news
LIGA SPANYOL
Sejarah LaLiga Hari Ini: Gol Terbaik Ronaldo Hingga Raul Bikin Publik Camp Nou Terdiam
17 October 2020 02:01 WIB
berita
Kilas balik terhadap gol-gol, para pemain, dan pertandingan klasik di pekan ini dalam sejarah sepak bola Spanyol.-TopSkor.Id/LaLiga-
MADRID - Kilas balik terhadap gol-gol, para pemain, dan pertandingan klasik di pekan ini dalam sejarah sepak bola Spanyol, berikut ulasannya:

12 Oktober: Gol terbaik dalam karir Ronaldo? (1996)




Baca Juga :
- El Clasico Barcelona vs Real Madrid: Koeman vs Zidane, Messi vs Ramos, Griezmann vs Benzema
- Sergio Ramos Pulih, Zidane Tekankan Madrid Taklukkan Barcelona


Tak terlihat ada ancaman saat penyerang Barcelona, Ronaldo Nazario, menyambar bola liar dari sisi lapangan timnya dan melindungi bola dari pemain bertahan SD Compostela, menghindari pemain lawan, untuk kemudian tiba-tiba berlari menuju posisi yang ditargetkannya.

Dua pemain bertahan mendekati pemain asal Brazil tersebut,namun ia menggocek bola melewati keduanya, lalu menghindar dari pemain bertahan lainnya, sebelum mencetak gol melewati Kiper Compostela, Fernando, meskipun dalam posisi kurang seimbang. Gol tersebut terjadi pada tanggal 12 Oktober 1996 dan Ia baru berusia 20 tahun namun sudah mencetak salah satu gol terbaik dalam sejarah LaLiga.


Baca Juga :
- Dinilai Bapuk, Griezmann Belum Tentu Main di El Clasico
- Jelang El Clasico, Kedua Tim Sama-sama Sedang Terluka


Ronaldo hanya menghabiskan semusim di Camp Nou, di bawah asuhan manajer asal Inggris, Bobby Robson, Ia mencatatkan 34 gol dalam 37 pertandingan LaLiga sebelum pindah ke Inter Milan.

Ia kemudian kembali ke Spanyol dan memenangan dua gelar LaLiga bersama Real Madrid dan sekarang ia merupakan presiden dari klub kasta teratas, Real Valladolid. Meskipun begitu, bagi penggemar Barça, memori paling diingat dari Ronaldo Nazário ialah gol fenomenal yang dicetaknya saat berseragam tim tersebut pada 24 tahun lalu.

13 Oktober: Raul membuat publik Camp Nou terdiam (1999)

Momen mudah diingat oleh penggemar Real Madrid ialah ketika Raul Gonzalez membuat penonton di Camp Nou terdiam dalam pertandingan El Clásico dramatis yang berakhir 2-2 di Barcelona pada tanggal 13 Oktober 1999.

Raúl membuka keunggulan pada malam itu dengan sundulan jarak dekat, namun, Barca langsung menyamakan skor saat Rivaldo mencetak gol dari jarak 12 yard. Pemain yang kemudian akan bermain bagi Real Madrid, Figo, membawa tim Catalan tersebut unggul 2-1 pada awal babak kedua dengan tendangan jarak jauh.

Suasana di lapangan dan kursi penonton cukup panas karena beberapa kontak fisik, dan penyerang Barça, Patrick Kluivert dikartu merah akibat memprotes keputusan wasit yang memanaskan suasana dari kedua sisi. Tim asuhan Louis van Gaal tersebut sudah siap memenangkan pertandingan, sampai Raúl melewati pertahanan Barça dan ia terlihat seperti orang paling tenang di stadion saat menendang bola melewati kiper tuan rumah, Ruud Hesp.

Dengan mengacungkan jarinya ke bibir sambil berlari, Ia semakin memanaskan pendukung tuan rumah, namun hal tersebut memastikan pemain yang saat itu berusia 23 tahun mendapat tempat dalam sejarah klub yang bermarkas di Bernabéu tersebut.

16 Oktober 2020: Langkah awal Messi di LaLiga (2004)

Barcelona sedang berusaha mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Espanyol pada derbi Katalan tanggal 16 Oktober 2004, dengan tersisa waktu delapan menit waktu normal, pelatih Frank Rijkaard memutuskan mengganti Deco. Memasuki pertandingan LaLiga perdananya, Messi yang saat itu masih berusia 17 tahun tiga bulan dan 22 hari menggunakan nomor punggung 30.

Ketenaran pemain berbakat asal Argentina itu sudah cukup besar dan banyak dari cules yang hadir percaya mereka sedang menyaksikan sesuatu yang spesial, dan ia nyaris mencetak gol pada debutnya, namun peluangnya dapat dijegal oleh pemain bertahan Espanyol.

Messi tidak perlu menunggu waktu lama untuk meninggalkan kesan bagi tim Barça dan LaLiga secara umum, dan sejak saat itu ia ahli dalam mencetak gol dalam derbi melawan rival sekotanya, termasuk dua hat-trick, empat gol pada musim 2011/2012 dan tendangan bebas ‘panenka’ yang terkenal pada musim 2018/19.

18 Oktober: Vieri menundukan Zaragoza (1997)

Striker Italia, Christian Vieri, hanya menghabiskan semusim di LaLiga dengan bergabung bersama Atlético de Madrid dari Juventus pada musim panas 1997, namun musim itu sangat mengesankan. Vieri mencetak 24 gol dalam 24 pertandingan LaLiga, termasuk tiga gol hebat dalam kemenangan 5-1 di Real Zaragoza pada tanggal 18 Oktober 1997.

Gol pertama pemain Italia tersebut berasal dari umpan Juninho untuk kemudian melesakan gol dengan kaki kirinya melewati kiper Zaragoza asal Austria, Otto Konrad. Gol kedua juga dilesakan dengan kaki kirinya. Gol ketiganya masih serupa, saat Ia menemukan celah dan menendang lebih keras untuk melewati tangkisan Konrad.

Kontribusinya sangat berpengaruh, dan Vieri terus mencetak banyak jenis gol saat bersama tim Ibukota Spanyol tersebut. Atletico mengakhiri musim di posisi ketujuh, berjarak 14 poin dari sang juara, Barcelona, namun banyak rojiblancos yakin bahwa mereka dapat menjadi juara kalau saja Vieri sehat dan bermain 38 pertandingan. Meskipun begitu, godaan dari negara asal terlalu kuat dan Ia memutuskan kembali ke Serie A untuk bergabung bersama Lazio.

I
Penulis
Igor Hakim