diizinkan Desember lalu kemudian Januari 2020," ujar Akmal.

Lebih lanjut dikatakan Akmal, pilihan yang diberikan tersebut bukti dari ketidakjelasan.
Pada akhirnya, klub, pelatih, dan pemain yang digantung dan pastinya sangat terdampak dengan ketidakpastian tersebut.

"Lebih baik tegas. PSSI bisa mencontoh AFC yang menghentikan Piala AFC dengan alasan force majeure karena pandemi  Covid19. Termasuk Piala Asia Futsal di Kuwait. Piala Asia U-16, U-19 dan juga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022," kata Akmal

"PSSI lebih baik setop berpikir melanjutkan kompetisi bila tak pasti. Lebih baik fokus mempersiapkan musim 2021. Toh, bila menilik kalender, bulan ini sejatinya sudah fase akhir musim 2020. Dilanjutkan tanpa degradasi dengan 31 pertandingan maraton sangat berisiko dan makna kompetisinya menjadi bias,"Akmal menambahkan.

Akmal kemudian memberikan masukan bahwa lebih baik PSSI mempersiapkan musim 2021 dengan memastikan digelar pada Februari 2021 misalnya tetap dengan regulasi dan protokol kesehatan yang ketat.

Juga dengan sistem yang kuat dan menjamin keamanan, kesehatan, dan keselamatan pelaku sepak bola. Sementara sebagai simulasi menuju musim 2021 untuk menghidupkan kembali sepak bola sebagai hiburan sekaligus mengembalikan psikologi masyarakat di tengah pandemi, PSSI bisa menggagas kembali turnamen Piala Presiden yang dilokalisasi di satu tempat.

Atau Piala Indonesia, Piala Bhayangkara atau Piala Gubernur dan bentuk turnamen lainnya. Menurut Akmal, risikonya akan lebih kecil dibandingkan melanjutkan kompetisi. Turnamen juga bisa dijadikan alat lobi untuk sepak bola kembali bergulir dengan pihak pemerintah. Tentunya, dengan meyakinkan pemerintah bahwa olahraga adalah vaksin terbaik saat pandemi.*05

news
Penulis
Furqon Al Fauzi
For me, Everyday it's a Game Day....